Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Berita Peristiwa

Hasil Uji Laboratorium Ungkap 25 Merek Beras Fortifikasi Bermasalah, Ini Temuannya

Saddam by Saddam
2 months ago
in Peristiwa
Reading Time: 6 mins read
418 9
A A
0
Temuan beras fortifikasi abal-abal itu disampaikan Menteri Pertanian

Temuan beras fortifikasi abal-abal itu disampaikan Menteri Pertanian (Foto detikFinance)

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Headline.co.id, Jakarta ~ Hasil pengujian laboratorium mengungkap 25 dari 27 merek beras fortifikasi yang diperiksa pemerintah diduga tidak memenuhi persyaratan kandungan sebagaimana tercantum pada label. Temuan beras fortifikasi abal-abal itu disampaikan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman dalam ekspos di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (15/9/2026). Pemeriksaan dilakukan melalui empat laboratorium untuk menguji kesesuaian kandungan dan mutu produk.

Contents

    • 0.1. Pamit Pergi ke Sawah Sejak Pagi, Lansia di Godean Sleman Ditemukan Meninggal dengan Luka Bakar
    • 0.2. Operasi Patuh Telabang 2026, Satlantas Seruyan Edukasi Pengendara
  • 1. Diuji di Empat Laboratorium
  • 2. 25 dari 27 Merek Tidak Memenuhi Syarat
  • 3. Pemerintah Soroti Kandungan Gizi yang Tidak Sesuai Label
  • 4. Harga Ditemukan hingga Rp57.000 per Kilogram
  • 5. Potensi Kerugian Diperkirakan Rp89 Triliun
  • 6. Pemerintah Perintahkan Produk Ditarik
  • 7. Temuan Berawal dari Persoalan Beras Premium

Pemerintah menemukan indikasi bahwa beras fortifikasi abal-abal tersebut memiliki kandungan gizi yang tidak sesuai dengan klaim produsen. Dari total 27 merek yang diperiksa, hanya dua merek yang dinyatakan memenuhi ketentuan, sedangkan 25 lainnya masuk dalam temuan pemerintah.

You might also like

Lansia 89 Tahun Ditemukan Meninggal dengan Luka Bakar di Sawah Godean Sleman, Polisi Selidiki Penyebabnya

Pamit Pergi ke Sawah Sejak Pagi, Lansia di Godean Sleman Ditemukan Meninggal dengan Luka Bakar

2 November 2026
Operasi Patuh Telabang 2026, Satlantas Seruyan Bagikan Brosur Keselamatan kepada Pengguna Jalan

Operasi Patuh Telabang 2026, Satlantas Seruyan Edukasi Pengendara

1 November 2026

Temuan beras fortifikasi abal-abal menjadi perhatian karena produk fortifikasi seharusnya digunakan untuk mendukung pemenuhan gizi kelompok rentan. Namun, selain persoalan kandungan, pemerintah juga menemukan sejumlah produk dijual jauh di atas harga yang dinilai wajar.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

“Setelah kita cek di laboratorium, ternyata tidak sesuai dengan labelnya. Ini yang kita tindak,” kata Amran.

Diuji di Empat Laboratorium

Pemerintah melakukan pemeriksaan terhadap produk yang dipasarkan sebagai beras fortifikasi melalui sejumlah laboratorium bersertifikat.

Pengujian dilakukan di Laboratorium IPB Bogor, Laboratorium BRMP, Saraswanti Indo Genetech (SIG), serta Eurofins Angler Biochemlab.

Dari pemeriksaan tersebut, pemerintah menyebut 25 merek diduga tidak memenuhi kandungan dan mutu yang seharusnya terdapat dalam produk fortifikasi.

Persyaratan yang menjadi rujukan antara lain SNI 9314:2024 untuk kernel beras fortifikan dan SNI 9372:2025 untuk beras fortifikasi.

Ketidaksesuaian tersebut terutama berkaitan dengan kandungan fortifikasi yang ditemukan tidak sama dengan informasi pada label kemasan.

Pemerintah menilai kondisi itu perlu ditindak karena konsumen membeli produk berdasarkan informasi yang dicantumkan produsen.

25 dari 27 Merek Tidak Memenuhi Syarat

Berdasarkan paparan pemerintah, 25 dari 27 merek yang masuk pemeriksaan dinyatakan tidak memenuhi persyaratan, sementara dua merek lainnya memenuhi ketentuan.

