Headline.co.id, Jepara ~ Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) melakukan penanganan darurat di Bendung Karet Welahan Bum, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, untuk menjaga pasokan air irigasi dan mencegah intrusi air laut selama proses rehabilitasi berlangsung. Penanganan dilakukan dengan membangun bendung sementara menggunakan sandbag pada tubuh bendung. Dalam keterangannya pada Kamis (23/7/2026), Kemen PU menyebut langkah tersebut diperlukan agar kualitas dan elevasi air tetap terjaga sehingga kebutuhan air masyarakat dan layanan irigasi tidak terganggu.
Pembangunan bendung sementara dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dengan menyiagakan personel, satu unit excavator, dump truck, material sandbag, serta bronjong pasir yang diisi tanah sebagai sekat sementara. Pemerintah Kabupaten Jepara turut mendukung pekerjaan tersebut dengan menyediakan satu unit excavator PC45.
Bendung Sementara Cegah Perembesan Air Laut
Sandbag dipasang pada tubuh bendung untuk mencegah perembesan air laut ke saluran air tawar. Dengan cara itu, Kemen PU berupaya mempertahankan kondisi air selama bendung utama menjalani rehabilitasi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Penanganan darurat tersebut diharapkan dapat menjaga fungsi Bendung Karet Welahan tetap optimal. Pelayanan sumber daya air kepada masyarakat juga diupayakan terus berjalan sampai pekerjaan rehabilitasi selesai.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan, pengelolaan sumber daya air memiliki peran penting dalam mendukung produktivitas pertanian dan mewujudkan swasembada pangan yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau atau perubahan iklim,” ujar Dody.
Layani Irigasi 1.666 Hektare
Bendung Karet Welahan dibangun pada 1995 dan memiliki kapasitas tampung sekitar 2,6 juta meter kubik. Infrastruktur tersebut melayani daerah irigasi Kedungsemat dengan luas 1.666 hektare.
Selain untuk kebutuhan irigasi, bendung itu menyediakan air baku bagi PDAM Jepara sebesar 50 liter per detik. Pasokan tersebut melayani sekitar 5.000 kepala keluarga.
Besarnya cakupan layanan membuat keberlanjutan fungsi bendung menjadi penting bagi kebutuhan air masyarakat dan produktivitas pertanian di Kabupaten Jepara. Karena itu, pembangunan bendung sementara dilakukan agar pelayanan tetap berjalan selama proses perbaikan.
Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Daerah
BBWS Pemali Juana dan Pemerintah Kabupaten Jepara bekerja sama mempercepat pemasangan bendung sementara. BBWS menyiapkan personel dan sejumlah peralatan, sedangkan pemerintah kabupaten menyediakan excavator PC45 untuk mendukung pekerjaan di lokasi.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari penanganan darurat untuk menjaga layanan air masyarakat di tengah tantangan musim kemarau dan perubahan iklim yang semakin tidak menentu. Pemerintah juga menempatkan langkah itu sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kementerian PU berharap rehabilitasi Bendung Karet Welahan dapat diselesaikan tepat waktu. Setelah rehabilitasi rampung, fungsi bendung diharapkan kembali optimal dalam memenuhi kebutuhan air masyarakat sekaligus mendukung produktivitas pertanian di Kabupaten Jepara.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.
















