Headline.co.id ~ PSSLEMAN.ID, SURABAYA – Solidaritas kemanusiaan suporter PSS Sleman dan Persebaya Surabaya akan mewarnai pertandingan pekan kelima BRI Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (18/10/2026) sore. Pendukung kedua tim bersepakat menggelar penggalangan dana di stadion untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pelatih Kepala PSS Sleman, Pieter Huistra, menyambut baik rencana tersebut karena menilai hubungan suporter PSS dan Persebaya telah memberi dampak positif bagi sepak bola serta kehidupan sosial. Ia juga mengajak seluruh elemen di stadion ikut berdonasi melalui aksi kemanusiaan itu.
Rencana penggalangan dana tersebut menjadi bagian dari rangkaian pertandingan klasik Persebaya Surabaya dan PSS Sleman. Laga kedua tim era perserikatan itu tidak hanya mempertemukan pemain dalam persaingan di lapangan, tetapi juga menghadirkan kolaborasi suporter dari dua kubu.
Suporter PSS Sleman dan Persebaya, yang dikenal dengan sebutan Bonek untuk pendukung Persebaya, akan mengarahkan perhatian penonton pada persoalan kemanusiaan. Dana yang dihimpun ditujukan untuk membantu masyarakat yang tengah menghadapi dampak karhutla.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pieter Huistra Apresiasi Hubungan Suporter PSS dan Persebaya
Pieter Huistra mengapresiasi hubungan harmonis suporter PSS dan Persebaya. Menurut dia, relasi baik tersebut bukan hal baru dan sebelumnya telah terlihat dalam pertandingan launching tim pada tahun lalu.
“Ya, saya tahu bahwa suporter Sleman dan suporter Persebaya, para Bonek, memiliki hubungan yang sangat baik. Kita bisa melihat hal itu tahun lalu saat pertandingan launching tim; atmosfernya sangat luar biasa kala itu,” kata Pieter dalam konferensi pers menjelang laga, Sabtu (17/10/2026) siang.
Pernyataan tersebut disampaikan Pieter saat menanggapi rencana aksi solidaritas yang disiapkan suporter kedua tim. Ia berharap suasana positif di pendukung PSS dan Persebaya kembali terlihat ketika pertandingan pekan kelima berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo.
Sepak Bola Jadi Sarana Kepedulian
Bagi Pieter, sepak bola memiliki kekuatan untuk mempertemukan berbagai kelompok sekaligus menggerakkan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Karena itu, ia berharap pertandingan PSS dan Persebaya dapat menghadirkan atmosfer yang baik di dalam maupun di luar lapangan.
Ia juga secara khusus menyebut masyarakat di Kalimantan yang terdampak bencana kebakaran sebagai pihak yang perlu dibantu melalui penggalangan dana tersebut.
“Jadi, harapannya besok kita bisa kembali merasakan atmosfer yang bagus. Dan tentu saja, jika kita bisa membantu masyarakat di Kalimantan yang terdampak bencana kebakaran, mari kita semua ikut serta, mengumpulkan uang bersama-sama, dan berdonasi,” ujar Pieter.
Ajakan itu ditujukan kepada seluruh elemen yang hadir di stadion. Pengumpulan dana tersebut diharapkan menjadi bentuk kontribusi bersama dari suporter, penonton, serta pihak-pihak yang berada dalam pertandingan.
Rivalitas Berhenti di Lapangan
Kolaborasi suporter PSS Sleman dan Persebaya menunjukkan sisi lain dari pertandingan sepak bola kasta tertinggi Indonesia. Persaingan kedua tim tetap berlangsung dalam pertandingan, tetapi hubungan antarsuporter dapat menjadi ruang untuk membangun kepedulian sosial.
Rivalitas di lapangan menjadi bagian dari pertandingan selama 90 menit. Di luar persaingan tersebut, suporter kedua tim memilih bekerja sama melalui aksi penggalangan dana untuk masyarakat yang terdampak karhutla.
Dengan demikian, laga Persebaya melawan PSS bukan hanya menjadi agenda pekan kelima BRI Super League 2026/2027. Pertandingan di Stadion Gelora Bung Tomo itu juga menjadi momentum bagi suporter kedua tim untuk menunjukkan solidaritas kemanusiaan dan persaudaraan.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















