Highlight Berita:
Headline.co.id, Jakarta ~ Posisi setir dan ban sebelum mobil ditinggalkan ternyata perlu diperhatikan karena berkaitan dengan kondisi sistem kemudi, terutama power steering hidrolik. Pengemudi disarankan meluruskan setir sebelum mematikan mesin saat parkir agar tekanan oli tidak terus tertahan pada satu sisi sistem yang dapat meningkatkan risiko kerusakan seal. Kebiasaan tersebut juga dapat membantu mencegah kemudi menjadi berat serta memudahkan kendaraan digeser ketika berada di area parkir paralel. Informasi mengenai dampak posisi setir saat parkir tersebut disampaikan berdasarkan penjelasan Daihatsu pada Sabtu, 19 September 2026.
Meluruskan setir sebelum mencabut kunci kontak bukan sekadar membuat posisi roda kendaraan terlihat lebih rapi. Pada sistem kemudi yang mengandalkan tekanan hidrolik, posisi ban yang tetap miring dapat membuat oli tertahan dan memberikan tekanan pada salah satu sisi jalur sistem meskipun mesin kendaraan telah dimatikan.
Kondisi tersebut menjadi alasan pengemudi perlu membangun kebiasaan menyelaraskan posisi ban sebelum meninggalkan kendaraan. Langkah sederhana itu dapat membantu menjaga komponen sistem kemudi sekaligus mengurangi risiko munculnya kerusakan yang kemudian membutuhkan perbaikan dengan biaya tinggi.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Tekanan Oli Berisiko Membebani Seal Power Steering
Salah satu dampak yang perlu diperhatikan dari kebiasaan parkir dengan posisi ban miring adalah risiko kebocoran seal power steering. Sistem hidrolik bekerja menggunakan tekanan oli untuk membantu meringankan beban ketika pengemudi memutar kemudi.
Ketika kendaraan diparkir dengan ban tidak lurus, oli dapat tertahan dan menekan satu sisi jalur sistem. Setelah mesin dimatikan, kondisi oli yang statis tersebut tetap memberikan tekanan secara konstan. Tekanan itulah yang disebut berisiko memengaruhi kondisi seal hingga akhirnya dapat menimbulkan kebocoran.
Karena itu, posisi roda sebaiknya dikembalikan lurus sebelum mesin dimatikan. Kebiasaan tersebut dapat menjadi bagian dari perhatian dasar terhadap sistem kemudi kendaraan, terutama untuk mengurangi tekanan yang tidak diperlukan ketika mobil berada dalam kondisi parkir.
Kebocoran Cairan Bisa Membuat Kemudi Berat
Masalah pada seal tidak hanya berkaitan dengan kebocoran cairan. Jika cairan hidrolik berkurang akibat kebocoran yang dipicu tekanan statis, dampaknya dapat dirasakan langsung saat kendaraan kembali digunakan karena putaran kemudi menjadi lebih berat.
Berkurangnya oli power steering juga disebut dapat mempercepat keausan pada komponen steering rack. Kondisi kemudi yang semakin berat bukan hanya membuat pengemudi lebih cepat lelah ketika mengendalikan kendaraan, tetapi juga dapat memengaruhi responsivitas kendali ketika mobil harus melakukan manuver darurat di jalan.
Dengan demikian, perhatian terhadap posisi ban ketika parkir berhubungan dengan upaya menjaga fungsi sistem kemudi tetap bekerja sebagaimana mestinya. Pengemudi juga perlu memperhatikan gejala awal kerusakan pada komponen kaki-kaki lain yang dapat muncul bersama masalah pada sistem kemudi.
Ban Lurus Memudahkan Mobil saat Parkir Paralel
Manfaat lain dari meluruskan posisi ban berkaitan dengan kebutuhan memindahkan kendaraan ketika parkir paralel. Dalam kondisi tertentu, kendaraan yang diparkir paralel dengan rem tangan dilepas perlu didorong oleh petugas atau pihak lain agar kendaraan lain dapat keluar.
Jika roda sudah berada dalam posisi lurus, mobil lebih mudah didorong mengikuti arah lurus. Kondisi ini membantu mengurangi risiko kendaraan bergerak menyamping, menyenggol kendaraan lain, atau melenceng ke bahu jalan saat dipindahkan.
Sebaliknya, roda yang dibiarkan dalam posisi membelok dapat membuat arah kendaraan ikut berubah ketika didorong. Karena itu, meluruskan ban sebelum meninggalkan mobil menjadi langkah praktis yang tidak hanya berkaitan dengan perawatan komponen, tetapi juga membantu penanganan kendaraan di area parkir.
Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Sistem Kemudi
Menyelaraskan posisi ban sebelum mematikan mesin pada dasarnya merupakan tindakan sederhana yang dapat dilakukan setiap kali kendaraan selesai diparkir. Kebiasaan ini membantu mengurangi tekanan yang terus bekerja pada sistem power steering hidrolik sekaligus mendukung upaya memperpanjang masa pakai komponen kemudi.
Pengemudi dapat menjadikan posisi setir sebagai salah satu hal yang diperiksa sebelum keluar dari kabin. Setelah kendaraan berada di tempat parkir, setir dapat dikembalikan hingga posisi roda lurus sebelum mesin dimatikan dan kendaraan ditinggalkan.
Perhatian pada kebiasaan kecil tersebut menjadi penting karena kerusakan pada jalur oli kemudi dapat menimbulkan efek lanjutan, mulai dari berkurangnya cairan hidrolik, kemudi yang terasa semakin berat, hingga meningkatnya beban pada komponen steering rack.
Selain memastikan posisi setir tetap lurus ketika parkir, kondisi sistem kemudi dan komponen kaki-kaki juga perlu diperhatikan ketika mulai muncul perubahan pada rasa kemudi. Dengan membiasakan posisi ban lurus sebelum kendaraan ditinggalkan, pengemudi setidaknya dapat mengurangi salah satu faktor yang berpotensi memberikan tekanan berlebih pada sistem kemudi saat mobil tidak digunakan.
Dukung beri centang Headline.co.id di icon G (Gratis) atau Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















