Headline.co.id, Sleman ~ Sebanyak 14 pohon rawan tumbang dipangkas tim gabungan bersama Relawan Kemanusiaan Tempel (Rekat) di Kalurahan Mororejo, Kapanewon Tempel, Sleman, Minggu (1/11/2026). Penanganan pohon rawan tumbang Sleman ini dilakukan di Dusun Plumbon Tengah menjelang musim penghujan. Langkah tersebut ditempuh untuk mengurangi risiko keselamatan warga dan kerusakan infrastruktur permukiman akibat badai angin kencang.
Kegiatan mitigasi bencana itu melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Kalurahan Tangguh Bencana Mororejo, aparat keamanan desa, serta jaringan relawan. Pemangkasan dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap ancaman cuaca ekstrem pada masa peralihan musim.
14 Pohon Rawan Tumbang Dipangkas di Mororejo
Dusun Plumbon Tengah menjadi lokasi pelaksanaan penertiban pohon yang dinilai berisiko bagi kawasan hunian. Tim gabungan bersama Rekat melakukan penebangan terhadap 14 pohon untuk melindungi warga dan infrastruktur permukiman dari kemungkinan terdampak angin kencang.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ketua Rekat Dwiyanto Hedi Purwoko menegaskan, penertiban pohon di sekitar kawasan tempat tinggal warga menjadi langkah mendesak. Kondisi itu berkaitan dengan peningkatan intensitas curah hujan di daerah tersebut.
Penanganan pohon rawan tumbang Sleman dilakukan dengan melibatkan unsur lintas sektoral. Selain BPBD Sleman dan Relawan Kemanusiaan Tempel, kegiatan tersebut juga didukung Kalurahan Tangguh Bencana Mororejo serta aparat keamanan desa.
BPBD Sleman Minta Warga Waspadai Bencana Hidrometeorologi
Koordinator Pelaksana BPBD Sleman Isdiyanto meminta masyarakat meningkatkan kepekaan terhadap kondisi lingkungan selama masa peralihan cuaca. Menurut dia, kewaspadaan diperlukan untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi susulan.
Masyarakat juga didorong aktif memetakan kondisi lingkungan yang berisiko dan melaporkannya kepada otoritas kebencanaan setempat. Pelaporan tersebut mencakup kondisi infrastruktur alam yang dinilai rapuh dan berpotensi membahayakan warga.
Imbauan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat kewaspadaan bersama di tingkat masyarakat. Dengan pemetaan dan pelaporan, kondisi yang berisiko dapat diketahui lebih awal oleh pihak terkait untuk ditindaklanjuti.
Mororejo Siapkan Chainsaw untuk Enam Padukuhan
Selain memangkas pohon rawan tumbang, Pemerintah Kalurahan Mororejo memperkuat kemampuan mitigasi di tingkat padukuhan. Lurah Mororejo Jaka Ristanta menyalurkan bantuan alat potong berupa gergaji mesin atau chainsaw yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kalurahan.
Jaka mengatakan, hingga kini enam unit chainsaw telah diserahkan untuk enam padukuhan. Bantuan tersebut akan dipenuhi secara bertahap hingga menjangkau seluruh 13 padukuhan di Kalurahan Mororejo.
“Hingga saat ini telah diserahkan sebanyak enam unit chainsaw untuk enam padukuhan, di mana secara bertahap nanti akan kita penuhi seluruhnya yakni 13 padukuhan,” ujar Jaka.
Penyerahan peralatan itu ditujukan untuk memperkuat kemandirian mitigasi di tingkat akar rumput. Ketersediaan alat menjadi bagian dari dukungan kalurahan terhadap upaya penanganan kondisi lingkungan yang berpotensi menimbulkan risiko bencana.
Kolaborasi Pemerintah dan Warga
Mitigasi bencana di Mororejo melibatkan pemerintah, relawan, aparat keamanan desa, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun sistem kewaspadaan dini bencana alam yang lebih tangguh.
Kesadaran kolektif dalam merawat dan menata lingkungan menjadi bagian penting dalam menghadapi anomali iklim. Melalui pemangkasan pohon rawan, pemetaan lingkungan, pelaporan kondisi berisiko, dan penguatan peralatan di padukuhan, masyarakat didorong berperan aktif dalam mengurangi potensi ancaman pada masa peralihan musim.
(MC Kab. Sleman/SBD)
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















