Headline.co.id, Banjarbaru ~ Kelurahan Guntung Paikat, Kecamatan Banjarbaru Selatan, Kota Banjarbaru, mengembangkan tiga inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang mendapat apresiasi dari Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa (Ditjen Bina Pemdes) Kementerian Dalam Negeri. Inovasi tersebut meliputi Eco-Enzyme, LOSIDA (Lodong Sisa Dapur), dan GAPAI BERKAH (Guntung Paikat Bersedekah Sampah). Apresiasi disampaikan Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Bernhard E. Rondonuwu saat melakukan kunjungan lapangan ke Kelurahan Guntung Paikat, Kamis (29/10/2026). Pengelolaan itu dinilai menunjukkan bahwa sampah rumah tangga dapat diolah menjadi manfaat lingkungan, ekonomi, dan sosial.
Praktik tersebut dikembangkan Kelurahan Guntung Paikat di bawah kepemimpinan Lurah Reza Pahlevi bersama jajaran dan masyarakat. Melalui partisipasi warga, pengelolaan sampah tidak hanya diarahkan untuk mengurangi timbulan sampah, tetapi juga mendorong kepedulian sosial dan membantu warga kurang mampu.
Tiga Inovasi Pengelolaan Sampah
Inovasi pertama, Eco-Enzyme, mengolah limbah organik berupa kulit buah melalui proses fermentasi selama tiga bulan. Hasil fermentasi berupa cairan yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Program tersebut menjadi salah satu upaya Kelurahan Guntung Paikat mengurangi sampah organik agar tidak langsung berakhir di tempat pembuangan. Pengolahan dilakukan dengan memanfaatkan limbah yang berasal dari aktivitas rumah tangga.
Inovasi berikutnya adalah LOSIDA atau Lodong Sisa Dapur. Program ini memberikan cara sederhana bagi warga untuk mengolah sisa makanan dari dapur masing-masing.
Sampah organik dimasukkan ke dalam wadah khusus atau lodong. Setelah melalui proses penguraian selama beberapa minggu, sampah tersebut menghasilkan kompos yang dapat digunakan untuk menyuburkan tanaman di lingkungan rumah.
Kedua inovasi itu menempatkan rumah tangga sebagai titik awal pengelolaan sampah. Warga dapat memilah dan mengolah sampah organik sebelum dibuang, sehingga limbah tersebut memiliki manfaat lanjutan.
Sampah Plastik Diubah Menjadi Paket Sembako
Aspek sosial paling kuat terlihat melalui program GAPAI BERKAH. Inovasi ini mengajak masyarakat menyedekahkan botol dan sampah plastik bernilai jual melalui kotak penampungan khusus yang ditempatkan di depan kantor kelurahan.
Sampah plastik yang terkumpul kemudian ditimbang dan dijual. Hasil penjualannya dikonversikan menjadi paket sembako untuk disalurkan kepada warga kurang mampu.
Mekanisme tersebut membuat sampah plastik memiliki fungsi ganda. Selain membantu mengurangi sampah di lingkungan, nilai jualnya dimanfaatkan untuk menyediakan bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.
GAPAI BERKAH juga membuka ruang bagi warga untuk berbagi melalui tindakan sederhana. Botol dan sampah plastik yang disumbangkan dapat dikumpulkan secara bersama-sama, kemudian hasilnya diarahkan untuk kepentingan sosial.
Dengan pola itu, pengelolaan sampah di Guntung Paikat tidak berhenti pada persoalan kebersihan. Program tersebut menghubungkan kebiasaan memilah sampah dengan upaya membangun kepedulian serta solidaritas masyarakat.
Kemendagri Nilai Layak Direplikasi
Dalam kunjungannya, Bernhard E. Rondonuwu mengapresiasi inovasi yang dikembangkan Kelurahan Guntung Paikat. Ia menilai pengelolaan sampah berbasis masyarakat tersebut dapat menjadi contoh praktik baik bagi desa dan kelurahan lainnya.
“Apa yang dilakukan Kelurahan Guntung Paikat merupakan praktik baik yang patut dikembangkan. Sampah yang selama ini dianggap sebagai masalah ternyata dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat, bahkan memiliki nilai ekonomi dan sosial. Yang menarik, masyarakat tidak hanya diajak menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga dilibatkan untuk membangun kepedulian dan membantu sesama. Inovasi seperti inilah yang perlu direplikasi oleh desa dan kelurahan lainnya,” ungkap Bernhard.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Di Guntung Paikat, kebiasaan yang dilakukan dari rumah menjadi bagian dari gerakan bersama yang mencakup pengolahan limbah organik, pemanfaatan sisa dapur, serta pengumpulan sampah plastik.
Dorong Kebiasaan dari Rumah
Inovasi pengelolaan sampah Guntung Paikat menunjukkan bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai melalui program berskala besar. Pemilahan sampah dari rumah, pengolahan sisa makanan, dan penyumbangan botol plastik menjadi langkah yang dapat dilakukan warga dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui Eco-Enzyme, LOSIDA, dan GAPAI BERKAH, Kelurahan Guntung Paikat mendorong lingkungan yang lebih bersih sekaligus membangun budaya gotong royong. Ketiga program tersebut memperlihatkan bahwa sampah yang sebelumnya dipandang tidak bernilai dapat diolah menjadi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.
Pengelolaan sampah itu juga mempertemukan kepentingan lingkungan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan warga. Sampah organik diolah menjadi cairan dan kompos, sedangkan sampah plastik bernilai jual dikonversikan menjadi paket sembako bagi warga kurang mampu.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















