Headline.co.id, Pandeglang ~ Banten – Polri menyiagakan dapur lapangan di Posko Utama SAR Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, untuk mendukung pencarian rombongan jurnalis dan kru kapal cepat Arupadatu I yang hilang di Selat Sunda. Dapur lapangan tersebut menyediakan 300 porsi makanan siap saji setiap hari bagi personel SAR gabungan, masyarakat, dan keluarga korban. Layanan ini beroperasi sejak 8 September 2026 atau hari kedua pencarian, dengan memasak makanan tiga kali sehari.
Ketua Tim Dapur Lapangan Polri Sadiel Marbun mengatakan fasilitas dari Satuan Brimob Polda Banten itu didirikan atas perintah Kapolda Banten sebagai dukungan logistik bagi pihak-pihak yang berada di posko pencarian. Pernyataan itu disampaikan di Posko Utama SAR Carita, Pandeglang, pada Rabu, 16 September 2026.
Dapur lapangan Polri beroperasi sejak hari kedua pencarian
Rombongan jurnalis dan kru kapal cepat Arupadatu I dilaporkan hilang saat menjalankan tugas peliputan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026. Operasi pencarian berlangsung di wilayah Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Marbun menjelaskan, dapur lapangan Polri menyiapkan 100 porsi makanan untuk setiap waktu makan. Sarapan disiapkan mulai pukul 05.00 WIB, makan siang mulai pukul 11.30 WIB, sedangkan persiapan makan malam dimulai pukul 19.30 WIB.
Menurut dia, proses memasak 300 porsi makanan membutuhkan waktu sekitar 1 hingga 1,5 jam. Pengaturan waktu tersebut dilakukan agar kebutuhan makanan untuk relawan, petugas, dan pihak lain di posko dapat terpenuhi.
“Untuk 300 porsi itu kami masaknya selama 1-1,5 jam lah jadi dapat kami pastikan tepat waktu dan relawan, petugas atau semua yang ada di sini tidak kelaparan,” kata Marbun.
Tujuh personel Satbrimob Polda Banten terlibat
Operasional dapur lapangan tersebut dijalankan oleh tujuh personel Satbrimob Polda Banten. Mereka berasal dari bagian logistik dan pasukan operasi taktis.
Meski memiliki latar belakang sebagai personel logistik dan pasukan operasi taktis, ketujuh anggota itu berbagi tugas untuk memastikan layanan dapur berjalan. Pembagian pekerjaan meliputi memasak, mengolah bahan baku, mencuci dan memotong bahan makanan, serta berbelanja kebutuhan logistik harian ke pasar setempat.
Marbun mengatakan menu yang disiapkan dibuat berbeda untuk waktu makan tertentu. Pada siang hari dalam operasi pencarian hari kesembilan, tim dapur memasak ayam rica-rica khas Manado. Menu untuk malam dan hari berikutnya disiapkan berbeda.
“Terbagi dalam tugas memasak jadi koki dia, ada pengolahan bahan baku seperti memotong atau mencuci, hingga belanja logistik harian ke pasar setempat. Contoh siang ini, operasi hari kesembilan kami siapkan Ayam Rica-rica khas Manado dan malam nanti beda lagi, besok beda lagi,” ujar Marbun.
Layanan terbuka bagi penghuni posko SAR
Selain makanan berat, dapur lapangan Polri juga menyediakan hidangan ringan seperti agar-agar serta minuman hangat. Seluruh pihak yang berada di lingkungan Posko Utama SAR Carita dapat memanfaatkan layanan tersebut.
Marbun menyebut 300 porsi makanan yang disiapkan setiap hari biasanya habis. Para relawan juga dapat datang kapan saja untuk membuat kopi dan teh karena bahan minuman itu tersedia di dapur lapangan.
“Sudah diperhitungkan 300 porsi makanan itu yang kami sediakan ya. Sampai habis sih, tapi relawan bisa kapan saja ke sini untuk buat sendiri kopi dan teh disediakan. Ya semoga layanan kami bisa membantu,” katanya.
Keberadaan dapur lapangan itu menjadi bagian dari dukungan kemanusiaan Polri selama operasi pencarian rombongan jurnalis dan kru kapal cepat Arupadatu I di Selat Sunda. Dukungan makanan diberikan kepada tim SAR gabungan, masyarakat, serta keluarga korban yang berada di posko.













