Headline.co.id, Padang ~ Kota Padang berupaya memperkuat ekonomi daerah dan menciptakan lapangan kerja baru dengan mendorong perguruan tinggi untuk berperan lebih besar dalam mencetak wirausaha muda yang adaptif dan inovatif. Komitmen ini diwujudkan melalui acara Smart Entrepreneur Expo 2026 yang diinisiasi oleh Universitas Eka Sakti–Akademi Akuntansi Indonesia (UNES-AAI) Padang pada Sabtu (13/6/2026). Acara tersebut melibatkan sekitar 800 mahasiswa yang tergabung dalam 80 kelompok usaha, menampilkan berbagai produk inovatif hasil dari mata kuliah kewirausahaan.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menilai bahwa langkah kampus yang mewajibkan pendidikan kewirausahaan lintas program studi adalah strategi yang tepat untuk memperkuat fondasi ekonomi masa depan. “Sumatra Barat memiliki tradisi saudagar yang kuat. Tantangan hari ini adalah bagaimana generasi muda tidak hanya memiliki semangat berwirausaha, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar,” ujar Fadly.
Menurut Fadly, semangat kewirausahaan menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan ekonomi yang terus berubah. Generasi muda tidak lagi cukup hanya berorientasi sebagai pencari kerja, tetapi perlu didorong menjadi pencipta peluang kerja baru. Ia mengungkapkan bahwa sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Padang menunjukkan tren pertumbuhan positif dengan sekitar 47 ribu pelaku usaha dan perputaran ekonomi mencapai Rp900 miliar, yang sebagian besar ditopang sektor kuliner.
Potensi besar tersebut mendorong Pemerintah Kota Padang untuk memperkuat ekosistem usaha melalui Program Unggulan (Progul) UMKM Naik Kelas, yang difokuskan pada peningkatan daya saing pelaku usaha. “Pemko Padang akan terus mendorong lahirnya pelaku usaha muda yang berdaya saing melalui peningkatan kualitas produk, sertifikasi, inovasi teknologi, dan kemasan yang lebih modern,” katanya. Ia juga mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan program Rumah Wirausaha, yang menyediakan pendampingan bisnis, fasilitasi perizinan, promosi, hingga dukungan pengembangan usaha bagi UMKM pemula.
Sementara itu, Rektor UNES-AAI Padang, Sufyarma Marsidin, menegaskan bahwa kewirausahaan telah menjadi program unggulan kampus yang wajib diikuti seluruh mahasiswa. Menurutnya, pembelajaran kewirausahaan harus melampaui teori dan diwujudkan dalam praktik nyata. “Melalui expo ini, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori kewirausahaan, tetapi juga mempraktikkan langsung proses pengembangan produk, pemasaran, hingga pengelolaan usaha,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam melahirkan lulusan yang mampu beradaptasi dengan dinamika ekonomi global sekaligus menciptakan nilai tambah bagi masyarakat. Ketua Pelaksana Smart Entrepreneur Expo 2026, Raja Rima Saputra, menjelaskan bahwa pameran tahun ini menghadirkan beragam produk karya mahasiswa, mulai dari makanan dan minuman, jasa, hingga produk barang jadi. Keragaman tersebut mencerminkan meningkatnya kreativitas mahasiswa dalam membaca kebutuhan pasar dan menerjemahkannya menjadi peluang bisnis.
Di tengah ketatnya persaingan kerja dan perubahan lanskap ekonomi digital, investasi pada kewirausahaan kampus menjadi langkah strategis. Bagi Kota Padang, lahirnya wirausaha muda bukan hanya soal bisnis baru, tetapi juga tentang menciptakan mesin pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih berkelanjutan.























