Headline.co.id ~ Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan seluruh fasilitas kesehatan (faskes) terdampak bencana alam di Sumatra pulih sepenuhnya pada 2027. Faskes tersebut mencakup rumah sakit, puskesmas, dan puskesmas pembantu (pustu). Pemerintah mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi agar seluruh faskes terdampak dapat kembali beroperasi melayani masyarakat pada 2026. Target itu disampaikan Budi dalam konferensi pers perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas kesehatan pascabencana alam Sumatra di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Kamis (15/10/2026).
“Saya juga harapkan 2026 semua faskes sudah bisa beroperasi,” ujar Budi.
Hampir 100 Rumah Sakit Sempat Terdampak
Budi mengatakan bencana alam yang melanda Sumatra menyebabkan hampir 100 rumah sakit dan ribuan puskesmas mengalami kerusakan. Kondisi tersebut membuat sejumlah fasilitas kesehatan terhenti operasionalnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Namun, pemerintah melakukan upaya pemulihan secara cepat. Dalam kurun waktu satu bulan setelah bencana, sejumlah rumah sakit telah kembali beroperasi.
“Layanan kesehatan tidak boleh berhenti meski terdampak bencana,” kata Budi.
Pernyataan tersebut disampaikan Budi dalam konferensi pers yang digelar bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Forum itu membahas perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas kesehatan setelah bencana alam di Sumatra.
Ribuan Puskesmas dan Pustu Kembali Aktif
Selain rumah sakit, pemulihan juga dilakukan terhadap puskesmas dan pustu di kawasan terdampak bencana. Dalam waktu 2,5 bulan pascabencana, kurang lebih 1.000 puskesmas dilaporkan telah kembali aktif memberikan pelayanan kesehatan kepada warga.
Sekitar 2.000 pustu di wilayah terdampak juga telah kembali beroperasi. Fasilitas-fasilitas tersebut kembali digunakan untuk melayani kebutuhan kesehatan masyarakat di kawasan yang terkena dampak bencana.
Pemerintah menargetkan seluruh faskes terdampak dapat beroperasi secara optimal pada 2026. Sementara itu, pemulihan secara menyeluruh ditargetkan selesai pada 2027.
Apresiasi untuk Tenaga Medis
Dalam kesempatan tersebut, Budi menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kinerja tenaga medis yang bertugas di lokasi bencana. Menurut dia, para tenaga kesehatan tetap menjalankan pelayanan meski turut terdampak bencana.
“Tenaga medis seperti dokter juga ada yang tinggal di rumah sakit karena rumahnya terdampak bencana,” katanya.
Keterangan itu menggambarkan kondisi tenaga medis yang tetap berada di fasilitas kesehatan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat terus berjalan. Pemerintah menegaskan percepatan pemulihan dilakukan agar layanan kesehatan di wilayah terdampak dapat kembali berfungsi secara optimal.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















