Headline.co.id, Jakarta ~ Kementerian Agama mengukuhkan Pengurus Cabang Ikatan Pranata Humas (Iprahumas) Kemenag Periode 2026-2028 di Jakarta, Kamis (17/9/2026). Pengukuhan tersebut menjadi langkah Kemenag memperkuat komunikasi publik pemerintah melalui jejaring kehumasan dari tingkat pusat hingga daerah. Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kemenag, Thobib Al-Asyhar, menyebut penguatan dilakukan dengan mengoptimalkan lebih dari 5,6 ribu sumber daya manusia kehumasan. Jejaring itu diarahkan untuk membangun dan mengawal strategi komunikasi keagamaan serta kebangsaan.
Iprahumas Kemenag Diperkuat 5,6 Ribu SDM Kehumasan
Thobib menyampaikan, Kemenag saat ini memiliki lebih dari 1.200 Pejabat Fungsional Pranata Humas dan sekitar 4,3 ribu Pengelola Kehumasan. Mereka tersebar di Kantor Wilayah Kemenag, Kantor Kemenag, Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri, Kantor Urusan Agama, hingga madrasah.
Data tersebut disampaikan Thobib saat memberikan laporan dalam acara pengukuhan Pengurus Cabang Iprahumas Kementerian Agama Periode 2026-2028.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Angka 5,6 ribu ini membuktikan bahwa Humas Kemenag telah terkoneksi secara solid dari pusat hingga ke daerah. Ini bukan sekadar angka statistik, melainkan mega-jejaring komunikasi publik pemerintah yang memiliki kemampuan nasional dalam membangun dan mengawal strategi komunikasi keagamaan dan kebangsaan,” tegas Thobib di Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Menurut Thobib, jejaring tersebut merupakan kekuatan komunikasi publik pemerintah. Pengurus Cabang Iprahumas Kemenag diharapkan menjadi mitra strategis Biro HKP dalam menjalankan tiga pilar kehumasan, yakni pembinaan, kerja sama, dan advokasi.
“Keberadaan Iprahumas Cabang Kemenag ini memperkuat koordinasi seluruh insan humas sebagai ujung tombak penyampai kebijakan keagamaan sekaligus penjaga kondusivitas narasi kebangsaan di masyarakat,” jelasnya.
Pengukuhan tersebut dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin, Staf Khusus Menteri Agama Bidang Komunikasi dan Kebijakan Publik Ismail Cawidu, serta Staf Ahli Menteri Agama Bidang Hubungan Lembaga Keagamaan Iswandi Syahputra.
Hadir pula Sekretaris Jenderal Iprahumas Pusat Mayrianti Annisa Anwar, para pengurus cabang Iprahumas Kemenag, dan ASN Kemenag.
Program Humas Level Up Menjangkau KUA dan Madrasah
Selain mengukuhkan kepengurusan, Biro HKP Kemenag terus menjalankan pembinaan bagi insan humas melalui ekosistem “Level Up Series”. Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas kehumasan di lingkungan Kemenag.
Thobib menyampaikan, program induk Humas Level Up telah diikuti lebih dari 14.000 partisipan. Pembinaan itu diharapkan tidak hanya berpusat pada insan humas di tingkat pusat, tetapi juga menjangkau unit pelayanan Kemenag di daerah.
“Melalui terobosan ini, kita memastikan bahwa semangat peningkatan kapasitas kehumasan tidak hanya menjadi elitisme di pusat, tetapi menjangkau dan memberdayakan ujung tombak pelayanan Kemenag di KUA dan Madrasah,” ucap Thobib.
Pengurus Cabang Iprahumas Kemenag diharapkan menjadi penggerak tiga pilar kehumasan tersebut. Bidang pembinaan diarahkan untuk memperkuat kapasitas insan humas, sedangkan bidang kerja sama dan advokasi diharapkan memperluas kolaborasi serta memberikan pendampingan bagi profesi Pranata Humas.
Perkuat Kolaborasi dan Kualitas Narasi Publik
Thobib mendorong tiga pilar Iprahumas membangun kolaborasi lintas institusi, media massa, organisasi profesi, hingga akademisi. Kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat memberikan perlindungan, pendampingan, dan penguatan terhadap peran Pranata Humas dalam menghadapi dinamika lapangan.
Penguatan kelembagaan Iprahumas, kata Thobib, perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas narasi komunikasi publik. Para Pranata Humas Kemenag dituntut mampu mengikuti perkembangan teknologi dan media sekaligus menghasilkan komunikasi yang berdampak bagi masyarakat.
“Kita harus memastikan seluruh Pranata Humas Kemenag tidak hanya adaptif terhadap perkembangan teknologi dan media, tetapi juga mahir merancang komunikasi yang berdampak (impactful) bagi masyarakat,” pungkasnya.



















