Headline.co.id ~ Investasi Batam senilai tahap awal sekitar US$500 juta atau lebih dari Rp9 triliun mulai diarahkan untuk pengembangan industri teknologi berskala global. Rencana tersebut ditandai dengan peresmian investasi tahap awal dan penandatanganan kerja sama strategis di Kawasan Industri Wiraraja, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (28/10/2026).
Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol. Suhendri menghadiri kegiatan yang melibatkan Kawasan Industri Wiraraja, PT Tynergy Technology Group, serta sejumlah mitra strategis. Pengembangan ini mencakup sektor energi terbarukan, baterai sodium-ion, semikonduktor, dan teknologi manufaktur, sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi di wilayah Galang.
Investasi Batam mencakup industri berteknologi tinggi
Kerja sama tersebut diharapkan memperkuat daya saing industri nasional dan mendorong Batam menjadi salah satu kawasan strategis untuk pengembangan teknologi serta investasi global.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kegiatan itu dihadiri Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura Dr. Hotmangaradja Panjaitan, perwakilan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Djemy Francis, Pangdam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah Mayjen TNI Rionardo, serta Kabinda Kepri Brigjen TNI Andreas Daru Ismantoro.
Pejabat Utama Polda Kepri, Kapolresta Barelang, pimpinan perusahaan, dan pengelola kawasan industri juga hadir dalam agenda tersebut.
Duta Besar Republik Indonesia untuk Singapura Dr. Hotmangaradja Panjaitan menekankan, keberhasilan investasi tidak cukup diukur dari besarnya modal atau terlaksananya penandatanganan kerja sama. Investasi perlu diwujudkan melalui pembangunan fasilitas, operasional industri, penciptaan lapangan kerja, dan manfaat nyata bagi masyarakat.
Karena itu, sinergi pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan diperlukan untuk mengawal investasi agar berjalan sesuai rencana.
Targetkan transfer teknologi dan tenaga kerja lokal
Presiden Direktur PT Tynergy Technology Group Yan Purba menyampaikan, kerja sama tersebut menjadi langkah untuk mendorong Indonesia sebagai pusat produksi, inovasi, dan pengembangan teknologi energi masa depan.
Selain mendatangkan investasi, pengembangan industri ini diharapkan mendukung transfer teknologi dan meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal. Industri berteknologi tinggi tersebut juga dinilai dapat membuka kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk berpartisipasi dalam sektor teknologi.
Dari sisi pengelolaan investasi, Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam Fary Djemy Francis menekankan pentingnya kepastian hukum, kecepatan pelayanan, dan kemitraan yang kuat untuk menjaga kepercayaan investor.
Investasi yang berkualitas, menurut dia, tidak hanya mendatangkan modal. Investasi juga diharapkan menciptakan lapangan kerja, mendorong pertumbuhan usaha pendukung, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Dukungan Polda Kepri untuk iklim investasi
Kehadiran Kapolda Kepri menjadi bentuk dukungan Polda Kepri terhadap terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif serta kepastian hukum bagi keberlangsungan investasi di Kepulauan Riau.
Dukungan itu sejalan dengan Program Prioritas Kapolri Quick Wins 1, Pengungkit 3, yakni Polisi Peduli Pengangguran atau Poliran. Program tersebut mendorong sinergi Polri dengan pemerintah, pengelola kawasan industri, dan investor untuk mendukung penyerapan tenaga kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui pengembangan investasi dan industri, peluang kerja bagi masyarakat lokal diharapkan semakin terbuka. Pertumbuhan industri juga diharapkan berkontribusi terhadap perekonomian daerah.
Agenda di Kawasan Industri Wiraraja ditutup dengan penandatanganan kerja sama strategis dan foto bersama. Kolaborasi berbagai pihak tersebut diharapkan menjadi langkah berkelanjutan untuk memperkuat daya saing industri Batam, memperluas kesempatan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















