Headline.co.id ~ Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) menggelar Peruri Digital Summit 2026 di Taman Kota Peruri, Jakarta, Rabu (21/10/2026), untuk mendorong penguatan kedaulatan digital Indonesia. Forum tersebut mempertemukan pembuat kebijakan, pakar industri, dan akademisi guna membahas pembentukan teknologi masa depan serta arsitektur Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Agenda ini digelar karena perkembangan teknologi global menuntut negara memperkuat kemampuan digital agar tidak hanya menjadi konsumen inovasi asing. Pembahasan dalam forum mencakup digitalisasi birokrasi, keamanan siber, pelindungan data, kecerdasan buatan, hingga pengembangan talenta teknologi.
Peruri Digital Summit 2026 juga menjadi bagian dari peran Peruri sebagai pilar GovTech Indonesia. Melalui mandat tersebut, Peruri bertugas mengakselerasi digitalisasi birokrasi nasional secara terintegrasi dan aman.
Rini Widyantini: Teknologi Harus Memperkuat Peran Aparatur
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengatakan, transformasi digital tidak seharusnya hanya diukur dari banyaknya aplikasi yang dibangun pemerintah.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut Rini, keberhasilan adopsi teknologi perlu terlihat dari berkurangnya beban administrasi serta meningkatnya kepuasan masyarakat. Ia juga menolak pandangan bahwa digitalisasi layanan publik semata-mata bertujuan menggantikan peran manusia.
Teknologi, kata dia, harus digunakan sebagai instrumen pendukung untuk meningkatkan efektivitas kerja dan kualitas pengambilan keputusan aparatur negara.
“Kita tidak sedang membangun birokrasi yang menyerahkan tanggung jawabnya kepada mesin. Justru teknologi harus membantu aparatur bekerja lebih berkualitas, sehingga dapat memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat,” tegas Rini.
Pesan tersebut menempatkan akuntabilitas aparatur sebagai bagian penting dalam pembangunan birokrasi digital. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi tetap diarahkan untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik tanpa menghilangkan tanggung jawab manusia dalam melayani masyarakat.
Keamanan Siber dan Identitas Digital
Forum Peruri Digital Summit 2026 turut membahas keamanan siber dan pelindungan privasi data kependudukan. Kolaborasi lintas sektor dinilai diperlukan untuk membangun ekosistem pemerintahan elektronik yang tidak hanya maju secara teknologi, tetapi juga tepercaya di mata publik.
Direktur Utama Peruri Teguh Arief Indratmoko menjelaskan perkembangan institusinya selama lima dekade. Peruri yang pada awalnya berperan sebagai pencetak dokumen fisik strategis, termasuk uang rupiah dan paspor, kini berkembang menjadi penjamin keaslian identitas digital warga.
Perkembangan tersebut dirancang untuk menyelaraskan arah kebijakan Peruri dengan visi kemandirian teknologi tingkat tinggi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Dalam konteks kedaulatan digital, penguasaan industri semikonduktor, kecerdasan buatan, dan infrastruktur mahadata mandiri disebut menjadi faktor penting bagi masa depan bangsa.
Perubahan peran Peruri menunjukkan bahwa penguatan teknologi nasional tidak hanya berkaitan dengan pengembangan aplikasi atau layanan digital. Aspek keaslian identitas, keamanan elektronik, dan kemampuan mengelola infrastruktur data juga menjadi bagian dari ekosistem tersebut.
Kriptografi Pascakuantum hingga Kecerdasan Buatan Etis
Pada hari kedua konferensi, agenda akan diisi sesi kelas ahli yang membahas kriptografi pascakuantum dan penerapan kecerdasan buatan etis. Kegiatan itu disiapkan untuk membedah kesiapan adaptasi terhadap perkembangan teknologi yang terus berubah.
Selain sesi ahli, penyelenggara menggelar pameran teknologi interaktif. Pameran tersebut menampilkan solusi keamanan elektronik mutakhir yang dikembangkan bersama para mitra strategis.
Rangkaian kegiatan ini memperlihatkan perhatian forum terhadap dua sisi transformasi digital, yakni pengembangan teknologi dan tata kelola penggunaannya. Teknologi perlu dikembangkan dengan memperhatikan keamanan, privasi, serta tanggung jawab dalam penerapannya pada layanan publik.
Kompetisi Rancang Bangun Cip Libatkan 338 Mahasiswa
Peruri Digital Summit 2026 juga menjadi wadah pembinaan talenta melalui babak final kompetisi rancang bangun cip tingkat nasional. Kompetisi perangkat keras tersebut diikuti 338 mahasiswa dari 41 perguruan tinggi di berbagai wilayah Indonesia.
Sebanyak lima tim mahasiswa terbaik yang lolos seleksi sebelumnya mengikuti pelatihan intensif di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Penjaringan tersebut diarahkan untuk menemukan talenta yang dapat mendukung kemandirian manufaktur teknologi masa depan.
Pengembangan sumber daya manusia menjadi bagian penting karena siklus inovasi teknologi kerap bergerak lebih cepat dibandingkan proses penyusunan regulasi. Dalam situasi itu, kemampuan birokrasi untuk beradaptasi menjadi salah satu faktor penentu.
Kemitraan inovator teknologi dan perumus kebijakan diharapkan dapat membentuk ekosistem layanan publik yang adaptif, relevan, dan berdaya saing global. (Humas PANRB)
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