Pemerintah mencantumkan 25 produk yang masuk dalam temuan tersebut, yakni:

  1. Idola Fortifikasi
  2. Idola High Quality Whole Grain Rice
  3. Idola Long Grain Rice
  4. Ikan Mas Cupang
  5. AAA Wijaya Kusuma
  6. Cantik Manis
  7. Penari Bangkok
  8. Topi Koki Short Grain
  9. Topi Koki Setra Royale
  10. Topi Koki Long Grain Crystal
  11. HOK-1 Gohan
  12. Maknyuss Pulen Gizi
  13. Anak Raja Fortifikasi
  14. Anak Raja Nusantara
  15. Top Anak Raja
  16. PMS Induk Ayam
  17. Sumo
  18. Rasvit
  19. FS Nutri Rice
  20. Pelikan
  21. Rice Rojolele
  22. Super Kepala Beras Premium 111
  23. 111 Golden Number
  24. Putri Koki
  25. Wellfarm Beras Diabet

Nama-nama tersebut merupakan produk yang dicantumkan dalam paparan pemerintah sebagai bagian dari hasil pemeriksaan.

Status dugaan pelanggaran terhadap masing-masing produk masih memerlukan proses pendalaman dan penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemerintah Soroti Kandungan Gizi yang Tidak Sesuai Label

Amran mengatakan persoalan utama dalam temuan tersebut bukan semata-mata harga, tetapi juga kesesuaian antara isi produk dan klaim yang tertera pada kemasan.

Beras fortifikasi memiliki karakteristik berbeda karena memperoleh tambahan zat gizi tertentu. Produk tersebut dimaksudkan untuk membantu kelompok yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi.

“Fortifikasi bukan untuk menggantikan beras premium. Fortifikasi ini untuk kelompok rentan, stunting, orang miskin, ibu hamil, menyusui, dan balita. Kalau dijual dengan harga sangat tinggi, tentu tidak tepat sasaran,” ujar Amran.

Karena itu, pemerintah menilai ketidaksesuaian kandungan berpotensi merugikan konsumen, terutama masyarakat yang membeli produk dengan harapan memperoleh tambahan gizi sesuai informasi pada kemasan.

Harga Ditemukan hingga Rp57.000 per Kilogram

Selain temuan hasil laboratorium, pemerintah juga menyoroti harga jual sejumlah produk.

Amran mengatakan beras fortifikasi seharusnya berada di kisaran sekitar Rp13.000 hingga Rp13.500 per kilogram.

Namun, pemerintah menemukan produk yang dipasarkan hingga sekitar Rp57.000 per kilogram.

“Beras fortifikasi dijual tertinggi Rp57.000. Mana bisa orang miskin membeli harga Rp57.000? Padahal begitu dicek, seharusnya harganya Rp13.000. Karena vitamin tadi yang disyaratkan di labelnya itu tidak sesuai. Ini diduga ya, penipuan selisih Rp44.000 per kilo, yang tertinggi ya,” kata Amran.

Dalam paparan Kementerian Pertanian, salah satu produk berinisial WFO tercatat dijual Rp57.600 per kilogram. Sementara harga wajarnya dihitung sekitar Rp13.500 per kilogram sehingga terdapat selisih sekitar Rp44.100.

Secara rata-rata, harga jual produk yang diperiksa mencapai Rp23.385 per kilogram. Pemerintah menghitung harga wajarnya sekitar Rp13.689 sehingga terdapat rata-rata selisih sekitar Rp9.695 per kilogram.

Potensi Kerugian Diperkirakan Rp89 Triliun

Pemerintah memperkirakan potensi kerugian konsumen akibat dugaan praktik tersebut dapat mencapai sekitar Rp89 triliun.

Amran menegaskan angka tersebut masih berupa estimasi dan memerlukan pendalaman lebih lanjut bersama aparat penegak hukum.

“Ini sudah tidak tepat sasaran. Kemudian saat ini juga ada praktik penipuan terhadap beras fortifikasi, nilainya ini estimasi ya, Rp89 triliun. Sesuai data BPS, 39% beras yang beredar premium dan fortifikasi. Sekarang premium hilang, menjelma menjadi fortifikasi,” tuturnya.

Pemerintah juga menyoroti dugaan perubahan pola pemasaran beras premium menjadi produk berlabel fortifikasi.

Menurut Amran, kondisi tersebut dapat menggeser tujuan awal fortifikasi apabila produk justru dijual dengan harga yang jauh lebih tinggi kepada masyarakat.

Pemerintah Perintahkan Produk Ditarik

Atas temuan tersebut, pemerintah telah mengambil langkah terhadap produk yang dinilai bermasalah.

Amran mengatakan pemerintah memerintahkan penarikan produk dari peredaran, pencabutan izin, serta proses hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.

“Yang pertama kami sudah perintahkan tarik, yang kedua cabut izinnya, yang ketiga diproses,” tegasnya.

