Headline.co.id ~ Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan empat strategi dekarbonisasi transportasi untuk menekan emisi gas rumah kaca (GRK) dari sektor transportasi. Strategi tersebut mencakup penggunaan angkutan umum massal, peralihan angkutan penumpang dan barang ke kereta api, modernisasi kapal, serta pembaruan teknologi pesawat. Kebijakan itu tertuang dalam Dokumen Peta Jalan Dekarbonisasi Transportasi yang diterima Sekretaris Jenderal Kemenhub Arif Toha di Kantor Pusat Kemenhub, Jakarta, Selasa (3/11/2026).
Dokumen tersebut disusun sebagai acuan kebijakan dan program mitigasi emisi pada sektor transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian. Peta jalan dekarbonisasi transportasi itu diharapkan memperkuat kontribusi Kemenhub terhadap komitmen penurunan emisi nasional dan pencapaian target emisi nol bersih atau net zero emission pada 2060.
Arif mengatakan, penyelesaian dokumen harus diikuti penerapan konkret oleh seluruh unit kerja dan subsektor di lingkungan Kemenhub. Menurut dia, peta jalan tidak hanya berfungsi sebagai referensi perencanaan, tetapi juga harus mendorong aksi penurunan emisi yang dapat diukur.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Dengan telah diselesaikannya penyusunan peta jalan ini, saya berharap dapat dijadikan referensi bagi seluruh unit kerja dan masing-masing subsektor di lingkungan Kementerian Perhubungan dalam menyusun kebijakan, program kerja, dan aksi mitigasi ke depan sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing,” kata Arif.
Strategi Dekarbonisasi Transportasi di Empat Subsektor
Pada sektor transportasi darat, Kemenhub mendorong peralihan penggunaan kendaraan pribadi ke angkutan umum massal, seperti bus dan Bus Rapid Transit (BRT). Penerapan manajemen lalu lintas juga menjadi bagian dari strategi untuk menekan emisi yang berasal dari aktivitas perjalanan di jalan raya.
Di sektor perkeretaapian, kebijakan diarahkan pada peningkatan penggunaan kereta api untuk mengangkut penumpang maupun barang. Kemenhub juga mendorong elektrifikasi perkeretaapian sebagai salah satu langkah mengurangi emisi dari operasional transportasi.
Adapun sektor transportasi laut akan diarahkan pada modernisasi kapal dan peningkatan efisiensi operasional pelayaran. Pada sektor penerbangan, pengurangan emisi dilakukan melalui modernisasi teknologi pesawat, peningkatan efisiensi penerbangan, serta pemanfaatan bahan bakar penerbangan berkelanjutan atau Sustainable Aviation Fuel (SAF).
Keempat strategi tersebut menjadi bagian dari upaya transisi energi di sektor transportasi. Penerapannya disusun berdasarkan hasil inventarisasi emisi gas rumah kaca dan analisis pada setiap subsektor transportasi.
Disusun Bersama Pemerintah Inggris
Peta jalan itu merupakan hasil kerja sama Kemenhub dengan Pemerintah Inggris melalui program United Kingdom Partnering for Accelerated Climate Transitions (UK PACT). Penyusunannya melibatkan WRI Indonesia dan mitra konsorsium lainnya.
Kajian dalam penyusunan dokumen digunakan untuk menghitung potensi penurunan emisi, mengidentifikasi target dan aksi mitigasi, serta merumuskan kebijakan transisi energi. Rumusan tersebut diselaraskan dengan perencanaan jangka menengah dan jangka panjang Kemenhub.
Selain peta jalan, kerja sama itu menghasilkan panduan perhitungan emisi. Pengembangan perangkat pendukung juga masih berlangsung untuk memperkuat perencanaan dan pelaksanaan program dekarbonisasi di sektor transportasi.
Dengan adanya panduan dan perangkat pendukung tersebut, Kemenhub menekankan pentingnya penguatan inventarisasi emisi serta sistem pemantauan, pelaporan, dan verifikasi. Instrumen itu diperlukan untuk mengukur perkembangan penerapan kebijakan dan menjadi dasar penyempurnaan program.
Implementasi Memerlukan Koordinasi Lintas Subsektor
Arif menegaskan, penerapan peta jalan dekarbonisasi transportasi memerlukan komitmen dan koordinasi lintas subsektor. Pemantauan dan evaluasi juga harus dilakukan secara berkelanjutan agar pencapaian target dapat diukur.
“Implementasinya tentu memerlukan komitmen, koordinasi lintas subsektor, serta pemantauan dan evaluasi secara berkelanjutan agar target yang telah ditetapkan dapat diwujudkan secara nyata,” tegasnya.
Menurut Arif, dokumen tersebut memperkuat kebijakan dan pelaksanaan aksi mitigasi di lingkungan Kemenhub. Ia menyebut peta jalan itu juga diharapkan memberikan kontribusi terhadap pencapaian target penurunan emisi GRK nasional.
“Dokumen Peta Jalan Dekarbonisasi Transportasi ini memperkuat kebijakan dan pelaksanaan aksi mitigasi di lingkungan Kementerian Perhubungan serta memberikan kontribusi nyata bagi pencapaian target penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) nasional,” tutur Arif.
Melalui penerapan peta jalan tersebut, pengembangan transportasi diharapkan mengarah pada layanan yang lebih efisien dan rendah emisi. Bagi masyarakat, salah satu perubahan yang didorong adalah semakin luasnya penggunaan angkutan umum massal sebagai pilihan perjalanan yang lebih ramah lingkungan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















