Headline.co.id, Boven Digoel ~ Pemerintah Kabupaten Boven Digoel melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengadakan sosialisasi terkait komunikasi, informasi, dan edukasi kebencanaan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Acara tersebut berlangsung di Aula Meranti, Jalan Arimop, Kabupaten Boven Digoel, pada Selasa, 12 Mei 2026, dan dihadiri oleh pimpinan serta perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), unsur TNI-Polri, Basarnas, pemadam kebakaran, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan masyarakat kampung, serta peserta lainnya.
Ketua panitia, Nurwahidah, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai ancaman bencana, kesiapsiagaan, serta langkah mitigasi dan penanggulangan bencana. “Kegiatan ini juga bertujuan mendorong peran aktif masyarakat dan pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana,” ujarnya saat membacakan laporan panitia.
Pelaksanaan kegiatan ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana, serta Dokumen Pelaksanaan Anggaran BPBD Kabupaten Boven Digoel Tahun Anggaran 2026. Dalam sosialisasi tersebut, peserta menerima materi mengenai gambaran umum kebencanaan, mitigasi bencana, kesiapsiagaan, langkah penanganan saat terjadi bencana, hingga peran masyarakat dalam penanggulangan bencana.
Nurwahidah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan dan berharap sosialisasi ini dapat meningkatkan kesiapan masyarakat menghadapi situasi darurat. Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala BPBD Kabupaten Boven Digoel, Ape Itim, menyatakan bahwa wilayah Boven Digoel memiliki potensi ancaman bencana yang disebabkan oleh faktor alam maupun nonalam, seperti kebakaran hutan dan lahan serta perubahan cuaca ekstrem.
Menurut Ape Itim, penanggulangan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. “Peran aktif OPD, TNI, Polri, Basarnas, dan masyarakat sangat dibutuhkan dalam mewujudkan daerah yang tangguh terhadap bencana,” katanya. Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik, aktif berdiskusi, serta menyebarluaskan informasi yang diperoleh kepada masyarakat agar kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bencana semakin meningkat.
Kegiatan sosialisasi tersebut dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan, Jefri Hani Ishak Nirahua, yang mewakili Bupati Boven Digoel. Dalam sambutannya, Jefri menegaskan bahwa sosialisasi kebencanaan sangat penting untuk menambah pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai penanggulangan bencana, baik bencana alam maupun bencana sosial. “Saat terjadi bencana, bukan hanya BPBD yang bekerja, tetapi seluruh pihak harus terlibat, termasuk TNI, Polri, Basarnas, dan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan anggaran dalam penanggulangan bencana agar pemerintah daerah lebih siap menghadapi situasi darurat di masa mendatang. Jefri mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan hingga selesai agar ilmu dan pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun saat menghadapi situasi kebencanaan.




