Pemerintah menempatkan persoalan tersebut sebagai perhatian serius karena beras merupakan pangan strategis yang dikonsumsi masyarakat luas.

Pengawasan tidak hanya diarahkan pada ketersediaan dan harga, tetapi juga mutu serta kesesuaian informasi produk yang diterima konsumen.

“Jangan sampai ada yang menyusahkan rakyat kecil. Kita ingin semuanya tumbuh bersama, tetapi jangan ada yang merugikan rakyat kecil,” ujar Amran.

Temuan Berawal dari Persoalan Beras Premium

Kasus tersebut merupakan kelanjutan dari persoalan beras yang mulai disoroti pemerintah sejak April 2026.

Saat itu, Bapanas turun ke pasar untuk menelusuri penyebab beras premium semakin mahal dan sulit ditemukan.

Kondisi tersebut antara lain berkaitan dengan ketidaksinkronan antara biaya produksi di tingkat hulu dan harga eceran tertinggi di tingkat hilir.

Harga pembelian pemerintah untuk gabah saat itu berada di Rp6.500 per kilogram. Pada saat yang sama, produsen swasta dan Perum Bulog sama-sama menyerap pasokan gabah petani.

Kondisi tersebut membuat pasokan yang tersedia bagi sejumlah produsen beras premium semakin terbatas.

Di sisi lain, pemerintah menetapkan HET beras sekitar Rp14.900 per kilogram. Tekanan biaya produksi dan pembatasan harga jual kemudian memunculkan sejumlah persoalan di pasar.

Dalam periode 2024 hingga 2026, pemerintah mencatat sebanyak 47 kasus terkait beras telah dibongkar.

Kini pengawasan kembali diperketat setelah hasil pemeriksaan menemukan produk beras fortifikasi yang diduga tidak sesuai dengan kandungan pada label serta dipasarkan dengan harga jauh di atas kisaran yang dianggap wajar oleh pemerintah.

Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media

Add as a preferred source on Google
Gambar dukungan Headline.co.id

Gambar tidak dapat dimuat.

Tags: 25 dari 27 merek beras fortifikasiBapanasBeras Fortifikasi Abal-abalBeras Premium

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Saddam

Saddam

Related Stories

Lansia 89 Tahun Ditemukan Meninggal dengan Luka Bakar di Sawah Godean Sleman, Polisi Selidiki Penyebabnya

Pamit Pergi ke Sawah Sejak Pagi, Lansia di Godean Sleman Ditemukan Meninggal dengan Luka Bakar

by Saddam
2 November 2026
0

Headline.co.id, Sleman ~ Seorang lansia berinisial H.W. (89) ditemukan meninggal dunia dengan luka bakar pada sebagian tubuhnya di area persawahan...

Operasi Patuh Telabang 2026, Satlantas Seruyan Bagikan Brosur Keselamatan kepada Pengguna Jalan

Operasi Patuh Telabang 2026, Satlantas Seruyan Edukasi Pengendara

by Eko
1 November 2026
0

Headline.co.id ~ Personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Seruyan membagikan leaflet dan brosur keselamatan berlalu lintas kepada pengguna jalan dalam...

Cegah Pelanggaran dan Kecelakaan, Satlantas Metro Masifkan Imbauan Keselamatan

Imbauan Keselamatan Satlantas Metro Digencarkan Saat Operasi Patuh

by Eko
1 November 2026
0

Headline.co.id, Metro ~ Satlantas Polres Metro Polda Lampung menggencarkan imbauan keselamatan kepada pengguna jalan dalam rangka Operasi Patuh Krakatau 2026,...

Gelar Operasi Patuh Kie Raha 2026, Satlantas Ternate Hadirkan Inovasi Pelayanan SIM Keliling

SIM Keliling Ternate Hadir Saat Operasi Patuh Kie Raha 2026

by Eko
1 November 2026
0

Headline.co.id, Ternate ~ Headline.co.id, KORLANTAS POLRI, Ternate – Polres Ternate melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) menghadirkan layanan SIM keliling untuk...

Korlantas Polri Dorong Penanganan Kecelakaan Lalu Lintas yang Cepat dan Profesional

Korlantas Polri Dorong Penanganan Kecelakaan yang Cepat

by Eko
1 November 2026
0

Headline.co.id ~ KORLANTAS POLRI, Jakarta – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mendorong peningkatan penanganan kecelakaan lalu lintas secara cepat dan...

