Headline.co.id, Malang ~ Arema FC akan menjamu Persik Kediri pada pekan ketiga BRI Super League 2026/2027 di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (18/9/2026) sore. Pertandingan derby Jawa Timur itu dijadwalkan berlangsung mulai pukul 15.30 WIB. Arema FC membidik kemenangan di kandang dan tiga poin di hadapan Aremania, meski harus menghadapi waktu pemulihan singkat setelah melakoni laga tandang ke Makassar pada Minggu (13/9). Pelatih Arema FC Marcos Santos menyiapkan timnya dengan menekankan fokus, kedisiplinan, serta kewaspadaan terhadap permainan Persik.
Laga Arema FC kontra Persik diperkirakan berlangsung sengit karena kedua tim disebut berada dalam performa bagus pada dua pertandingan awal. Selain faktor derby, Arema FC juga menghadapi tantangan kebugaran setelah menjalani perjalanan tandang ke markas PSM Makassar.
Marcos Santos mengakui waktu pemulihan dan persiapan timnya cukup terbatas. Namun, ia memastikan para pemain tetap memiliki fokus dan kesiapan mental untuk menghadapi pertandingan.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Recovery dan jeda pertandingan sangat singkat setelah perjalanan dari away PSM Makassar. Tapi para pemain sudah mempersiapkan diri dengan sangat baik, fokus, dan secara mental siap menghadapi derbi ini,” ujar Marcos Santos.
Arema FC Waspadai Penguasaan Bola Persik
Marcos menyadari Persik Kediri bukan lawan yang mudah dihadapi. Menurut dia, tim berjuluk Macan Putih tersebut mempunyai permainan yang seimbang dengan kolektivitas rapi dan kemampuan menguasai bola di lini tengah.
Selain itu, Persik dinilai memiliki transisi serangan balik yang cepat. Situasi tersebut menjadi perhatian Arema FC karena dapat menciptakan ancaman ketika kehilangan bola.
Eduardo Barbosa menjadi salah satu pemain Persik yang mendapat perhatian khusus. Gelandang tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mengatur ritme permainan tim.
Di sektor sayap, Marcos menyoroti agresivitas Ernesto Gomez dalam situasi satu lawan satu. Pergerakannya dinilai dapat membuka ruang bagi penyerang Persik, Jose Henrique, yang disebut tengah menunjukkan ketajaman di dalam kotak penalti.
“Persik adalah tim yang suka menguasai bola dan sangat berbahaya dalam transisi counter-attack. Jose Henrique adalah penyerang yang tahu betul cara mencetak gol meski hanya memanfaatkan satu peluang kecil. Di tengah ada Eduardo Barbosa yang pandai mengontrol permainan, serta penyerang sayap yang agresif,” kata Marcos.
Marcos Minta Pemain Arema FC Disiplin
Untuk menghadapi keunggulan teknis Persik, Marcos meminta para pemain Arema FC menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan. Menurut dia, kedisiplinan diperlukan, terutama saat menghadapi menit-menit krusial.
Arema FC juga diminta segera melakukan transisi ketika kehilangan penguasaan bola. Meski menginstruksikan timnya untuk berhati-hati, Marcos menegaskan Singo Edan tidak akan hanya bermain bertahan.
“Kami harus sangat berhati-hati, menjaga kedisiplinan, dan fokus sepanjang laga. Namun, kami pasti tidak hanya bertahan. Kami harus tetap menerapkan gaya permainan kami sendiri, mengontrol laga, dan memanfaatkan setiap peluang agar bisa membawa pulang tiga poin,” tegas pelatih asal Brasil tersebut.
Marcos juga menyampaikan perkembangan kondisi sejumlah pemain. Alfeandra Dewangga dipastikan siap tampil setelah memperoleh izin dari tim medis.
Sementara itu, kondisi Samuel Otusanya dan Mauro Zijlstra masih dipantau oleh tim pelatih. Evaluasi dilakukan terhadap kondisi fisik dan kesiapan taktis keduanya sebelum penentuan komposisi pemain utama.
Ketajaman Arema FC Jadi Modal
Arema FC memiliki modal positif dari sisi produktivitas. Meski belum menurunkan striker murni dalam dua pertandingan awal, Singo Edan telah mencetak tujuh gol dalam dua pekan pertama.
Marcos menyebut opsi penggunaan pemain nomor sembilan masih terus dievaluasi. Mauro disebut baru bergabung setelah lama tidak bermain dan masih mengejar ritme latihan. Sementara Samuel juga baru bergabung serta masih mengikuti latihan taktis.
“Sebenarnya di dua pertandingan awal, Arema tidak menggunakan pemain nomor sembilan murni. Jadi pelan-pelan kita akan memasukkan opsi nomor sembilan. Mauro adalah pemain yang tiba setelah lama tidak bermain dan sekarang sedang mengejar ritme latihan. Samuel juga sama, baru bergabung dan mengikuti latihan taktis. Jadi kita harus melihat dan mengevaluasi apakah akan bermain dengan salah satu dari mereka, keduanya, atau tidak sama sekali,” pungkas Marcos.
Dengan dukungan Aremania di Stadion Kanjuruhan, Arema FC bertekad kembali meraih kemenangan kandang sekaligus menjaga tren positif pada awal musim. Namun, upaya tersebut akan diuji oleh permainan Persik yang mengandalkan penguasaan bola, kolektivitas, serta serangan balik cepat.



















