Highlight Berita:
Headline.co.id, Jakarta ~ Volvo menyiapkan 13 model baru dalam ekspansi produk yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan berbeda di pasar Barat dan Tiongkok, berdasarkan rencana yang terungkap pada Minggu (20/9/2026). Produsen otomotif asal Swedia di bawah Geely Group itu akan membagi tujuh model untuk Eropa dan Amerika Serikat serta enam model khusus bagi pasar Tiongkok. Di tengah transisi industri menuju kendaraan listrik, Volvo tetap mempertahankan teknologi plug-in hybrid generasi ketiga sebagai pilihan bagi konsumen yang belum siap beralih sepenuhnya ke mobil listrik murni. Strategi tersebut akan dijalankan melalui penyesuaian produk berdasarkan wilayah, pemanfaatan arsitektur kendaraan yang lebih efisien, serta pengembangan berbagai bentuk bodi baru.
Langkah tersebut menjadi bagian dari ekspansi besar Volvo setelah perusahaan menghadapi perubahan teknologi sekaligus pergeseran kebutuhan konsumen di pasar otomotif global. Alih-alih hanya mengandalkan kendaraan listrik murni, Volvo memilih mengombinasikan pengembangan EV dengan kendaraan plug-in hybrid atau PHEV agar lini produknya dapat menjangkau kebutuhan pasar yang berbeda.
Volvo Bagi Strategi Produk untuk Pasar Barat dan Tiongkok
Dari total 13 model yang disiapkan, tujuh model diarahkan untuk pasar Barat yang mencakup Eropa dan Amerika Serikat. Sementara itu, enam model lainnya akan dikembangkan secara khusus untuk pasar Tiongkok. Pembagian tersebut menunjukkan bahwa Volvo tidak menggunakan satu pendekatan produk untuk seluruh wilayah, tetapi menyesuaikannya dengan karakter kebutuhan masing-masing pasar.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
CEO Volvo Håkan Samuelsson menegaskan bahwa lini produk mendatang akan dibentuk berdasarkan kebutuhan regional. Perubahan tersebut diproyeksikan membuat susunan kendaraan Volvo pada akhir dekade berbeda dibandingkan lini produk saat ini.
'Ruang pamer kami akan terlihat sangat berbeda pada tahun 2030. Ini adalah lini produk terkuat kami yang pernah ada, disesuaikan dengan kebutuhan regional, dan menekankan ambisi kami untuk menjadi merek mobil premium terkemuka,' kata Samuelsson.
Selain pembagian berdasarkan wilayah, Volvo juga mengeksplorasi desain kendaraan dengan postur rendah maupun tinggi. Pengembangan tersebut mengisyaratkan kemungkinan hadirnya sedan dan station wagon baru yang diposisikan sebagai penerus V60 dan V90.
Plug-in Hybrid Generasi Ketiga Tetap Jadi Andalan
Strategi produk baru Volvo tidak semata-mata bertumpu pada mobil listrik murni. Perusahaan mempertahankan mesin plug-in hybrid generasi ketiga untuk mengakomodasi pengendara yang belum siap berpindah sepenuhnya ke kendaraan listrik. Pendekatan tersebut membuat teknologi hibrida tetap memiliki peran penting dalam ekspansi produk Volvo.
Kombinasi mobil plug-in hybrid dengan kendaraan listrik murni juga mempertahankan perhatian Volvo terhadap performa dan respons kendaraan. Dalam jajaran PHEV maupun EV, bobot kendaraan dan tenaga yang dapat tersedia secara cepat membuat kemampuan pengereman fisik tetap menjadi bagian penting dari karakter kendaraan.
Bahan yang menjadi dasar rencana tersebut juga menyoroti pentingnya kondisi piringan cakram pada kendaraan berperforma tinggi. Kotoran atau karat pada cakram akibat perubahan cuaca ekstrem disebut dapat mengurangi daya cengkeram rem ketika kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi.
SPA2 dan SPA3 Dipakai untuk Dorong Efisiensi
Pada sisi pengembangan kendaraan, Volvo akan mendorong efisiensi biaya melalui penggunaan arsitektur SPA2 dan SPA3 untuk model yang dipasarkan di wilayah Barat. Strategi berbeda diterapkan untuk Tiongkok dengan berbagi platform bersama Geely.
Pemanfaatan platform bersama di Tiongkok diarahkan untuk menghasilkan kesamaan komponen hingga 30 persen. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Volvo mengintegrasikan strategi produk dan efisiensi pengembangan tanpa mengabaikan penyesuaian kendaraan terhadap masing-masing kawasan.
Dengan pembagian pengembangan tersebut, Volvo menggabungkan pendekatan regional dengan efisiensi arsitektur kendaraan. Pasar Barat akan bertumpu pada SPA2 dan SPA3, sementara pengembangan untuk Tiongkok memanfaatkan kerja sama platform dengan Geely.
Tombol Fisik Kembali dan Konsep Baru Hadir pada 2027
Perubahan pada jajaran kendaraan Volvo tidak hanya menyangkut mesin, platform, dan bentuk bodi. Perusahaan juga merespons masukan pengguna dengan mengembalikan tombol kontrol fisik pada kabin, sehingga pengembangan produk berikutnya turut mencakup perubahan pada cara pengguna berinteraksi dengan kendaraan.
Volvo juga menyiapkan mobil konsep perdana pada 2027. Kehadiran kendaraan konsep tersebut akan menjadi penanda perayaan satu abad kiprah Volvo di industri otomotif sekaligus bagian dari rangkaian perubahan produk yang disiapkan perusahaan.
Rencana 13 model baru tersebut menegaskan arah Volvo untuk tidak mengandalkan satu teknologi maupun satu pendekatan produk di seluruh dunia. Perusahaan memilih memadukan kendaraan listrik murni dan plug-in hybrid, membagi produk berdasarkan kebutuhan regional, serta menggunakan arsitektur dan platform berbeda untuk mendorong efisiensi pengembangan.
Dukung beri centang Headline.co.id di icon G (Gratis) atau Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media
Gambar tidak dapat dimuat.




















