Headline.co.id ~ MotoGP Malaysia bukan hanya menghadirkan balapan di Sirkuit Sepang, tetapi juga membuka akses bagi pengunjung untuk menjelajahi Kuala Lumpur dan berbagai destinasi lain di Malaysia. Dalam artikel yang diterbitkan MotoGP pada 29 Oktober 2026, Kuala Lumpur disebut sebagai salah satu tujuan utama bagi wisatawan yang datang saat akhir pekan Grand Prix. Ibu kota Malaysia itu menawarkan perpaduan gedung pencakar langit, kawasan bersejarah, kuliner jalanan, kuil, hingga akses menuju sejumlah destinasi wisata lain. Dengan lebih dari 30 juta kunjungan sepanjang 2026, Malaysia dinilai tetap memiliki daya tarik yang khas meski telah menjadi tujuan populer.
MotoGP Malaysia telah menjadi salah satu acara unggulan negara tersebut selama sekitar empat dekade. Dalam periode itu, Malaysia mengalami perubahan besar, termasuk Kuala Lumpur yang berkembang menjadi salah satu destinasi paling banyak dikunjungi di dunia. Artikel MotoGP menempatkan gelaran di Sepang sebagai kesempatan untuk menikmati akhir pekan balapan sekaligus mengenal lebih jauh ibu kota dan wilayah lain di Malaysia.
Kuala Lumpur dan Ikon Arsitekturnya
Perjalanan disebut dapat dimulai dari Kuala Lumpur, kota yang dikenal sebagai lokasi Menara Kembar Petronas dan Merdeka 118. Menara Kembar Petronas memiliki tinggi masing-masing 451,9 meter dan terdiri atas 88 lantai. Di bawahnya terdapat pusat perbelanjaan kelas atas, sementara jembatan layang dua tingkat yang menghubungkan kedua menara berada di lantai 41 dan 42.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menara tersebut dirancang oleh arsitek Argentina-Amerika, Cesar Pelli, dan rampung pada 1998, setahun sebelum Sepang menjadi rumah permanen MotoGP di Malaysia. Dari dek observasi lantai 86, pengunjung justru dapat melihat lanskap Kuala Lumpur tanpa melihat langsung bangunan menara yang mereka naiki.
Panorama dari ketinggian itu memperlihatkan cakrawala Kuala Lumpur yang terus berubah. Menara Kuala Lumpur atau Menara Tower memiliki tinggi 421 meter dan pernah menjadi bangunan dominan di kota tersebut pada 1996. Sementara itu, Merdeka 118 memiliki tinggi 678,9 meter, menjadikannya gedung tertinggi kedua di dunia setelah Burj Khalifa di Dubai.
Merdeka 118 selesai dibangun pada 2023 dan dibuka pada 2024. Kompleks tersebut mencakup hunian, dek observasi, perkantoran, hotel, dan fasilitas lain. Lokasinya berada tepat di belakang Chinatown serta kawasan hiburan malam Bukit Bintang.
Kuliner Jalanan hingga Kuil di Pusat Kota
Selain menikmati pemandangan dari atas gedung, pengunjung dapat melihat sisi lain Kuala Lumpur melalui kawasan jalanan dan pusat kulinernya. Marini’s on 57 menawarkan suasana di ketinggian, sedangkan Helipad KL memanfaatkan bekas landasan helikopter sebagai bar terbuka pada ketinggian 152 meter.
Namun, daya tarik Kuala Lumpur juga terletak pada kawasan jalanannya. Jalan Alor dikenal sebagai salah satu pusat kuliner jalanan paling terkenal di kota tersebut. Kawasan ini dipenuhi hidangan Malaysia dan makanan dari berbagai wilayah Asia Tenggara.
Di Chinatown, Petaling Street menawarkan deretan toko dan restoran. Jalan Sultan memadukan bangunan lama, bangunan baru, serta bangunan yang telah dipugar. Kawasan itu memungkinkan pengunjung menikmati sarapan, makan siang, dan makan malam di lokasi yang sama. Destinasi lain di sekitarnya meliputi seni jalanan Pasar Karat serta Kasturi Walk yang menghadirkan pasar makanan dan pasar malam.
Setelah menjelajahi pusat kuliner, pengunjung dapat mendatangi sejumlah kuil. Sree Veera Hanuman Temple dan Sri Kandaswamy Temple berada dalam jarak berjalan kaki yang berdekatan. Thean Hou Temple berjarak sekitar 30 menit dari kawasan tersebut, menuju Brickfields yang dikenal sebagai “Little India” dan stasiun kereta KL Sentral.
Batu Caves menjadi salah satu tujuan lain yang disarankan. Lokasinya berada di luar pusat kota sehingga pengunjung memerlukan kendaraan untuk mencapainya. Tempat tersebut disebut menawarkan pemandangan yang spektakuler, meski pengunjung juga diingatkan untuk mewaspadai keberadaan monyet.
Dari Sepang ke Destinasi Lain di Malaysia
Akhir pekan MotoGP di Sepang juga dapat menjadi titik awal untuk mengunjungi sejumlah wilayah lain di Malaysia. Malaka menawarkan kawasan Chinatown, pasar malam, kuil-kuil kuno, Sungai Melaka, serta berbagai lokasi yang membuatnya dikenal sebagai salah satu kota paling berwarna dan memiliki karakter kuat di Malaysia.
Di bagian utara, Ipoh disebut memiliki suasana yang hijau, sedangkan Penang dikenal sebagai pusat kuliner jalanan yang oleh banyak orang dianggap sebagai salah satu yang terbaik di dunia. Pengunjung juga dapat melihat arsitektur kolonial di George Town.
Pilihan lain adalah Borneo, terutama bagi wisatawan yang ingin melihat orangutan. Sementara itu, Pulau Langkawi di utara Malaysia disebut sebagai salah satu destinasi kepulauan yang indah di Asia Tenggara. Artikel MotoGP membandingkannya dengan Koh Phangan di Thailand dan Bali di Indonesia, tetapi menekankan bahwa Langkawi tidak memiliki keramaian yang berorientasi pesta seperti kedua destinasi tersebut.
MotoGP menggambarkan Malaysia dengan slogan “Truly Asia”. Dengan datang untuk menyaksikan Grand Prix di Sepang, pengunjung tidak hanya mendapatkan pengalaman balapan, tetapi juga akses menuju Kuala Lumpur dan berbagai destinasi lain di negara tersebut. MotoGP sebelumnya juga memiliki sejarah di Sirkuit Shah Alam, yang disebut sebagai sirkuit balap pertama mereka di kawasan Kuala Lumpur.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















