Headline.co.id, Jakarta ~ Jorge Martin memastikan dirinya tidak perlu menjalani operasi setelah mengalami masalah arm pump pada MotoGP San Marino. Pembalap Aprilia Racing itu menyampaikan kabar tersebut seusai Qatar Airways Grand Prix of Austria di Red Bull Ring, Minggu, setelah meraih kemenangan pada balapan utama. Martin mengakui kondisinya belum 100 persen, tetapi merasa lebih baik dibandingkan saat balapan di Misano World Circuit Marco Simoncelli. Hasil di Austria membuat Martin kembali memimpin klasemen MotoGP 2026 dengan keunggulan 12 poin atas Marc Marquez menjelang Grand Prix Jepang di Mobility Resort Motegi.
Masalah pada lengannya mulai menjadi perhatian setelah Martin finis di posisi kelima pada Grand Prix San Marino. Saat itu, Martin sempat memimpin jalannya balapan pada fase awal, tetapi kemudian harus menghadapi persoalan arm pump dalam pertarungan di Sirkuit Misano.
Sebelum tampil di Austria, Martin menyebut balapan di Red Bull Ring akan menjadi ujian penting untuk mengetahui kondisi lengannya. Hasil akhir pekan tersebut sekaligus menentukan apakah ia harus menjalani operasi sebelum rangkaian balapan berikutnya di Jepang.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Jorge Martin Tidak Perlu Operasi
Martin akhirnya mendapatkan hasil positif di Austria. Ia merebut pole position, memenangi Tissot Sprint, lalu mengamankan tambahan 20 poin dari balapan utama pada Minggu.
Rangkaian hasil tersebut membantu Martin merebut kembali posisi teratas klasemen dari Marc Marquez, pembalap Ducati Lenovo Team. Selain memberikan keuntungan dalam perebutan gelar, performa itu juga menjadi indikasi bahwa kondisi fisik Martin cukup untuk melanjutkan persaingan tanpa operasi dalam waktu dekat.
“I’m happy. I think the condition is difficult for sure because I’m not at my 100%, but I’m feeling much better than I felt in Misano,” kata Martin dalam wawancara setelah balapan.
Martin mengakui kondisinya masih belum sepenuhnya pulih. Namun, ia menilai perkembangannya berjalan ke arah yang benar setelah menjalani dua balapan yang berat secara fisik.
“So we are in the right direction. I won’t go into surgery tomorrow (Monday). We will try to continue like this. Now I’ll try to rest, recover well from these two races that were so hard physically, and we move on to the Asian tour in great shape, understanding the bike a bit more, and I think this is good news because having surgery is a big risk also,” ujarnya.
Fokus Martin Beralih ke Grand Prix Jepang
Dengan keputusan untuk tidak menjalani operasi, Martin akan menggunakan waktu jeda selama satu pekan untuk beristirahat dan memulihkan kondisi. Setelah itu, ajang MotoGP akan berlanjut ke Jepang untuk memulai rangkaian penting dalam perebutan gelar juara dunia 2026.
Grand Prix Jepang di Mobility Resort Motegi menjadi awal dari jadwal padat yang mencakup lima Grand Prix dalam enam pekan. Rangkaian tersebut disebut akan menjadi fase penting dan sulit diprediksi dalam persaingan gelar musim ini.
Martin mengatakan dirinya ingin memanfaatkan masa istirahat untuk memulihkan tubuh sekaligus memahami motornya dengan lebih baik. Ia berharap dapat menjalani tur Asia dalam kondisi yang lebih baik setelah merasakan beban fisik dari dua balapan sebelumnya.
“Now I’ll try to rest, recover well from these two races that were so hard physically, and we move on to the Asian tour in great shape, understanding the bike a bit more,” kata Martin.
Keunggulan 12 Poin atas Marc Marquez
Martin tiba di Motegi dengan keunggulan 12 poin atas Marc Marquez. Posisi ketiga ditempati Marco Bezzecchi, rekan setim Marquez di Ducati Lenovo Team, yang tertinggal 42 poin dari Martin.
Hasil di Austria membuat persaingan tiga pembalap tersebut kembali menjadi perhatian. Martin sebelumnya kehilangan posisi teratas setelah balapan di San Marino, tetapi mampu membalikkan keadaan melalui penampilan kuat di Red Bull Ring.
Selain pole position dan kemenangan Tissot Sprint, tambahan 20 poin dari balapan utama memperkuat posisi Martin di puncak klasemen. Ia kini akan menghadapi lanjutan musim tanpa harus menjalani prosedur operasi, meski masih mengakui kondisi fisiknya belum mencapai 100 persen.
Grand Prix Jepang menjadi kesempatan berikutnya bagi Martin untuk mempertahankan keunggulan tersebut. Balapan di Motegi juga akan membuka rangkaian tur Asia dan fase padat yang berpotensi menentukan arah perebutan gelar MotoGP 2026.
Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.



















