Headline.co.id ~ Headline.co.id, Katikutama, Sumba Tengah – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI) Sjafrie Sjamsoeddin meninjau Marshalling Area Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 930/Toda Tebi di Katikutama, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur, Jumat (16/10/2026). Dalam kunjungan kerja tersebut, Sjafrie menekankan peran prajurit sebagai pengawal kedaulatan sekaligus bagian dari pembangunan wilayah. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi kesatrian, kesiapan operasional, pangkalan, dan asrama Yonif TP 930/Toda Tebi. Batalyon itu merupakan pasukan TNI AD pertama yang ditempatkan secara permanen di Kabupaten Sumba Tengah.
Rangkaian kegiatan Menhan Sjafrie di Yonif TP 930 diawali pertemuan silaturahmi dengan Asisten Daerah 2 Kabupaten Sumba Tengah Lukas Wolu dan jajaran pemerintah daerah setempat. Setelah itu, Menhan menerima paparan dari Komandan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 930/Toda Tebi mengenai kondisi kesatrian serta kesiapan operasional prajurit.
Menhan kemudian meninjau pangkalan dan asrama sebelum memberikan pengarahan secara langsung kepada ratusan prajurit Yonif TP 930/Toda Tebi. Dalam pengarahan itu, ia mengapresiasi kesiapsiagaan dan semangat prajurit muda yang mendapat penugasan pertama di Sumba Tengah.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Yonif TP 930 Jadi Pasukan TNI AD Pertama di Sumba Tengah
Sjafrie menyebut penempatan Yonif TP 930/Toda Tebi secara permanen di Sumba Tengah sebagai bagian dari sejarah penugasan TNI AD di wilayah tersebut. Ia mengatakan pangkalan dan tempat pengabdian para prajurit diberikan oleh rakyat melalui negara.
“Kunjungan ini adalah bentuk penghormatan dan dukungan negara kepada kalian, prajurit-prajurit muda yang mendapat kehormatan bertugas pertama kali di Sumba Tengah. Pangkalan dan tempat pengabdian ini diberikan oleh rakyat melalui negara. Tugas kalian adalah membuktikan pengabdian terbaik untuk membela dan mempertahankan kedaulatan NKRI!” tegas Menhan Sjafrie.
Ia juga mengingatkan prajurit untuk menjalankan tugas dengan berpegang pada identitas TNI sebagai kekuatan yang menyatukan masyarakat di wilayah kepulauan. Menurut Sjafrie, perbedaan suku tidak boleh menjadi pemisah di dalam satuan.
“Kalian adalah prajurit Bhinneka Tunggal Ika! Di dalam batalyon ini tidak ada lagi suku-suku, semua menyatu menjadi satu kesatuan Tentara Nasional Indonesia,” kata Sjafrie.
Diminta Buktikan Slogan Batalyon
Dalam pengarahan tersebut, Menhan juga meminta prajurit memegang teguh slogan Batalyon “Setia, Tangguh, Wibawa”. Ia menekankan bahwa slogan itu tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui kemampuan dan kesiapan prajurit.
“Jangan hanya diucapkan di mulut, tapi buktikan dengan keandalan menembak, beladiri, patroli, serta kesiapan menjalankan fungsi teritorial pembangunan!” pesan Menhan.
Selain memiliki kompi tempur, Yonif TP 930/Toda Tebi memiliki kompi fungsional di bidang pertanian, peternakan, kesehatan, dan konstruksi. Menurut Menhan, kualifikasi ganda tersebut didukung peralatan modern agar prajurit dapat membantu mengatasi kesulitan warga Sumba Tengah serta mendukung program pembangunan pemerintah daerah.
Peran tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan fungsi teritorial pembangunan yang diemban Yonif TP 930/Toda Tebi. Dalam menjalankan tugasnya, prajurit tidak hanya dituntut siap secara operasional, tetapi juga mampu memberi dukungan sesuai bidang fungsional yang dimiliki batalyon.
Menhan Ingatkan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit
Sjafrie mengingatkan para prajurit bahwa dukungan rakyat menjadi dasar keberadaan mereka dalam menjalankan tugas. Ia meminta seluruh personel menjaga disiplin, mematuhi komando pimpinan, serta memastikan kehadiran batalyon memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat di sekitarnya.
“Rakyat adalah orang tua kalian yang telah menyerahkan kalian kepada negara. Seluruh pakaian, perlengkapan, dan pangkalanmu berasal dari rakyat. Pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI. Jaga disiplin, patuhi komando pimpinan, dan buat masyarakat di sekelilingmu merasa aman serta nyaman atas kehadiran Batalyon ini,” ujar Sjafrie.
Dalam kunjungan kerja itu, Menhan didampingi Wakil Menteri Pertahanan Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi, Sekretaris Jenderal Kemhan, Inspektur Jenderal Kemhan, serta Komandan Korem 161/Wira Sakti.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.

















