Headline.co.id, Jakarta ~ Menteri Agama Nasaruddin Umar menghadiri resepsi peringatan Hari Nasional ke-96 Kerajaan Arab Saudi di Jakarta, Rabu (23/9/2026). Dalam acara tersebut, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN Faisal Abdullah H. Amodi menegaskan hubungan Saudi-Indonesia terus berkembang. Perkembangan itu ditopang fondasi sejarah, keagamaan, kebudayaan, dan kepentingan bersama kedua negara. Penguatan hubungan dilakukan melalui perluasan kerja sama di bidang investasi, perdagangan, energi, pariwisata, pendidikan, dan kebudayaan.
Hubungan Saudi-Indonesia Mencakup Berbagai Bidang
Dubes Faisal mengatakan, hubungan Saudi dan Indonesia telah terbangun dalam waktu panjang dan terus berkembang di berbagai bidang. Kedekatan kedua negara, menurut dia, tidak hanya ditopang hubungan antarpemerintah, tetapi juga kedekatan masyarakat serta ikatan keagamaan dan budaya yang kuat.
“Hubungan ini telah berkembang selama beberapa dekade mencakup bidang politik, ekonomi, dan pembangunan. Hubungan Saudi-Indonesia dalam beberapa tahun terakhir telah menyaksikan dinamika yang semakin meningkat, yang mencerminkan tekad bersama para pemimpin kedua negara untuk membawanya ke cakrawala yang lebih luas, terutama di bidang investasi, perdagangan, energi, pariwisata, pendidikan, dan kebudayaan,” ujar Faisal.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut Faisal, perkembangan hubungan Saudi-Indonesia sejalan dengan potensi besar yang dimiliki kedua negara. Arab Saudi dan Indonesia merupakan anggota aktif G20 yang memiliki posisi strategis dalam perekonomian global.
Selain itu, kedua negara memiliki kedekatan sebagai negara dengan masyarakat Muslim yang besar. Kondisi tersebut dinilai membuka ruang bagi perluasan kerja sama di berbagai sektor, termasuk dengan melibatkan sektor swasta serta perusahaan di bidang pembangunan dan investasi.
Peluang Kerja Sama dan Kepentingan Bersama
Dubes Faisal menilai kerja sama yang semakin berkembang dapat memperkuat kepentingan bersama Arab Saudi dan Indonesia. Perluasan hubungan bilateral juga diharapkan membuka peluang baru di bidang investasi, perdagangan, energi, pariwisata, pendidikan, serta kebudayaan.
“Hubungan Saudi-Indonesia merupakan teladan hubungan yang didasarkan pada kepercayaan, saling menghormati, dan kepentingan bersama. Ikatan historis, keagamaan, dan kemanusiaan yang mempersatukan kedua negara merupakan fondasi yang kokoh untuk meningkatkan kerja sama dan koordinasi demi melayani rakyat Saudi dan Indonesia,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya hubungan Saudi-Indonesia dalam berkontribusi terhadap stabilitas dan kemakmuran kawasan maupun dunia. Menurutnya, kedekatan yang telah terbangun menjadi modal penting untuk terus memperluas koordinasi dan kerja sama bilateral.
Faisal menyampaikan, hubungan kedua negara tidak hanya berkaitan dengan kepentingan bilateral, tetapi juga dapat mendukung upaya menciptakan stabilitas dan kemakmuran yang lebih luas. Koordinasi Arab Saudi dan Indonesia dinilai penting untuk terus dikembangkan berdasarkan kepercayaan, saling menghormati, serta kepentingan bersama.
Vision 2030 dan Perkembangan Arab Saudi
Dalam sambutannya, Dubes Faisal turut menyinggung perkembangan Arab Saudi melalui Vision 2030. Program tersebut diarahkan pada pembangunan menyeluruh, pengembangan ekonomi, inovasi, serta pemberdayaan manusia.
Ia menyebut terpilihnya Riyadh sebagai tuan rumah Expo 2030 dan penyelenggaraan Piala Dunia 2034 di Arab Saudi sebagai bagian dari perkembangan tersebut. Dua agenda itu disampaikan dalam konteks kemajuan Arab Saudi dan arah pembangunan yang sedang dijalankan melalui Vision 2030.
Pada momentum Hari Nasional ke-96, Faisal juga menyampaikan harapan agar kepemimpinan Arab Saudi terus melanjutkan pembangunan. Ia berharap Kerajaan dapat memperkuat perannya dalam melayani kepentingan umat Islam dan Arab.
Faisal berharap Arab Saudi terus berkontribusi dalam menciptakan masa depan yang lebih stabil dan sejahtera, termasuk bersama Indonesia. Harapan tersebut disampaikan seiring dengan penegasan mengenai pentingnya hubungan kedua negara dalam memperluas kerja sama dan koordinasi.
Resepsi Dihadiri Pejabat dan Perwakilan Diplomatik
Resepsi Hari Nasional Arab Saudi di Jakarta turut dihadiri jajaran pimpinan kementerian/lembaga dalam Kabinet Merah Putih, para pejabat pemerintah, dan sejumlah tokoh nasional. Para duta besar serta perwakilan diplomatik negara-negara sahabat juga hadir dalam acara tersebut.
Kegiatan itu menjadi ruang silaturahmi dan pertemuan bagi para pemangku kepentingan dari Indonesia, Arab Saudi, serta komunitas diplomatik di Jakarta. Kehadiran Menteri Agama Nasaruddin Umar dan para pejabat dalam resepsi tersebut berlangsung di tengah penegasan Arab Saudi mengenai penguatan hubungan dengan Indonesia.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















