Headline.co.id, Jakarta ~ Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) meningkat dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025. Kenaikan tersebut disampaikan Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i dalam Konferensi Pers Capaian Dua Tahun Kementerian Agama mengawal Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden di Jakarta, Senin (19/10/2026). Menurut Wamenag, penguatan kerukunan umat beragama perlu dilakukan dengan mendorong setiap pemeluk agama semakin memahami dan mengamalkan ajaran agamanya. Ia menilai ketaatan beragama dan kehidupan harmonis dapat saling memperkuat di tengah keberagaman Indonesia.
Kenaikan IKUB sebesar 1,42 poin itu juga melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 untuk 2025, yakni 76,77. Capaian tersebut sekaligus semakin mendekati target akhir RPJMN pada 2029 sebesar 78,25.
Ketaatan Beragama Dinilai Memperkuat Kerukunan
Wamenag mengatakan, pendekatan dalam membangun kerukunan umat beragama kini menekankan pentingnya pemahaman dan pengamalan ajaran agama masing-masing. Menurut dia, ajaran agama dapat menjadi landasan untuk membangun kehidupan harmonis di tengah masyarakat yang majemuk.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Kalau ingin kerukunan umat beragama berjalan dengan baik, maka masing-masing penganut agama, mengutip pendapat Pak Menteri, harus semakin dekat dengan agamanya. Jadi, semakin mereka menaati agamanya, semakin bisa diwujudkan kerukunan beragama,” ujar Wamenag.
Ia menjelaskan, pandangan tersebut sejalan dengan keyakinan Presiden Prabowo Subianto bahwa agama-agama yang diakui keberadaannya di Indonesia memiliki ajaran yang mendorong kehidupan harmonis dalam masyarakat yang berbhinneka.
“Karena Presiden berkeyakinan semua agama yang ada di tanah air ini, memiliki ajaran yang sama tentang keberagaman. Bahwa semua penganutnya diwajibkan membangun harmoni dalam kehidupan yang berbhinneka,” ungkapnya.
Menurut Wamenag, peningkatan IKUB menunjukkan adanya penguatan dalam kehidupan keagamaan dan kerukunan umat beragama. Penguatan itu mencakup pengamalan nilai-nilai agama sekaligus upaya menjaga hubungan harmonis di tengah perbedaan.
Indeks Kesalehan Umat Beragama Turut Meningkat
Selain IKUB, Kementerian Agama mencatat kenaikan Indeks Kesalehan Umat Beragama (IKsUB). Pada 2025, indeks tersebut mencapai 84,20, naik 0,36 poin dibandingkan capaian 2024 sebesar 83,84.
Kenaikan IKUB dan IKsUB menjadi bagian dari capaian Kementerian Agama dalam memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat. Data tersebut menunjukkan peningkatan pada aspek kerukunan dan kesalehan umat beragama berdasarkan indeks yang dicatat Kemenag.
Capaian kerukunan umat beragama juga tercermin dalam tiga survei Poltracking Indonesia. Dalam survei tersebut, upaya menjaga kerukunan umat beragama secara konsisten berada pada urutan pertama dalam evaluasi keberhasilan kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran.
Persentase hasil survei tercatat sebesar 77,8 persen pada Maret 2026, kemudian meningkat menjadi 80 persen pada Mei 2026. Pada Agustus 2026, persentasenya berada di angka 72,5 persen.
Wamenag menilai hasil survei tersebut menunjukkan dampak positif dari upaya memperkuat kehidupan beragama dan kerukunan di Indonesia.
“Ternyata hasilnya mendapat persentase paling tinggi sepanjang sejarah kehidupan beragama di Indonesia,” tuturnya.
Perhatian Presiden terhadap Kehidupan Keagamaan
Dalam konferensi pers tersebut, Wamenag juga menyampaikan perhatian Presiden Prabowo terhadap penyelenggaraan kehidupan keagamaan, termasuk penetapan hari-hari besar keagamaan.
Wamenag menceritakan, Presiden secara langsung menanyakan waktu pelaksanaan ibadah puasa dan Hari Raya Idulfitri. Menurut dia, hal itu menunjukkan perhatian Presiden terhadap kebutuhan umat beragama.
“Beliau menelepon langsung. Kapan puasa, kapan lebaran. Itu saya kira sebuah perhatian sangat serius terhadap kehidupan umat beragama,” kata Wamenag.
Kementerian Agama diharapkan terus memperkuat pemahaman keagamaan dan pengamalan nilai-nilai harmoni sebagai bagian dari upaya menjaga kerukunan umat beragama. Langkah tersebut ditujukan untuk memperkuat kehidupan masyarakat Indonesia yang beragam.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















