Headline.co.id, Banggai ~ Pelayanan publik yang cepat dan mudah menjadi fokus pesan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI Zudan Arif Fakrulloh dalam peringatan HUT ke-27 Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Pesan itu disampaikan saat Zudan menjadi inspektur upacara di halaman Kantor Bupati Banggai Kepulauan, Selasa (3/11/2026). Ia meminta aparatur sipil negara (ASN) tidak hanya menjalankan prosedur, tetapi juga aktif mendatangi warga, menindaklanjuti pengaduan, dan menghadirkan inovasi pelayanan. Menurut Zudan, perubahan tersebut diperlukan untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Enam prinsip pelayanan publik bagi ASN
Zudan menegaskan, kualitas birokrasi harus diukur dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Kritik, keluhan, dan pengaduan warga, kata dia, perlu dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja pemerintah.
“Jangan membuat masyarakat datang berkali-kali. Negara harus hadir mendatangi warga melalui pelayanan bergerak dan pemanfaatan teknologi digital,” tegas Zudan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan enam prinsip yang perlu menjadi pegangan ASN. Prinsip tersebut meliputi memberikan pelayanan terbaik, memastikan proses berlangsung cepat, mudah, dan ramah, serta membantu warga menemukan unit pelayanan yang tepat.
ASN juga diminta mengembangkan pelayanan jemput bola berbasis teknologi, hadir langsung untuk memahami persoalan masyarakat, dan berani berinovasi.
Penerapan prinsip itu menuntut perubahan cara kerja birokrasi. Aparatur tidak lagi hanya menunggu warga datang untuk mengurus keperluan, tetapi aktif memastikan kebutuhan masyarakat tertangani.
Dengan pendekatan tersebut, keberhasilan pemerintahan tidak hanya dinilai dari pelaksanaan program. Kemudahan akses dan kualitas pelayanan yang diterima warga juga menjadi ukuran penting.
Potensi laut dan produk lokal didorong menjadi penggerak ekonomi
Selain perbaikan pelayanan publik, Zudan mendorong Banggai Kepulauan mempercepat pembangunan dengan mengoptimalkan potensi unggulan daerah. Sektor kelautan, perikanan, pariwisata, dan produk lokal dinilai dapat menjadi penggerak ekonomi apabila dikelola secara berkelanjutan serta didukung penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Banggai Kepulauan memiliki jumlah penduduk lebih dari 130 ribu jiwa. Karena itu, pembangunan daerah, menurut Zudan, perlu diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, bukan hanya pertumbuhan aktivitas ekonomi.
Ia mengingatkan bahwa masyarakat Banggai Kepulauan memiliki sejarah panjang sebagai pelaut tangguh. Laut yang selama ini menghubungkan kehidupan masyarakat antarpulau harus dipandang sebagai modal untuk mengembangkan ekonomi, konektivitas, dan pariwisata.
“Generasi muda Banggai Kepulauan harus lebih cerdas membaca perubahan zaman. Kekayaan alam yang dimiliki daerah ini harus dikelola dengan ilmu pengetahuan, teknologi, dan semangat kebersamaan,” katanya.
Zudan juga menyebut peluang ekonomi biru dan ekonomi hijau perlu dimanfaatkan. Ekonomi biru bertumpu pada pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan, sedangkan ekonomi hijau diharapkan membuka kesempatan usaha sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Sekitar 6.000 ASN diajak promosikan potensi daerah
Untuk memperluas promosi potensi Banggai Kepulauan, Zudan mengajak sekitar 6.000 ASN menjadi duta promosi melalui media sosial. Pantai, Danau Kaca, ubi Banggai, dan berbagai produk unggulan daerah dapat diperkenalkan lebih luas.
Promosi tersebut diharapkan menarik wisatawan sekaligus membuka peluang pasar bagi produk masyarakat. Pemanfaatan media sosial menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan daerah kepada khalayak yang lebih luas.
Zudan juga menekankan pentingnya kerukunan, toleransi, dan persatuan sebagai modal pembangunan. Ia mengajak pemerintah daerah, DPRD, tokoh agama, tokoh adat, serta tokoh masyarakat menyatukan langkah sesuai arah pembangunan daerah.
Kepada pelajar dan mahasiswa, Zudan berpesan agar berani menetapkan cita-cita tinggi, terus menuntut ilmu, menguasai teknologi, dan membangun jejaring. Generasi muda diharapkan dapat berkontribusi bagi kemajuan daerah, termasuk dengan mengembangkan potensi lokal menjadi kegiatan ekonomi yang produktif.
Percepatan pembangunan membutuhkan kolaborasi
Zudan memberikan penghormatan kepada para perintis dan pemimpin terdahulu yang telah meletakkan fondasi pembangunan Banggai Kepulauan. Menurut dia, usia 27 tahun harus menjadi momentum bagi daerah untuk mempercepat kemajuan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Peringatan HUT ke-27 tersebut dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah, kepala daerah se-Sulawesi Tengah, pimpinan DPRD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), ASN, serta berbagai elemen masyarakat.
Kehadiran berbagai unsur itu menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah. Birokrasi yang responsif, pengelolaan potensi alam secara berkelanjutan, dan partisipasi masyarakat diperlukan untuk mendorong Banggai Kepulauan menjadi daerah yang lebih maju dan sejahtera.
“Ombak boleh tinggi, angin boleh kencang, tetapi perahu Banggai Kepulauan tidak akan pernah karam. Syaratnya, nakhoda dan seluruh awak kapal harus mendayung bersama-sama, dengan kekompakan dan penuh rasa cinta,” ujar Zudan.
(McBanggaiKepulauan/Roy)
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.














