Headline.co.id ~ Program Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan dan Berkualitas (SQTDP) dibentuk di bawah Kementerian Pariwisata, Pemerintah Indonesia, untuk memperkuat pengembangan pariwisata di sejumlah destinasi prioritas. Program ini menyasar enam destinasi, yakni Borobudur–Yogyakarta–Prambanan (BYP), Danau Toba, Lombok, Labuan Bajo, Raja Ampat, dan Bangka Belitung. SQTDP dijalankan melalui lima komponen kegiatan yang mencakup tata kelola, infrastruktur, pengembangan tenaga kerja, fasilitasi modal swasta, serta manajemen proyek dan evaluasi.
Tujuan SQTDP
SQTDP bertumpu pada fondasi proyek pendahulunya, yaitu Indonesia Tourism Development Project (ITDP). Program ini ditujukan untuk memperkuat kondisi pendukung bagi pengembangan pariwisata yang berkelanjutan, bernilai tinggi, dan berketahanan di destinasi-destinasi terpilih.
Pengembangan tersebut dilakukan melalui kegiatan-kegiatan terarah yang disesuaikan dengan lima komponen utama program. Komponen pertama adalah tata kelola dan pengaturan kelembagaan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Komponen kedua mencakup infrastruktur terkait pariwisata dan layanan dasar. Aspek ini menjadi bagian dari dukungan program terhadap pengembangan destinasi yang memiliki kondisi pendukung bagi kegiatan pariwisata.
Lima Komponen Pengembangan
Selain tata kelola serta infrastruktur dan layanan dasar, SQTDP mencakup pengembangan tenaga kerja sebagai komponen ketiga. Komponen ini menjadi bagian dari rancangan program untuk memperkuat dukungan terhadap pariwisata di destinasi yang dipilih.
Komponen keempat adalah fasilitasi modal swasta. Sementara itu, komponen kelima mencakup manajemen proyek serta pemantauan dan evaluasi.
Kelima komponen tersebut menjadi kerangka pembiayaan kegiatan-kegiatan terarah dalam SQTDP. Melalui kerangka itu, program diarahkan untuk mendukung pariwisata yang berkelanjutan, bernilai tinggi, dan berketahanan.
Enam Destinasi Prioritas
Cakupan geografis SQTDP meliputi enam destinasi pariwisata prioritas. Destinasi tersebut adalah Borobudur–Yogyakarta–Prambanan (BYP), Danau Toba, Lombok, dan Labuan Bajo.
Dua destinasi sasaran lainnya yang baru ditambahkan adalah Raja Ampat dan Bangka Belitung. Dengan penambahan tersebut, SQTDP mencakup enam destinasi pariwisata prioritas di Indonesia.
Program ini menempatkan tata kelola, infrastruktur, tenaga kerja, modal swasta, serta pemantauan dan evaluasi sebagai bagian yang saling terkait dalam mendukung pengembangan pariwisata di seluruh wilayah sasaran.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















