Headline.co.id, Jakarta ~ Headline.co.id, Jakarta, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mendorong Bali Tech Week (BTW) 2026 menjadi ruang pertemuan investor dan perusahaan rintisan atau startup Indonesia. Ajang yang digelar pada 19–23 Oktober 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Bali, itu disiapkan untuk membuka peluang investasi dan menghasilkan kerja sama bisnis konkret. Melalui Hub.id, penyelenggara akan mempertemukan 80 perusahaan modal ventura dengan startup Indonesia, sementara Indonesia Game Development Exchange (IGDX) mempertemukan investor dengan pengembang gim nasional. Rangkaian kegiatan tersebut juga menargetkan sekitar 5.000 pengunjung dari 37 negara.
Rencana itu disampaikan Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi Edwin Hidayat Abdullah dalam konferensi pers Road to Bali Tech Week 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026). Menurut Edwin, BTW 2026 tidak hanya diarahkan sebagai forum diskusi teknologi, tetapi juga sebagai wadah yang mempertemukan pelaku industri dengan calon mitra bisnis dan investor.
Hub.id Per mempertemukan Investor dan Startup
Edwin mengatakan, salah satu mekanisme yang disiapkan dalam Bali Tech Week 2026 ialah Hub.id. Program tersebut dirancang untuk mempertemukan perusahaan modal ventura dengan startup Indonesia dalam rangka membuka peluang investasi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Hub ID itu didesain adalah mempertemukan 80 venture capital dengan startup-startup Indonesia,” ujar Edwin.
Selain Hub.id, penyelenggara menghadirkan IGDX untuk mempertemukan investor dengan pengembang gim nasional. Kehadiran dua platform tersebut memperluas ruang pertemuan bagi pelaku ekosistem digital, terutama perusahaan rintisan, investor, dan pengembang gim.
Penyelenggara juga menyiapkan pertemuan bisnis satu lawan satu atau one-on-one meeting, ruang pertemuan khusus, serta kegiatan jejaring. Fasilitas itu disiapkan agar peserta tidak hanya mengikuti sesi pemaparan, tetapi juga dapat membangun komunikasi dan membahas peluang kerja sama secara langsung.
“Bukan hanya sekadar mendengarkan speakernya, tapi adalah terjadinya one-on-one meeting yang memang kita siapkan di venue,” kata Edwin.
Menurut Edwin, interaksi yang berlangsung selama acara diharapkan dapat berlanjut menjadi kesepakatan kerja sama dan pengembangan proyek. Dengan pendekatan tersebut, Bali Tech Week diharapkan memberi manfaat langsung bagi perusahaan teknologi, investor, dan pelaku usaha lokal.
Kolaborasi Ekosistem Digital Jadi Kunci
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, penguatan ekonomi digital Indonesia membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah, industri, investor, inovator, dan komunitas dinilai memiliki peran dalam membangun ekosistem digital yang mendukung pertumbuhan usaha serta investasi.
Meutya menegaskan, kepercayaan investor tidak dapat dibangun oleh pemerintah sendiri. Menurut dia, kepercayaan tersebut perlu dibentuk melalui kerja bersama seluruh unsur dalam ekosistem digital.
“Ini adalah kerja-kerja kolaboratif yang memerlukan banyak pihak. Jadi yang teman-teman lihat ini salah tiga, salah empat, salah limanya yang ikut dalam giat ini. Tapi tidak hanya dari BUMN ataupun perusahaan, investor, komunitas,” ujar Meutya.
Ia menyampaikan, nilai ekonomi digital Indonesia mencapai sekitar USD99 miliar pada 2025 dengan pertumbuhan sebesar 14 persen. Potensi tersebut menjadi modal untuk mendorong perkembangan ekonomi digital sekaligus memperkuat daya tarik investasi di Indonesia.
Kemkomdigi Soroti Kepastian Regulasi
Selain memperluas akses investasi, Meutya menekankan pentingnya kepastian regulasi, persaingan usaha yang sehat, serta perlindungan masyarakat dalam pengembangan ekosistem digital. Menurutnya, kondisi tersebut diperlukan agar inovasi dan investasi dapat tumbuh serta memberikan manfaat bagi pelaku usaha dalam negeri.
Bali Tech Week 2026 juga diharapkan menjadi ruang bagi pemerintah untuk memperoleh masukan dari industri dan pihak lain mengenai regulasi. Masukan tersebut diperlukan agar kebijakan yang diterbitkan dapat dipahami dan diprediksi oleh pelaku industri maupun investor.
“Kami juga memastikan bahwa dalam event ini kita ingin mendapat banyak masukan mengenai regulasi. Jadi regulasi kita ingin hadir dengan masukan banyak pihak termasuk industri sehingga regulasi yang akan kita keluarkan adalah regulasi yang tidak membuat kaget, regulasi yang terprediksi dan sehingga investor akan nyaman,” ujar Meutya.
Bali Tech Week 2026 Hadirkan 13 Kegiatan
Bali Tech Week 2026 akan mengintegrasikan 13 kegiatan yang mencakup berbagai sektor ekosistem digital. Topik yang diangkat meliputi konektivitas, keamanan siber, tata kelola platform, kecerdasan artifisial, hingga gim.
Rangkaian kegiatan pada 19–23 Oktober 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Bali, tersebut ditargetkan dihadiri sekitar 5.000 pengunjung dari 37 negara. Pertemuan lintas sektor dan negara itu diharapkan memperluas jejaring, meningkatkan peluang investasi, serta mendorong kerja sama yang mendukung pertumbuhan industri digital nasional.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















