Headline.co.id, Jakarta ~ Dewan Asuransi Indonesia (DAI) bersama asosiasi industri asuransi memperkuat literasi asuransi bagi masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui rangkaian Hari Asuransi 2026. Puncak peringatan ke-20 Hari Asuransi digelar di Grha AAJI, Jakarta, Selasa (20/10/2026), dengan edukasi yang diselenggarakan di tujuh titik di sejumlah kota. Langkah ini dilakukan untuk memperkecil kesenjangan literasi sekaligus memperluas inklusi perlindungan asuransi.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Literasi Asuransi Untuk Negeri” dengan subtema “Pahami – Miliki – Lindungi”. Seluruh asosiasi perasuransian di bawah naungan DAI berkomitmen memperkuat edukasi publik agar masyarakat memahami manfaat produk proteksi secara utuh, memiliki produk asuransi, dan memperoleh perlindungan sesuai kebutuhan.
Inklusi Asuransi Naik, Literasi Mengalami Penyesuaian
Berdasarkan Laporan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, tingkat inklusi sektor perasuransian tercatat 29,55 persen. Angka tersebut meningkat dibandingkan posisi SNLIK 2025 yang mencapai 28,50 persen.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Namun, tingkat literasi perasuransian tercatat 42,84 persen atau mengalami penyesuaian dari tahun sebelumnya yang berada di level 45,45 persen. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan DAI dan asosiasi industri menempatkan edukasi sebagai agenda utama dalam peringatan Hari Asuransi 2026.
Ketua DAI Yulius Bhayangkara mengatakan, memasyarakatkan pentingnya berasuransi masih menjadi tantangan. Karena itu, kegiatan literasi dilakukan melalui berbagai saluran dan di sejumlah daerah.
“Melalui berbagai kegiatan literasi di beberapa kota, konferensi pers, hingga pemanfaatan media cetak, online, dan media sosial, kami ingin mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengetahui, tetapi juga memiliki produk asuransi dan merasakan langsung manfaatnya. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap asuransi sebagai instrumen proteksi dapat terus tumbuh, sehingga semakin banyak keluarga dan pelaku usaha yang terlindungi dari risiko di masa depan,” kata Yulius di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Industri Asuransi Catat Aset Rp1.200,55 Triliun
Di tengah upaya memperluas pemahaman masyarakat, industri asuransi nasional mencatat pertumbuhan aset. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Agustus 2026 menunjukkan total aset industri asuransi mencapai Rp1.200,55 triliun atau tumbuh 2,56 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Pada segmen asuransi komersial, total aset tercatat Rp982,18 triliun, meningkat 3,59 persen YoY. Akumulasi pendapatan premi pada segmen tersebut juga tumbuh 2,66 persen YoY menjadi Rp255,40 triliun.
Pendapatan premi asuransi jiwa menjadi salah satu penopang kinerja industri dengan capaian Rp125,75 triliun atau meningkat 7,01 persen YoY. Sementara itu, premi asuransi umum dan reasuransi mencapai Rp99,61 triliun, tetapi mengalami kontraksi 2,35 persen YoY.
Adapun pertumbuhan kontribusi asuransi syariah hingga Agustus 2026 berada di level minus 0,12 persen YoY. Angka tersebut membaik dibandingkan bulan sebelumnya.
Dari sisi permodalan, tingkat Risk Based Capital (RBC) asuransi jiwa tercatat 471,57 persen. RBC asuransi umum dan reasuransi berada di level 331,52 persen. Keduanya berada jauh di atas ambang batas minimum 120 persen.
OJK memproyeksikan pertumbuhan program asuransi hingga akhir 2026 berada pada kisaran 2 persen hingga 4 persen.
Edukasi UMKM Digelar di Tujuh Titik
Ketua Bidang Kanal Distribusi AAJI Hengky Djojosantoso menilai peningkatan literasi dan inklusi asuransi penting untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap perlindungan dari berbagai risiko kehidupan.
“Peningkatan literasi dan inklusi asuransi adalah langkah strategis dalam membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan dari berbagai risiko kehidupan. Asuransi bukan lagi sekadar produk keuangan, melainkan sudah menjadi kebutuhan dasar masyarakat untuk menghadapi risiko yang dapat terjadi kapan saja, seperti bencana alam maupun kecelakaan,” tegas Hengky.
Sementara itu, Ketua Panitia Hari Asuransi 2026 Cicilia Nina Triana mengatakan, rangkaian kegiatan tahun ini turut menyasar pelaku UMKM melalui kerja sama dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
Kegiatan edukasi tersebut dilaksanakan di tujuh titik, yakni dua titik di Semarang serta masing-masing satu titik di Jakarta, Surabaya, Makassar, Manado, dan Denpasar.
Cicilia berharap kolaborasi seluruh asosiasi dan pelaku industri perasuransian dapat mendorong pertumbuhan kepercayaan masyarakat. Menurut dia, edukasi perlu dilakukan secara masif dan berkesinambungan agar asuransi lebih mudah dipahami dan diterima seluruh lapisan masyarakat.
“Melalui kerja bersama seluruh asosiasi dan pelaku industri perasuransian untuk melakukan literasi, kami berharap kepercayaan masyarakat terhadap asuransi dapat terus tumbuh. Edukasi dan literasi asuransi perlu dilakukan secara masif dan berkesinambungan, agar asuransi lebih mudah dipahami dan diterima oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Dengan demikian, masyarakat akan semakin menyadari pentingnya perencanaan keuangan untuk perlindungan, sehingga mampu memberikan rasa aman dan nyaman di masa depan, sekaligus menjadikan asuransi sebagai salah satu pilar penting dalam menjaga ketahanan perekonomian nasional,” pungkas Cicilia Nina.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















