Headline.co.id ~ Polresta Bandarlampung mengajak para santri menjaga toleransi, memperkuat persaudaraan, dan merawat persatuan bangsa. Ajakan itu disampaikan Kapolresta Bandarlampung Kombes Pol. Eko Bagus Riyadi saat dikonfirmasi di Bandarlampung, Jumat (23/10/2026). Pesan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 melalui peran santri dalam menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat.
Eko menilai santri memiliki posisi penting dalam menanamkan nilai persatuan dan toleransi. Menurut dia, santri tidak hanya berperan dalam lingkungan pesantren, tetapi juga diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai kebangsaan, kedisiplinan, dan persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari.
Polresta Bandarlampung Tekankan Peran Santri
Kapolresta Bandarlampung mengatakan pesantren bukan sekadar tempat untuk menimba ilmu agama. Pesantren juga menjadi lingkungan yang menanamkan nilai kebangsaan, kedisiplinan, serta semangat persaudaraan kepada para santri.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Nilai-nilai tersebut, kata Eko, perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Penerapan itu diharapkan dapat memperkuat hubungan antarsesama sekaligus menjaga keharmonisan dalam masyarakat yang memiliki beragam pandangan dan latar belakang.
“Santri harus menjaga persatuan bangsa ini serta menanamkan sikap toleransi kepada sesama,” ujar Eko.
Ia menegaskan, keberagaman merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama. Perbedaan pandangan maupun latar belakang, menurut dia, tidak semestinya menjadi alasan bagi masyarakat untuk terpecah belah.
Toleransi untuk Menjaga Kamtibmas
Eko menyebut semangat persaudaraan, toleransi, dan gotong royong diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Sikap tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga persatuan di tengah kehidupan masyarakat yang beragam.
“Perbedaan bukan alasan untuk terpecah belah. Justru dengan semangat persaudaraan, toleransi, dan gotong royong, kita dapat menjaga persatuan serta menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas bukan hanya tanggung jawab kepolisian. Dukungan dan partisipasi masyarakat, termasuk kalangan pesantren, diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang damai dan harmonis.
Dalam konteks itu, santri diharapkan turut berkontribusi melalui sikap toleran, kepedulian terhadap persatuan, serta penerapan nilai-nilai persaudaraan di lingkungan masing-masing. Peran tersebut dinilai penting agar keberagaman tetap menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan.
Momentum Hari Santri Nasional
Eko menyampaikan, momentum Hari Santri Nasional dapat digunakan untuk mengenang perjuangan ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Semangat perjuangan tersebut, lanjutnya, perlu diteruskan oleh generasi muda melalui kontribusi positif bagi bangsa.
Karena itu, ia mengajak para santri untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan zaman. Penguatan kapasitas tersebut diharapkan berjalan seiring dengan penanaman sikap toleransi dan semangat persatuan.
Dengan menjaga toleransi, persaudaraan, dan gotong royong, para santri diharapkan menjadi bagian penting dalam menjaga keutuhan bangsa. Peran itu sekaligus mendukung cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.















