Headline.co.id, Makassar ~ 19 September 2026 — Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mendorong lulusan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar menjadi sumber daya manusia pariwisata yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing global. Dorongan itu disampaikan dalam Upacara Wisuda Poltekpar Makassar yang meluluskan 603 wisudawan dan wisudawati jenjang Diploma III dan Sarjana Terapan (Diploma IV) di Makassar, Sabtu (19/9/2026). Menurut Ni Luh, lulusan Poltekpar Makassar memiliki peran penting untuk memastikan pertumbuhan pariwisata memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Ia menyampaikan tiga pesan utama, yakni menerapkan prinsip keberlanjutan, terus belajar dan beradaptasi, serta tetap berpegang pada akar budaya.
Wamenpar mengatakan wisuda bukan akhir dari perjalanan pendidikan, melainkan awal bagi para lulusan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh. Para lulusan Poltekpar Makassar diharapkan mampu berkontribusi terhadap kemajuan pariwisata Indonesia melalui karya yang berkualitas dan bertanggung jawab.
“Hari ini merupakan momentum penting dan penuh makna. Pencapaian ini menjadi bukti atas dedikasi, ketekunan, dan semangat juang yang telah mengantarkan adik-adik ke salah satu pelabuhan penting dalam kehidupan. Dari titik inilah, perjalanan baru dimulai untuk mengamalkan ilmu dan menghadirkan manfaat bagi sesama,” kata Ni Luh.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Tiga pesan untuk lulusan Poltekpar Makassar
Pesan pertama yang disampaikan Ni Luh adalah agar lulusan menjadi pelopor pariwisata berkelanjutan. Ia meminta para lulusan memastikan setiap aktivitas pariwisata tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga kelestarian alam, merawat budaya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jadilah pelopor pariwisata berkelanjutan. Dalam membangun pariwisata Indonesia, terapkan prinsip keberlanjutan dalam setiap karya. Pastikan kontribusi tersebut tidak hanya mendorong pertumbuhan, tetapi juga melestarikan alam, merawat budaya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Ni Luh.
Pesan kedua berkaitan dengan pentingnya kemampuan beradaptasi. Perubahan dalam industri pariwisata berlangsung cepat sehingga lulusan perlu terbuka terhadap masukan, memperbarui pengetahuan, serta memahami perkembangan teknologi dan kebutuhan wisatawan.
Ni Luh juga mengaitkan pesan tersebut dengan nilai masyarakat Sulawesi Selatan, yakni sipakainge, sipakatau, dan sipakalebbi. Nilai itu mengandung semangat untuk saling mengingatkan dalam kebaikan, saling memanusiakan, dan saling menghargai.
Pesan ketiga, para lulusan diminta tetap membumi dan membawa identitas serta kearifan lokal ketika berkiprah di tingkat nasional maupun internasional. Menurut Ni Luh, menjadi insan global tidak berarti meninggalkan jati diri.
“Menjadi insan global bukan berarti meninggalkan jati diri, melainkan membawa nilai-nilai terbaik dari budaya kita untuk memberi manfaat bagi dunia. Jangan terburu-buru mengukur perjalanan sendiri dengan orang lain. Sebagaimana ketangguhan kapal Pinisi mengarungi samudra dunia, jadilah nakhoda-nakhoda andal yang membawa sektor kepariwisataan Indonesia semakin maju dan berdaya saing global,” ujar Wamenpar.
Wisuda mengusung tema pariwisata berkelanjutan
Tiga pesan tersebut sejalan dengan tema wisuda Poltekpar Makassar tahun ini, “Sailing Beyond Boundaries, Shaping the Future through Sustainable Tourism” atau “Berlayar Menembus Batas, Membangun Masa Depan melalui Pariwisata Berkelanjutan”.
Ni Luh menilai tema tersebut relevan dengan dinamika industri pariwisata yang membutuhkan sumber daya manusia tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga mampu menghadapi tantangan keberlanjutan.
“‘Sailing Beyond Boundaries’ menggambarkan keberanian memperluas cakrawala berpikir, mengatasi berbagai keterbatasan, dan menjelajahi peluang baru di tingkat nasional maupun global. Sementara itu, ‘Shaping the Future through Sustainable Tourism’ merupakan panggilan sekaligus amanah untuk menjadi garda terdepan dalam membangun pariwisata yang berkelanjutan,” katanya.
Komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan juga tercermin dari capaian Poltekpar Makassar yang masuk dalam kelompok peringkat 1.001–1.500 dunia pada Times Higher Education Sustainability Impact Ratings 2026. Capaian tersebut menunjukkan upaya Poltekpar Makassar dalam mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan dalam penyelenggaraan pendidikan.
Para wisudawan berasal dari delapan program studi, yaitu Perjalanan Wisata, Usaha Perjalanan Wisata, Destinasi Pariwisata, Pengelolaan Konvensi dan Acara, Divisi Kamar, Tata Hidang, Seni Kuliner, serta Pengelolaan Perhotelan.
Peluang kerja lulusan terbuka
Ni Luh menyebut kebutuhan terhadap sumber daya manusia pariwisata yang kompeten semakin penting seiring pertumbuhan sektor pariwisata nasional. Sepanjang 2025, Indonesia mencatat 15,39 juta kunjungan wisatawan mancanegara, 1,20 miliar perjalanan wisatawan nusantara, serta devisa pariwisata sebesar 18,27 miliar dolar AS.
Pada semester I 2026, tercatat 7,45 juta kunjungan wisatawan mancanegara atau meningkat 5,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode yang sama terdapat 630,41 juta perjalanan wisatawan nusantara dan devisa pariwisata sebesar 8,43 miliar dolar AS.
“Pariwisata masa depan bukan hanya tentang jumlah kunjungan, tetapi juga bagaimana menghadirkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Karena itu, lulusan Politeknik Pariwisata diharapkan tidak hanya terampil, tetapi juga tangguh, adaptif, berintegritas, dan mampu berkomunikasi lintas budaya,” tutur Ni Luh.
Direktur Poltekpar Makassar Herry Rachmat Widjaja mengatakan pihaknya terus memperkuat upaya untuk menjembatani lulusan dengan kebutuhan dunia industri. Salah satunya melalui Job Fair Poltekpar Makassar pada 27–28 Agustus 2026 yang menghadirkan 307 posisi lowongan kerja dari berbagai mitra industri.
“Sebagai bukti komitmen kami, pada 27–28 Agustus lalu kami telah sukses menyelenggarakan job fair atau bursa kerja Politeknik Pariwisata Makassar. Kami menghadirkan 307 posisi lowongan dari berbagai mitra industri,” ujar Herry.
Herry menyebut sebanyak 122 lulusan telah terserap dan aktif bekerja di berbagai sektor industri. Selain itu, 374 lulusan tercatat aktif dalam bursa kerja dan memanfaatkan Job Fair untuk melamar posisi yang relevan.
Sebanyak 19 lulusan membangun unit usaha sendiri sebagai wirausahawan mandiri, sedangkan 25 lulusan memilih melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Wali Kota Makassar sekaligus Ketua DPD Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Sulawesi Selatan Aliyah Mustika Ilham serta Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata Martini Mohamad Paham.



















