Highlight Berita:
Headline.co.id, Padang ~ Warga kawasan Guo, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat, mulai membersihkan lumpur dari rumah mereka pada Minggu (11/10/2026), sehari setelah banjir bandang menerjang sejumlah kawasan. Material banjir yang mengendap di dalam rumah harus dibersihkan agar tempat tinggal kembali dapat digunakan. Banjir bandang Kota Padang yang terjadi pada Sabtu (10/10/2026) telah merendam ratusan rumah, merusak sejumlah bangunan, dan memutus akses jalan. Di tengah upaya pemulihan tersebut, warga juga menghadapi dampak kerusakan infrastruktur yang mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kegiatan membersihkan rumah menjadi salah satu gambaran kondisi pascabanjir di kawasan Guo. Setelah banjir menerjang permukiman, warga harus menangani sisa material yang terbawa aliran air sebelum dapat kembali menjalankan kegiatan di rumah secara normal.
Warga Guo Mulai Membersihkan Rumah dari Lumpur
Pada Minggu (11/10/2026), warga di wilayah Guo mulai mengeluarkan dan membersihkan lumpur yang tertinggal di dalam rumah. Langkah tersebut dilakukan untuk memulihkan kondisi tempat tinggal setelah diterjang banjir bandang sehari sebelumnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Lumpur yang mengendap menjadi salah satu dampak langsung banjir terhadap lingkungan permukiman. Meskipun air telah melewati kawasan terdampak, pekerjaan membersihkan material sisa banjir masih harus dilakukan warga.
Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa dampak bencana tidak berhenti ketika banjir mulai surut. Rumah yang sebelumnya terendam membutuhkan pembersihan agar dapat kembali dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
Upaya warga membersihkan rumah berlangsung bersamaan dengan persoalan kerusakan bangunan dan infrastruktur. Jalan yang terputus serta kerusakan sarana pengendali air menjadi bagian dari dampak banjir yang masih memerlukan penanganan.
Ratusan Rumah Terendam dan Lima Bangunan Mengalami Kerusakan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang mencatat sebanyak 498 jiwa di dua kecamatan terdampak banjir bandang. Sebanyak 120 rumah dilaporkan terendam, sementara empat rumah mengalami rusak sedang dan satu rumah lainnya mengalami rusak berat.
Data tersebut menunjukkan bahwa dampak bencana mencakup rumah yang tergenang maupun bangunan yang mengalami kerusakan fisik. Kondisi masing-masing rumah menjadi bagian penting dalam proses pemulihan lingkungan tempat tinggal warga.
Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, juga menyampaikan catatan mengenai dampak banjir bandang pada Minggu (11/10/2026).
"Total dampak di Kota Padang mencakup hampir 500 warga terdampak dan lebih dari 120 rumah terendam di seluruh titik," tulis Daryono.
Dalam rincian Daryono, wilayah Kuranji tercatat memiliki 245 jiwa terdampak dan 60 rumah terendam. Sementara itu, Koto Tangah mencatat 208 jiwa terdampak, sedangkan wilayah Nanggalo sebanyak 45 jiwa.
Rincian tersebut menggambarkan sebaran dampak yang dicatat IABI, sementara pendataan BPBD yang tersedia menyebutkan dua kecamatan. Perbedaan cakupan itu belum dijelaskan lebih lanjut dalam keterangan yang tersedia.
Akses Jalan Terputus Menambah Kesulitan Warga
Selain membersihkan rumah, warga menghadapi persoalan akses jalan yang terputus akibat banjir bandang. Salah satu lokasi yang mengalami gangguan berada di sekitar PDAM GUO, Kecamatan Kuranji.
Daryono melaporkan jalan masyarakat di kawasan tersebut terputus setelah diterjang banjir. Kondisi ini menambah kesulitan warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus menjadi tantangan bagi penanganan pascabencana.
Di wilayah Kuranji, tanggul Sungai Lapau Munggu juga dilaporkan jebol. Selain kerusakan tanggul, banjir menyebabkan kerusakan bendungan yang menambah persoalan infrastruktur setelah bencana.
Menurut Daryono, kerusakan berbagai infrastruktur tersebut berpotensi menimbulkan dampak lanjutan bagi masyarakat terdampak.
"Adanya potensi dampak berantai. Kerusakan tanggul dapat memperluas genangan, kerusakan jalan menghambat evakuasi, sedangkan gangguan akses ke infrastruktur air bersih dapat mempersulit pelayanan masyarakat," kata Daryono.
Pernyataan tersebut merupakan penilaian mengenai potensi gangguan lanjutan. Bahan yang tersedia belum menjelaskan adanya penghentian layanan air bersih, sehingga kondisi tersebut tidak dapat dinyatakan sebagai dampak yang sudah terjadi.
Pemulihan Berlangsung Setelah Ratusan Warga Terdampak
Penanganan banjir bandang juga mencakup evakuasi warga. Berdasarkan catatan Daryono, sebanyak 238 jiwa telah dievakuasi oleh tim gabungan menggunakan perahu penyelamatan dan kendaraan operasional.
Mengenai korban jiwa, Daryono menyebutkan bahwa berdasarkan keterangan Kepala BPBD Kota Padang pada Minggu pagi, tidak dilaporkan adanya korban meninggal dunia.
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) sebelumnya melaporkan banjir terjadi sekitar pukul 14.25 WIB pada Sabtu, setelah hujan lebat mengguyur Kota Padang sejak sekitar pukul 12.00 WIB.
Hujan lebat tersebut diduga meningkatkan debit aliran sungai hingga melampaui kapasitas di sejumlah lokasi. Namun, penyebab kerusakan rumah dan jalan masih memerlukan survei lapangan sebagaimana disampaikan Daryono.
Hingga Minggu, warga kawasan terdampak masih berupaya membersihkan material sisa banjir. Di Guo, pembersihan lumpur dari dalam rumah menjadi bagian dari usaha warga untuk memulihkan tempat tinggal dan melanjutkan kembali aktivitas mereka setelah banjir bandang Kota Padang.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.


















