Headline.co.id, Gorontalo ~ Provinsi Gorontalo meraih penghargaan Terbaik 1 kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan dalam Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi. Penghargaan yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tersebut diberikan di Makassar dan diterima langsung oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail. Apresiasi itu diberikan karena Pemerintah Provinsi Gorontalo dinilai mampu memperluas akses layanan kesehatan melalui kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), keaktifan peserta, sanitasi layak, fasilitas kesehatan sesuai standar, serta pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas upaya Pemprov Gorontalo dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Capaian itu juga mencakup keberlanjutan program kesehatan serta tindak lanjut terhadap hasil pemeriksaan CKG.
Capaian JKN Gorontalo
Pada 2025, jumlah penduduk Provinsi Gorontalo tercatat 1.256.219 jiwa. Pada tahun yang sama, jumlah peserta JKN mencapai 1.268.585 jiwa atau 100,98 persen. Adapun jumlah peserta JKN yang aktif tercatat sebanyak 1.196.867 jiwa atau 95,3 persen.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Sementara itu, hingga September 2026, jumlah penduduk Gorontalo tercatat 1.270.700 jiwa. Cakupan peserta JKN mencapai 1.269.837 jiwa atau 99,93 persen, dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 91,92 persen.
Selain kepesertaan JKN, penilaian penghargaan juga memperhitungkan sejumlah indikator lain, termasuk ketersediaan sanitasi layak dan fasilitas kesehatan sesuai standar. Indikator tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di daerah.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Provinsi Gorontalo, Anang S. Otoluwa, mengatakan penghargaan itu merupakan hasil kerja bersama. Menurut dia, capaian tersebut mencerminkan komitmen Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie dalam menjadikan kesehatan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.
“Penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama sekaligus refleksi dari komitmen Bapak Gubernur Gusnar Ismail dan Ibu Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie dalam memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang mudah diakses, berkualitas, dan berkelanjutan,” ujar Anang, Jumat (18/9/2026).
Gorontalo Pertahankan Capaian CKG
Pada program CKG, Gorontalo juga mencatat capaian tinggi secara nasional. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, Gorontalo berada di urutan pertama nasional pada 2025 dengan cakupan peserta yang dilayani sebesar 50,2 persen.
Posisi tersebut masih dipertahankan hingga 13 September 2026. Cakupan peserta CKG yang telah dilayani di Gorontalo mencapai 57,7 persen dan menempatkan provinsi itu di posisi pertama nasional.
Anang menegaskan, keberhasilan program CKG tidak cukup diukur dari jumlah masyarakat yang menjalani pemeriksaan. Hasil pemeriksaan harus ditindaklanjuti agar manfaat program dapat dirasakan oleh masyarakat.
“CKG bukan sekadar pemeriksaan. Temuan dari skrining harus ditindaklanjuti melalui edukasi, intervensi, pengobatan, pemantauan maupun rujukan sesuai kondisi masyarakat. Di situlah manfaat pemeriksaan kesehatan dapat benar-benar dirasakan,” katanya.
Menurut Anang, tindak lanjut hasil skrining menjadi bagian penting dalam memastikan pemeriksaan kesehatan tidak berhenti pada proses deteksi. Edukasi, intervensi, pengobatan, pemantauan, maupun rujukan dilakukan sesuai kondisi masyarakat berdasarkan hasil pemeriksaan.
Penghargaan Jadi Momentum Perbaikan Layanan
Anang menyebut penghargaan Kemendagri tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk menjaga capaian yang telah diraih sekaligus memperkuat kualitas layanan kesehatan di seluruh wilayah.
“Penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus memperbaiki layanan dan memastikan akses kesehatan tidak hanya luas, tetapi juga berkualitas dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Anang.
Selain penghargaan pada kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, inovasi pelayanan kesehatan Gorontalo juga mendapat pengakuan melalui masuknya Cegah Stunting Bersama BESTI (Bele Mo’o Sehati) dan GEMAR Mendukung MBG dalam jajaran Top Finalis Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP)/Sinovik 2025.
Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sulawesi diberikan kepada pemerintah daerah yang menunjukkan kinerja dalam mendorong inovasi, meningkatkan pelayanan publik, dan mendukung kesejahteraan masyarakat.
Selain kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, ajang tersebut mencakup kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri, Akses Terhadap Layanan Pendidikan, serta Implementasi Program 3 Juta Rumah.
Dukung beri centang Headline.co.id di icon G (Gratis) atau Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.















