Headline.co.id, Jakarta ~ Headline.co.id, Jakarta – Kementerian Pertahanan menutup kegiatan Rehabilitasi Medik Paripurna Return to Combat (RTC) Personel TNI Angkatan VII TA 2026 di Lapangan Upacara Pusat Kesehatan Pertahanan Kementerian Pertahanan (Puskeshan Kemhan), Jakarta, Jumat (18/9/2026). Upacara penutupan dipimpin Plt. Kepala Pusat Kesehatan Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kapuskeshan Kemhan) Brigjen TNI Sunaryo Kusumo. Kegiatan yang berlangsung sejak 7 Mei hingga 18 September 2026 itu diikuti 20 personel TNI dengan cedera ringan untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme sumber daya manusia bidang kesehatan pertahanan melalui rehabilitasi medik paripurna.
Rehabilitasi Medik Paripurna RTC Angkatan VII TA 2026 diikuti personel dari tiga matra TNI. Peserta terdiri atas 18 personel TNI Angkatan Darat, satu personel TNI Angkatan Laut, dan satu personel TNI Angkatan Udara.
Rehabilitasi Medik Paripurna RTC Tingkatkan Kapasitas SDM
Dalam amanatnya, Plt. Kapuskeshan Kemhan menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme sumber daya manusia di bidang kesehatan pertahanan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut dia, peningkatan kapasitas itu diperlukan terutama dalam penyelenggaraan rehabilitasi medik paripurna bagi personel TNI yang mengalami cedera, gangguan fungsi, maupun kondisi kesehatan yang dapat memengaruhi kesiapan dalam menjalankan tugas.
Rehabilitasi Medik Paripurna RTC menjadi bagian dari upaya menyiapkan dukungan kesehatan bagi personel TNI. Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pembekalan yang berkaitan dengan pelaksanaan rehabilitasi bagi personel yang mengalami kondisi kesehatan yang berpotensi memengaruhi kesiapan tugas.
Lima Pedoman bagi Peserta Setelah Mengikuti Pelatihan
Dalam amanat yang disampaikan pada penutupan, Plt. Kapuskeshan Kemhan menekankan lima hal yang perlu menjadi perhatian dan pedoman para peserta setelah mengikuti pelatihan.
Pertama, para peserta diminta meningkatkan kompetensi dan profesionalisme. Kedua, ilmu yang telah diperoleh selama kegiatan perlu diimplementasikan dalam pelaksanaan tugas.
Ketiga, peserta diharapkan memperkuat kolaborasi lintas profesi dan lintas satuan. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu hal yang ditekankan dalam pelaksanaan tugas di bidang kesehatan pertahanan.
Keempat, para peserta diminta mengedepankan keselamatan pasien dan kesiapan operasional. Kelima, mereka diarahkan untuk membangun sistem rehabilitasi yang berkelanjutan dan adaptif.
Lima pedoman tersebut menjadi perhatian setelah kegiatan berakhir. Peserta tidak hanya diharapkan memahami materi rehabilitasi medik paripurna, tetapi juga mampu menerapkannya dalam pelaksanaan tugas sesuai kebutuhan satuan.
Peserta Tampilkan Demonstrasi Pertempuran Jarak Dekat
Selain upacara penutupan, rangkaian kegiatan juga diisi demonstrasi oleh para mantan peserta Rehabilitasi Medik Paripurna RTC Angkatan VII TA 2026.
Demonstrasi yang ditampilkan berupa pertempuran jarak dekat dalam patroli drone. Penampilan tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara penutupan kegiatan Rehabilitasi Medik Paripurna RTC Angkatan VII TA 2026.
Kegiatan itu menandai berakhirnya pelaksanaan rehabilitasi medik paripurna yang berlangsung selama lebih dari empat bulan, terhitung sejak 7 Mei hingga 18 September 2026.
Penutupan dipimpin Plt. Kapuskeshan Kemhan Brigjen TNI Sunaryo Kusumo di Lapangan Upacara Puskeshan Kemhan, Jakarta. Kegiatan tersebut diikuti 20 personel TNI dengan cedera ringan dari unsur TNI AD, TNI AL, dan TNI AU.

















