Headline.co.id, Jogja ~ OASE III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) 2026 akan digelar di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 3–7 November 2026. Ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset itu mempertemukan 497 finalis dari 54 PTKIN. Selain menjadi arena kompetisi, OASE III diarahkan untuk mendorong pengembangan penelitian mahasiswa agar memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat. Pengembangan tersebut dilakukan melalui pembinaan lanjutan, pengujian, serta peluang kolaborasi antarkampus.
OASE III Dorong Riset Mahasiswa Berkelanjutan
Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Sahiron, mengatakan prestasi dalam kompetisi perlu diikuti dengan pendampingan terhadap karya mahasiswa. Menurut dia, medali hanya menjadi pengakuan atas capaian, sedangkan perguruan tinggi memiliki tugas untuk memastikan penelitian dapat terus dikembangkan.
“Medali merupakan pengakuan atas capaian mahasiswa. Tugas perguruan tinggi berikutnya adalah melihat karya mana yang layak dikembangkan, pengujian apa yang masih diperlukan, dan dukungan apa yang dibutuhkan agar penelitian itu terus bergerak,” ujar Sahiron di Yogyakarta, Sabtu (31/10/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Ia menilai kemampuan PTKIN di bidang sains dan teknologi akan semakin kuat apabila penelitian yang dihasilkan mampu menjawab persoalan masyarakat. Bidang kesehatan, pangan, energi, dan lingkungan disebut memiliki ruang yang luas untuk pengembangan kontribusi tersebut.
“Keunggulan kampus Islam harus terasa dalam mutu ilmu dan manfaatnya. Kita ingin mahasiswa mampu menghasilkan penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan sekaligus peka terhadap kebutuhan masyarakat,” lanjutnya.
OASE III menyediakan sejumlah cabang riset yang berkaitan dengan kebutuhan tersebut. Cabang itu meliputi nanoteknologi dan kesehatan, teknologi produk halal dan ketahanan pangan, pengelolaan limbah dan lingkungan hidup, serta konservasi energi untuk kampus hijau.
Karya Pemenang Perlu Pengujian dan Pendampingan
Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Noorhaidi Hasan, menjelaskan bahwa hasil kompetisi dapat digunakan kampus untuk memetakan penelitian mahasiswa yang berpotensi dilanjutkan. Pemetaan itu penting agar setiap karya memperoleh bentuk tindak lanjut sesuai kebutuhan ilmiahnya.
“Setiap karya membutuhkan tindak lanjut yang sesuai. Ada yang perlu memperkuat data, mengulang pengujian, menyempurnakan prototipe, atau mencari mitra penelitian. Pendampingan harus mengikuti kebutuhan ilmiahnya,” kata Sahiron.
Sahiron mengingatkan, karya yang memenangi lomba belum otomatis siap diterapkan di masyarakat. Hal tersebut terutama berlaku untuk penelitian di bidang kesehatan dan pangan yang masih memerlukan pembuktian terkait manfaat, keamanan, serta kesesuaian penggunaannya.
Pembuktian dilakukan melalui tahapan pengujian yang relevan. Karena itu, hasil kompetisi tidak berhenti pada pemberian penghargaan, tetapi perlu dilanjutkan dengan proses ilmiah untuk menilai kelayakan dan potensi pemanfaatannya.
OASE III Buka Peluang Kolaborasi Antarkampus
Pertemuan antarkampus dalam OASE III dinilai memiliki arti strategis bagi pengembangan penelitian. Mahasiswa dapat memperoleh masukan atas karya yang dibuat, sedangkan dosen berpeluang mengenali potensi penelitian bersama.
Perguruan tinggi juga dapat menjajaki pemanfaatan keahlian maupun fasilitas secara kolaboratif. Interaksi tersebut diharapkan memperluas peluang pengembangan karya setelah rangkaian kompetisi berakhir.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Abdur Rozaki, sebelumnya menyampaikan orientasi tersebut dalam rapat koordinasi persiapan OASE III. Ia menegaskan bahwa kegiatan itu tidak semata-mata ditujukan untuk mencari pemenang.
“Ini bukan sekadar lomba, melainkan bagaimana langkah dan inovasi mahasiswa dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi Indonesia,” tegasnya.
Untuk memperluas pertemuan dan pertukaran gagasan, rangkaian OASE III juga dilengkapi ekspo inovasi. Kegiatan itu melibatkan 34 PTKIN dan akan digelar di Halaman Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga.
Ekspo tersebut direncanakan dibuka pada 4 November 2026. Melalui kegiatan itu, kampus dapat mengenali potensi penelitian dari perguruan tinggi lain, sekaligus membuka ruang interaksi mahasiswa dan dosen.
“Melalui ekspo, kampus dapat mengenali potensi penelitian satu sama lain. Interaksi mahasiswa dan dosen diharapkan menghasilkan masukan yang konkret serta peluang kerja sama setelah kegiatan selesai,” ujar Zaki.
OASE III diharapkan memperkuat hubungan prestasi mahasiswa dan peningkatan mutu perguruan tinggi. Kompetisi memberikan pengakuan terhadap capaian mahasiswa, sementara proses setelahnya menentukan sejauh mana gagasan tersebut dapat berkembang menjadi pengetahuan atau teknologi yang berguna.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















