Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperluas akses pendidikan anak usia dini (PAUD) melalui kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun, bantuan revitalisasi taman kanak-kanak (TK), dan Program Indonesia Pintar (PIP). Langkah tersebut dilakukan karena sekitar 1.372.947 murid kelas 1 sekolah dasar tercatat belum pernah mengikuti PAUD. Pada 2026, pemerintah mengalokasikan bantuan revitalisasi untuk 13.831 TK dan menyalurkan PIP kepada 888.000 murid TK di berbagai daerah.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan PAUD merupakan fondasi yang memengaruhi kesiapan anak mengikuti pendidikan pada jenjang berikutnya. Ia menyampaikan hal itu saat menghadiri Milad ke-107 TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) dan Milad ke-29 Ikatan Guru Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) di GOR Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (25/10/2026).
“Pendidikan anak usia dini adalah fondasi yang sangat menentukan keberhasilan pendidikan secara keseluruhan,” ujar Abdul Mu’ti.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kesenjangan akses PAUD masih besar
Data Kemendikdasmen mencatat Indonesia memiliki 103.221 satuan TK dengan 3.808.734 murid. Namun, jumlah murid kelas 1 SD yang belum pernah mengikuti PAUD masih mencapai sekitar 1.372.947 anak.
Kondisi tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan akses pendidikan prasekolah. Pemerintah mendorong layanan prasekolah selama satu tahun sebelum anak memasuki sekolah dasar melalui kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun.
Layanan tersebut diharapkan memberi kesempatan kepada anak untuk memperoleh stimulasi perkembangan, mengenal lingkungan belajar, serta membangun kesiapan mengikuti pembelajaran formal. Pendidikan sejak usia dini juga diharapkan membantu anak mengembangkan kemampuan dasar, karakter, dan keterampilan sosial.
Penguatan PAUD menjadi bagian dari upaya pemerintah menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sumber daya manusia unggul sebagaimana tercantum dalam Asta Cita keempat.
Revitalisasi TK dan penyaluran PIP
Untuk mendukung perluasan akses PAUD, Kemendikdasmen mengalokasikan bantuan revitalisasi bagi 13.831 TK pada 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan alokasi pada 2025 yang diberikan kepada 1.355 TK.
Bantuan revitalisasi diarahkan untuk memperkuat sarana dan prasarana pendidikan agar layanan belajar dapat berlangsung dengan lebih baik. Dukungan terhadap satuan pendidikan ini berjalan bersamaan dengan bantuan bagi keluarga melalui PIP.
Pada 2026, pemerintah menyalurkan PIP kepada 888.000 murid TK. Setiap penerima yang memenuhi kriteria memperoleh bantuan sebesar Rp450.000 per tahun untuk mendukung kebutuhan pendidikan.
Kedua program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas kesempatan belajar sekaligus mengurangi hambatan yang dapat membatasi akses anak terhadap pendidikan.
Kualifikasi guru ditingkatkan
Perluasan akses PAUD juga diiringi peningkatan kualitas pendidik. Kemendikdasmen menjalankan program peningkatan kualifikasi akademik guru ke jenjang sarjana atau diploma empat (S1/D4) melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Pada 2025, program tersebut dialokasikan bagi 12.500 guru yang belum memiliki kualifikasi S1/D4. Pada 2026, alokasinya direncanakan meningkat menjadi 150.000 guru.
Abdul Mu’ti mendorong peserta program mengikuti proses pendidikan dengan sungguh-sungguh agar kualifikasi akademik dan kompetensi mereka meningkat. Peningkatan kapasitas guru diharapkan mendukung pembelajaran yang lebih berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak.
Menurut Abdul Mu’ti, pendekatan pembelajaran di PAUD harus memberi ruang bagi anak untuk belajar melalui permainan, eksplorasi, interaksi sosial, dan kegiatan yang menyenangkan.
“Semua teori pendidikan mengatakan bahwa pendidikan anak usia dini itu prinsip pedagogisnya adalah bermain sambil belajar, bukan belajar sambil bermain,” kata Abdul Mu’ti.
Ia mengingatkan agar anak tidak dibebani hafalan berlebihan maupun pekerjaan rumah yang tidak sesuai dengan tahap perkembangannya. Pembelajaran perlu membantu anak mengembangkan kemampuan motorik, bersosialisasi, berimajinasi, serta membangun rasa ingin tahu.
Pendekatan STEAMS dan dukungan Jawa Tengah
Kemendikdasmen juga mengenalkan pendekatan STEAMS yang mencakup Science, Technology, Engineering, Art, Mathematics, dan Sport. Melalui pendekatan tersebut, anak dapat mulai mengenal sains, teknologi, rekayasa, seni, matematika, dan olahraga melalui aktivitas yang sesuai dengan usia mereka.
Konsep matematika, misalnya, dapat diperkenalkan melalui lagu dan permainan. Cara itu membantu anak mengenali angka, warna, gerakan, serta nilai berbagi. Pembelajaran tersebut diharapkan mendukung perkembangan fisik, intelektual, emosional, dan karakter anak secara menyeluruh.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turut menekankan peran pendidikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung penanggulangan kemiskinan.
Menurut Ahmad Luthfi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah setiap tahun memberikan bantuan pendidikan kepada 5.000 anak. Dukungan itu lain mencakup kebutuhan sekolah berupa pakaian, buku, dan seragam melalui 139 sekolah agar anak-anak dapat melanjutkan pendidikan.
Dukungan pemerintah pusat dan daerah dinilai penting untuk mengurangi hambatan ekonomi yang dapat membatasi akses anak terhadap pendidikan. Sinergi tersebut juga diperlukan agar perluasan layanan PAUD dapat menjangkau lebih banyak keluarga.
Melalui Wajib Belajar 13 Tahun, revitalisasi TK, bantuan pendidikan, dan peningkatan kualifikasi guru, Kemendikdasmen berupaya memperkuat fondasi pendidikan sejak usia dini. Pemerintah berharap anak-anak Indonesia memperoleh kesempatan belajar yang lebih merata, tumbuh sesuai tahap perkembangannya, serta memiliki bekal karakter dan kompetensi untuk menghadapi tantangan masa depan menuju Indonesia Emas 2045.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