Kronologi Kecelakaan Honda CBR 150 di Jalan Affandi Sleman, Pemotor Terjatuh Usai Tabrak Pembatas

Kronologi Kecelakaan Honda CBR 150 di Jalan Affandi Sleman, Pemotor Terjatuh Usai Tabrak Pembatas

by Hendrawan
1 November 2026
0

Headline.co.id, Sleman ~ Kecelakaan lalu lintas tunggal melibatkan sepeda motor Honda CBR 150 terjadi di Jalan Affandi, tepatnya di depan...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Petani Senduro Buktikan Rempah Nusantara Masih Berjaya di Pasar Internasional

Kapulaga Senduro Tembus Pasar Internasional

15 October 2026
: Kunjungan kerja Pimpinan Ombudsman Republik Indonesia di lingkungan Pemkab Sergai, di Aula Sultan Serdang, Kompleks Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Kamis (20/8/2026)/ MC Sergai.

Pemkab Serdang Bedagai Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik

21 August 2026
Alif Nadjamuddin Harumkan Gorontalo di Kejurnas Gateball

Alif Nadjamuddin Raih Emas Kejurnas Gateball 2026

29 October 2026
Real Madrid vs Real Sociedad Mbappe Jadi Andalan di Santiago Bernabeu

Live Real Madrid vs Real Sociedad: Skor 1-1 di Babak Kedua

27 August 2026
Pemprov Riau Buka Seleksi Komisaris dan Direktur PT SPR, Ini Persyaratannya

Pemprov Riau Buka Seleksi Komisaris dan Direktur PT SPR, Ini Persyaratannya

27 March 2026
Pondok Pesantren Langitan Selenggarakan Khotmil Qur’an di Masjid Al Akbar Surabaya

Pondok Pesantren Langitan Selenggarakan Khotmil Qur’an di Masjid Al Akbar Surabaya

30 December 2025
Kementerian PU Mempercepat Normalisasi Sungai Aek Doras di Sibolga

Kementerian PU Mempercepat Normalisasi Sungai Aek Doras di Sibolga

25 January 2026

Artikel Terbaru

Kemenag Kembangkan ICBP sebagai Basis Data Pembangunan Ketahanan Keluarga

ICBP Kemenag Jadi Basis Data Ketahanan Keluarga

2 November 2026
Lansia 89 Tahun Ditemukan Meninggal dengan Luka Bakar di Sawah Godean Sleman, Polisi Selidiki Penyebabnya

Pamit Pergi ke Sawah Sejak Pagi, Lansia di Godean Sleman Ditemukan Meninggal dengan Luka Bakar

2 November 2026
Oratmangoen Kembali Starter Di Laga Kontra Isenmulang Kalteng Fc

PERSIB vs Isenmulang Kalteng FC: Oratmangoen Starter

1 November 2026
Persib U20 Harus Puas Bermain Imbang Lagi

Persib U20 Imbang 1-1 Lawan Persis, Dua Pemain Dikartu Merah

1 November 2026
Peralta Dan Menalo Bawa Persib Ungguli Isenmulang Di Babak Pertama

Persib Unggul 3-0 atas Isenmulang di Babak Pertama

1 November 2026
Pondok Ngruki Tegas Desak Wakapolda Jateng Segera Selesaikan Persoalan Penggerebekan Asrama Santriwati dan Kembalikan Barang yang Tidak Terkait Perkara

Pondok Ngruki Desak Polda Jateng Jelaskan Dasar Penyitaan dan Kembalikan Barang Santriwati

1 November 2026
Review Persib Catat Kemenangan Terbesar Musim Ini

Persib Raih Kemenangan Terbesar Musim Ini atas Isenmulang

1 November 2026

Popular Story

Operasi Patuh Semeru 2026, Satlantas Polres Pasuruan Kota Edukasi Pengendara
Peristiwa

Operasi Patuh Semeru 2026, Polres Pasuruan Kota Utamakan Edukasi

by Eko
27 October 2026
0

Headline.co.id, Pasuruan ~ KORLANTAS POLRI, Pasuruan Kota – Satlantas Polres Pasuruan Kota...

Read moreDetails

Monev Keterbukaan Informasi Publik, Kapuas Paparkan Strategi

Polda Kepri dan Interpol Perkuat Operasi Cegah Penyelundupan Kimia

Harga Pangan Jelang Nataru Dipantau, Operasi Pasar Diperluas

PSS U16 Menang 5-0 atas Madura United di EPA One

Festival Literasi 2026 Angkat Parigi Moutong ke Peringkat Ketiga

Bea Cukai Gagalkan Ekspor Ilegal 25,88 Kg Emas

Polri Apresiasi Penyampaian Aspirasi Tertib di Sejumlah Daerah

Dua Terduga Copet Diamankan saat Konser Asikfest 2026 di Jaksel

Transparansi Algoritma Meta Disorot di Indonesia dan Brasil

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.