Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah Kabupaten Pidie, Aceh, mengumumkan program pemutihan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) sebagai stimulus bagi masyarakat dalam rangka memperingati Uroe Lahe Pidie ke-515. Program pemutihan PBB-P2 tersebut diumumkan Bupati Pidie Sarjani Abdullah dalam Sidang Paripurna DPRK Pidie di Gedung DPRK Pidie, Selasa (16/9/2026). Kebijakan itu diberikan agar peringatan Uroe Lahe Pidie tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Guna menyemarakkan acara ini, Pemkab Pidie tidak hanya merayakan dengan seremoni, tetapi memberikan stimulus nyata melalui program pemutihan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan,” kata Sarjani.
Pemutihan PBB-P2 Jadi Stimulus bagi Masyarakat
Sarjani mengatakan, program pemutihan PBB-P2 menjadi bagian dari rangkaian peringatan Uroe Lahe Pidie ke-515. Ia menegaskan, pemberian stimulus tersebut merupakan bentuk peringatan yang tidak berhenti pada acara seremonial.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dalam kesempatan itu, Sarjani menyampaikan bahwa Uroe Lahe Pidie menjadi momentum untuk merefleksikan kembali akar sejarah, nilai leluhur, serta warisan para indatu di Tanah Pedir.
Menurut dia, penetapan Uroe Lahe Pidie yang disebut Pedir Darul Amni merupakan bagian dari sejarah awal berjalannya pemerintahan dan pembangunan daerah. Penetapan itu juga menggambarkan eksistensi wilayah yang aman bagi masyarakat untuk bermukim serta menjalankan kehidupan ekonomi, sosial, politik, dan kultur.
Makna Tema Uroe Lahe Pidie ke-515
Peringatan Uroe Lahe Pidie ke-515 mengusung tema “Meutaloe Wareh Pidie Meuharkat”. Sarjani menilai tema tersebut menempatkan persaudaraan, kebersamaan, dan persatuan sebagai landasan dalam membangun daerah serta menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Pidie maju jika semua berjalan seiringan,” tegas Sarjani.
Ia menyampaikan, semangat kebersamaan diperlukan agar pembangunan daerah dan upaya menggerakkan perekonomian masyarakat dapat berjalan secara bersama-sama.
DPRK Pidie Soroti Warisan Sejarah dan Nilai Sosial
Ketua DPRK Pidie Anwar Sastra Putra mengatakan, tema “Meutaloe Wareh Pidie Meuharkat” juga berkaitan dengan upaya menjaga warisan sejarah dan nilai sosial masyarakat Pidie.
Menurut Anwar, warisan sejarah tidak semata-mata menjadi cerita masa lalu. Warisan tersebut diharapkan menjadi fondasi karakter dan sosial dalam membangun masa depan.
“Harapannya generasi muda mampu merawat warisan indatu di tengah arus globalisasi dengan berpegang teguh pada nilai adat, Potemeruhom hukom bak Syiahkuala,” ujarnya.
Anwar juga menekankan pentingnya mempertahankan karakter sopan santun dan memuliakan orang lain atau Peumulia Jamee sebagai identitas masyarakat Pidie.
Sidang Dihadiri Unsur Pemerintahan Daerah
Sidang Paripurna DPRK Pidie dipimpin Anwar Sastra Putra dan dihadiri Bupati Pidie Sarjani Abdullah, unsur Forkopimda, para Kepala SKPK, serta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominsa) Kabupaten Pidie Nasrinah Hanim bersama jajaran.
Kehadiran Diskominsa dalam sidang tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap publikasi dan dokumentasi rangkaian peringatan Uroe Lahe Pidie ke-515.



















