Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memperkuat layanan kesehatan melalui pembangunan 66 rumah sakit dan pemulihan fasilitas kesehatan yang terdampak bencana banjir di Sumatera. Program pembangunan rumah sakit tersebut merupakan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan akses layanan kesehatan, terutama di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (3T). Sementara itu, pemulihan fasilitas kesehatan dilakukan setelah bencana berdampak pada hampir 100 rumah sakit, sekitar 1.000 puskesmas, dan sekitar 2.000 puskesmas pembantu (pustu). Kemenkes menargetkan rumah sakit terdampak dapat kembali beroperasi dalam satu bulan dan puskesmas dalam dua setengah bulan.
Program pembangunan rumah sakit tersebut menjadi bagian dari arah pembangunan kesehatan 2025–2029 dan upaya mewujudkan visi Indonesia Maju 2045. Pelaksanaannya berfokus pada peningkatan kapasitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), termasuk menaikkan kelas rumah sakit dari tipe D atau D Pratama menjadi tipe C.
Peningkatan kelas rumah sakit dilakukan melalui penambahan sarana dan prasarana, penyediaan alat kesehatan, serta penguatan sumber daya manusia (SDM) kesehatan. Dengan langkah tersebut, pemerintah menargetkan tersedianya rumah sakit kabupaten yang memiliki fasilitas lebih lengkap dan berkualitas.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Target 66 rumah sakit dalam program Quick Win
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 66 rumah sakit. Pada tahap pertama, 22 rumah sakit telah melaksanakan peletakan batu pertama atau groundbreaking pada periode Januari–Juni 2025.
“Bapak Presiden menargetkan pembangunan 66 rumah sakit. Untuk tahap pertama, sebanyak 22 rumah sakit telah dilakukan groundbreaking pada periode Januari–Juni 2025,” ujar Budi dalam konferensi pers di Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan, Jakarta, 5 Februari 2026.
Menurut Budi, pemerintah juga telah memperoleh persetujuan anggaran untuk pembangunan tambahan 20 rumah sakit pada 2026. Pembangunan itu dilakukan secara bertahap untuk memenuhi target yang telah ditetapkan.
“Ini namanya quick win. Kita ingin janji Presiden kepada masyarakat benar-benar terwujud cepat, dengan rumah sakit yang fasilitasnya setara dengan rumah sakit di kota besar,” tegasnya.
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI dr. Azhar Jaya menjelaskan, Program Quick Win Peningkatan Kualitas Rumah Sakit dirancang untuk memperkuat pelayanan kesehatan rujukan. Fokusnya mencakup peningkatan kelas RSUD dari kelas D atau D Pratama menjadi kelas C, penguatan sarana dan prasarana, penyediaan alat kesehatan, serta peningkatan kapasitas SDM kesehatan.
Program itu juga diarahkan untuk mempercepat layanan rujukan bagi empat kelompok penyakit katastropik utama, yakni kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi (KJSU). Setiap kabupaten/kota ditargetkan memiliki RSUD dengan kompetensi layanan KJSU tingkat madya.
Pemulihan rumah sakit terdampak banjir Sumatera
Selain membangun dan meningkatkan kapasitas rumah sakit, Kemenkes mempercepat pemulihan fasilitas kesehatan yang terdampak bencana banjir di wilayah Sumatera. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan layanan kesehatan tetap tersedia selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi berlangsung.
Budi menyampaikan dampak bencana tersebut dalam konferensi pers di Posko Nasional Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam untuk Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Kementerian Dalam Negeri, Kamis (15/10/2026).
Ia menegaskan rumah sakit merupakan fasilitas vital yang harus tetap memberikan pelayanan, termasuk saat terjadi bencana. Karena itu, Kemenkes bergerak untuk mengaktifkan kembali fasilitas kesehatan yang terdampak.
“Jadi kita bergerak cepat dan alhamdulillah rumah sakit kita bisa operasikan kembali semuanya dalam waktu satu bulan,” kata Budi pada Kamis (15/10/2026).
Setelah operasional rumah sakit dipulihkan, pemerintah menargetkan layanan puskesmas dapat kembali berjalan. Menurut Budi, pemulihan puskesmas ditargetkan selesai dalam waktu dua setengah bulan.
“Puskesmas ini dalam dua setengah bulan kita bisa mengoperasionalkan mereka kembali,” ujar Budi.
Pemulihan fasilitas kesehatan berlangsung hingga 2027
Secara keseluruhan, pemulihan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak bencana Sumatera dilakukan secara bertahap hingga 2027. Pemulihan tersebut mencakup rumah sakit, puskesmas, dan pustu agar masyarakat dapat kembali mengakses pelayanan kesehatan.
Pembangunan rumah sakit melalui program Quick Win dan pemulihan fasilitas kesehatan pascabencana menjadi bagian dari upaya Kemenkes memperkuat sistem pelayanan kesehatan nasional. Kedua langkah tersebut diarahkan untuk memperluas akses layanan rujukan sekaligus menjaga keberlangsungan layanan kesehatan dalam kondisi darurat.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















