Headline.co.id, Banjarmasin ~ Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut mengoptimalkan pencarian 129 orang yang masih belum ditemukan setelah KMP Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin. Hingga Selasa (15/9/2026), sebanyak 114 orang dari total 243 orang yang berada di kapal telah ditemukan. Sebanyak 108 orang ditemukan selamat, sedangkan enam orang meninggal dunia. Operasi pencarian diperkuat melalui koordinasi antarpihak, pelibatan kapal-kapal di sekitar wilayah operasi, serta dukungan komunikasi menggunakan VTS, SROP, dan KN Kunyit.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Muhammad Masyhud mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait untuk memperkuat operasi pencarian korban KMP Virgo Transport 8.
“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait dan mengoptimalkan dukungan yang dimiliki Ditjen Perhubungan Laut untuk membantu proses pencarian. Keselamatan seluruh unsur yang terlibat tetap menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan operasi,” ujar Masyhud.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
114 Orang Telah Ditemukan
Dari 114 orang yang telah ditemukan, sebanyak 86 orang telah tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Mereka terdiri atas 85 orang dalam kondisi selamat dan satu orang meninggal dunia.
Sementara itu, 22 korban selamat yang sebelumnya berada di KM Cahaya Bahari telah dievakuasi menggunakan KRI Nala-363. Para korban kemudian tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.
Dengan demikian, pencarian masih difokuskan terhadap 129 orang yang belum ditemukan. Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terus menyesuaikan dukungan berdasarkan kebutuhan di lapangan.
Kapal di Sekitar Lokasi Diminta Membantu Pencarian
Untuk memperluas jangkauan pencarian, Ditjen Perhubungan Laut telah menerbitkan dan menyiarkan Notice to Mariners (NTM) kepada kapal-kapal yang berlayar di sekitar wilayah operasi.
Melalui pemberitahuan tersebut, kapal yang berada maupun melintas di sekitar lokasi pencarian diminta meningkatkan kewaspadaan dan turut melakukan penyisiran. Kapal yang menemukan korban atau memperoleh informasi terkait insiden juga diminta segera melapor kepada Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Vessel Traffic Service (VTS), Stasiun Radio Pantai (SROP), atau pihak terkait lainnya.
Pelibatan kapal-kapal di sekitar wilayah operasi diharapkan dapat memperluas pemantauan. Informasi mengenai kemungkinan keberadaan korban juga dapat lebih cepat diteruskan kepada petugas yang menangani operasi pencarian dan penyelamatan.
KN Kunyit Dukung Komunikasi di Laut
Selain memperkuat pencarian, Ditjen Perhubungan Laut mengoptimalkan pemantauan dan komunikasi selama operasi berlangsung. Komunikasi dilakukan melalui VTS dan SROP dengan dukungan Kapal Negara Kenavigasian KN Kunyit sebagai relay komunikasi radio.
KN Kunyit berfungsi meneruskan komunikasi kapal-kapal yang berada di lokasi operasi dan SROP di darat. Dukungan tersebut diperlukan karena jarak lokasi operasi menyebabkan sebagian kapal tidak dapat melakukan transmisi radio secara langsung dengan petugas di darat.
“Dukungan komunikasi dan pemantauan terus kami optimalkan agar koordinasi dan pertukaran informasi kapal-kapal di lokasi dengan petugas di darat dapat berjalan dengan baik selama proses pencarian berlangsung,” jelas Masyhud.
Menurut Kemenhub, kelancaran komunikasi menjadi salah satu unsur penting dalam operasi pencarian. Informasi mengenai kondisi di lapangan perlu disampaikan secara cepat agar dapat menjadi dasar koordinasi bagi seluruh unsur yang terlibat.
Penanganan Korban dan Keluarga
Kemenhub juga memberikan perhatian terhadap penanganan korban dan keluarga setelah insiden KMP Virgo Transport 8. Kemenhub mendampingi PT Jasa Raharja dalam proses penyerahan santunan kepada ahli waris korban meninggal dunia.
Pendampingan tersebut menjadi bagian dari penanganan pascakejadian yang mencakup proses pencarian serta perhatian terhadap kebutuhan korban dan keluarga yang terdampak.
“Fokus kami saat ini adalah mendukung upaya pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan sekaligus memastikan penanganan terhadap korban dan keluarga dapat berjalan dengan baik. Kementerian Perhubungan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait,” tutup Masyhud.
Operasi pencarian KMP Virgo Transport 8 masih berlangsung. Pemerintah mengimbau masyarakat memperoleh perkembangan informasi melalui kanal resmi dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.


















