Headline.co.id ~ Bea Cukai, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Bareskrim Polri mengungkap dugaan penyelundupan 1,16 ton ketamin hidroklorida (HCl) yang diangkut kapal MT Global 168. Kapal tersebut diamankan di perairan timur laut Tanjung Siapi-Api, Sumatera Utara, pada Selasa (20/10/2026), setelah operasi gabungan yang disusun berdasarkan analisis bersama. Petugas turut mengamankan delapan awak kapal yang terdiri atas tujuh warga negara Indonesia dan satu warga negara Taiwan. Barang bukti berupa 58 karung yang diduga berisi ketamin kemudian dibawa ke Pelabuhan Belawan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pengungkapan penyelundupan 1,16 ton ketamin itu menjadi bagian dari penguatan sinergi lintas instansi untuk mencegah masuknya narkotika dan obat-obatan terlarang melalui jalur laut. Operasi tersebut melibatkan kapal patroli Bea Cukai BC 20006 dan kapal patroli Baharkam Polri KP Murai 4018.
Analisis Bersama Ungkap Keterkaitan Dua Kapal
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama mengatakan, keberhasilan operasi gabungan menunjukkan pentingnya koordinasi antarlembaga dalam mencegah masuknya narkotika dan obat-obatan terlarang ke Indonesia.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Melalui kerja sama yang berkesinambungan, upaya melindungi masyarakat dari ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba diharapkan semakin optimal,” ujar Djaka dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (24/10/2026).
Menurut Djaka, pengungkapan MT Global 168 berawal dari pengembangan analisis bersama setelah petugas melakukan penegahan terhadap kapal MV Fuchangxing 1 pada September 2026. Analisis terhadap data dan informasi yang dikumpulkan petugas menemukan dugaan keterkaitan MV Fuchangxing 1 dan MT Global 168.
Temuan tersebut menjadi dasar bagi Bea Cukai, BNN, dan Bareskrim Polri untuk melakukan pemantauan bersama. Ketiga instansi kemudian menyusun langkah penindakan terhadap kapal MT Global 168 yang diduga berkaitan dengan pengiriman ketamin.
Operasi Gabungan Mengejar MT Global 168
Pada Senin (19/10/2026), Bea Cukai, BNN, dan Bareskrim Polri menyepakati pelaksanaan operasi untuk mengamankan MT Global 168. Dalam operasi itu, Bea Cukai mengerahkan kapal patroli BC 20006, sedangkan Baharkam Polri mengerahkan KP Murai 4018.
Tim gabungan bertolak dari Dermaga Kuala Tanjung untuk melakukan pengejaran dan menuju titik pertemuan dengan kapal yang menjadi sasaran operasi. Sehari kemudian, pada Selasa (20/10/2026), petugas berhasil mengamankan MT Global 168 di perairan timur laut Tanjung Siapi-Api, Sumatera Utara.
Selain mengamankan kapal, petugas memeriksa keterangan delapan awak kapal. Mereka terdiri atas tujuh warga negara Indonesia dan seorang warga negara Taiwan. Berdasarkan keterangan awak kapal, petugas menemukan 58 karung yang diduga berisi ketamin dengan total berat sekitar 1,16 ton.
MT Global 168 bersama muatannya kemudian dikawal kapal patroli BC 20006 dengan pendampingan KP Murai 4018 menuju Pelabuhan Belawan. Kapal dan barang muatan tersebut dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Asal dan Tujuan Barang Masih Didalami
Penindakan terhadap MT Global 168 dilakukan untuk mempersempit ruang gerak jaringan penyelundupan narkoba melalui jalur laut. Namun, aparat masih perlu mendalami asal barang, tujuan pengiriman, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.
Djaka mengapresiasi jajaran Polri, BNN, dan seluruh petugas gabungan yang terlibat dalam operasi. Ia berharap keberhasilan pengungkapan tersebut dapat mendorong peningkatan pengawasan serta memperkuat pemberantasan penyelundupan narkoba.
Bea Cukai, kata Djaka, akan terus meningkatkan kemampuan deteksi dini dan mempererat koordinasi dengan Polri, BNN, serta instansi terkait. Langkah itu diarahkan untuk mencegah penyelundupan ketamin dan peredaran gelap narkotika.
Bea Cukai juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengawasan perairan dan kerja sama lintas instansi demi mencegah penyelundupan narkotika serta melindungi masyarakat dari bahaya peredaran gelap narkoba.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.














