Headline.co.id, Jakarta ~ Hari Bakti Postel ke-81 Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dan pengabdian insan pos, telekomunikasi, serta ekosistem digital kepada masyarakat dan pembangunan nasional. Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) bersama asosiasi serta pelaku industri memperingatinya melalui berbagai kegiatan, salah satunya donor darah di Jakarta pada Selasa (15/9/2026). Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat kebersamaan antarunsur dalam ekosistem pos dan telekomunikasi. Peringatan ini juga diarahkan untuk mendorong peningkatan tata kelola, pelayanan, dan inovasi di tengah perkembangan industri teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Donor Darah Jadi Wujud Pengabdian
Inspektur Jenderal Kemkomdigi Arief Tri Hardiyanto mengatakan, semangat Hari Bakti Postel perlu dimaknai sebagai dorongan untuk terus memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.
“Setiap tetes darah yang kita berikan kepada sesama yang sangat membutuhkan tentu saja sangat berarti,” ujar Arief dalam kegiatan Donor Darah Hari Bakti Postel ke-81 di Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Menurut Arief, donor darah tidak hanya memiliki nilai kemanusiaan. Kegiatan tersebut juga mencerminkan semangat pengabdian yang menjadi bagian penting dari peringatan Hari Bakti Postel.
Semangat itu, lanjutnya, perlu diwujudkan secara lebih luas melalui penguatan tata kelola dan pelayanan dalam industri pos, telekomunikasi, serta digital. Dengan demikian, kontribusi ekosistem tersebut tidak berhenti pada kegiatan sosial, tetapi juga mendukung kualitas layanan bagi masyarakat.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) Merza Fachys menyampaikan, donor darah merupakan salah satu agenda rutin dalam rangkaian Hari Bakti Postel. Selain membantu sesama, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan di unsur industri.
Kepercayaan Publik Perlu Dijaga
Arief menilai, perkembangan industri TIK yang semakin pesat harus diimbangi dengan penerapan tata kelola yang baik, manajemen risiko, kepatuhan, dan pengendalian. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri.
“Industri ICT ini berkembang karena adanya public trust, adanya kepercayaan publik. Dan kepercayaan publik itu dibangun oleh Bapak-Ibu sekalian yang ada dalam ekosistem maupun industri ini,” katanya.
Ia menekankan bahwa kepercayaan publik merupakan modal penting bagi keberlanjutan industri pos, telekomunikasi, dan digital. Kepercayaan itu dibangun oleh seluruh pihak yang berada dalam ekosistem industri melalui pelayanan, kepatuhan, dan tata kelola.
Arief juga mengingatkan para pelaku industri agar tidak terlena oleh perkembangan dan capaian yang telah diraih. Kematangan industri, menurut dia, harus menjadi pijakan untuk mempertahankan kualitas sekaligus mendorong lahirnya inovasi baru.
“Kalau kita ada di dalam posisi mature, kita malah harus hati-hati. Kita jangan terlena. Kita harus mempertahankan maturitas, sekaligus kalau mau membuat kurva baru, harus banyak inovasi-inovasi,” ujarnya.
Kolaborasi Jadi Kunci Ekosistem Digital
Dalam rangkaian Hari Bakti Postel ke-81, Arief mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi. Langkah tersebut diperlukan untuk mempertahankan reputasi dan kepercayaan yang telah dimiliki industri.
“Trust takes years, but menghancurkan trust takes seconds. Sehingga, marilah kita kembali memperkuat kolaborasi untuk mempertahankan reputasi dan trust yang sudah dimiliki oleh industri ini,” tegas Arief.
Ajakan itu ditujukan kepada seluruh unsur dalam ekosistem pos, telekomunikasi, dan digital. Kolaborasi dinilai penting agar transformasi teknologi berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan serta manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Rangkaian Hari Bakti Postel ke-81 Tahun 2026 diisi dengan berbagai kegiatan sosial, olahraga, dan forum industri. Puncak peringatan dijadwalkan berlangsung pada 27 September 2026 di Bandung, Jawa Barat.
Melalui peringatan tersebut, semangat pengabdian insan pos, telekomunikasi, dan digital diharapkan terus berkembang sejalan dengan transformasi teknologi. Kontribusi itu diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri sekaligus memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.




















