Headline.co.id, Bojonegoro ~ Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro mendorong masyarakat menjaga kelestarian lingkungan melalui kampanye biopori dan penanaman pohon. Kegiatan itu berlangsung di Dusun Tobo, Desa Kendung, Kecamatan Padangan, pada Selasa (15/9/2026). Kampanye tersebut digelar untuk meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah, mengolah sampah organik, serta memperkuat vegetasi di kawasan permukiman warga. Pelaksanaannya dilakukan melalui Program Gerakan Konservasi Air melalui Biopori Berbasis Penguatan Kelompok Perempuan di Kabupaten Bojonegoro Tahun 2026.
Program yang bertajuk “Banyu Kangge Urip” itu merupakan kolaborasi ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan Yayasan Sikas Bhakti Nusantara. Dalam kegiatan tersebut, warga memperoleh edukasi mengenai pemanfaatan lubang resapan biopori sebagai salah satu upaya meningkatkan ketersediaan air dan menjaga keseimbangan ekosistem.
Kampanye Biopori Dorong Partisipasi Masyarakat
Kegiatan kampanye biopori di Bojonegoro tidak hanya berfokus pada pembuatan lubang resapan. Peserta juga diajak melakukan penanaman pohon untuk memperkuat vegetasi dan menambah ruang hijau di sekitar permukiman warga.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Melalui lubang resapan biopori, masyarakat diperkenalkan pada upaya meningkatkan penyerapan air ke dalam tanah sekaligus memanfaatkan sampah organik. Edukasi tersebut menjadi bagian dari penguatan pemahaman warga mengenai pentingnya konservasi air yang dapat dimulai dari lingkungan desa.
Program ini menggunakan pendekatan berbasis kelompok perempuan dan partisipasi masyarakat. Dengan pendekatan itu, warga didorong untuk terlibat langsung dalam pengelolaan lingkungan hidup, mulai dari pemanfaatan lubang resapan biopori hingga penghijauan di kawasan permukiman.
DLH Bojonegoro Dukung Konservasi Air Berbasis Masyarakat
Kepala DLH Kabupaten Bojonegoro Luluk Alifah mengatakan keterlibatan instansinya merupakan bentuk dukungan terhadap upaya konservasi air yang dilakukan bersama masyarakat.
“Kehadiran kami adalah bentuk dukungan nyata terhadap upaya peningkatan resapan air dan kepedulian lingkungan. Ini sekaligus menjadi bagian dari sinergi lintas sektor dalam mendorong pengelolaan lingkungan hidup yang melibatkan masyarakat secara langsung,” ujar Luluk.
Menurut Luluk, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendorong kepedulian terhadap lingkungan. Melalui kegiatan yang dilakukan di tingkat desa, pemahaman mengenai konservasi air dan keseimbangan ekosistem diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kampanye tersebut juga memperlihatkan adanya sinergi lintas sektor dalam pengelolaan lingkungan hidup. DLH Kabupaten Bojonegoro terlibat bersama pihak lain dalam kegiatan yang menggabungkan edukasi, pembuatan lubang resapan, pengolahan sampah organik, dan penanaman pohon.
Kolaborasi Konservasi Air Didorong Berkelanjutan
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas upaya pengelolaan lingkungan hidup. Pihak yang diharapkan terlibat mencakup dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat desa.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas konservasi air dan penghijauan sehingga manfaatnya dirasakan masyarakat secara berkelanjutan. Program “Banyu Kangge Urip” menjadi salah satu bentuk kegiatan yang menempatkan masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan air dan kelestarian lingkungan.
Selain memperkuat resapan air, kegiatan ini juga menghubungkan konservasi dengan pengelolaan sampah organik serta penambahan ruang hijau. Dengan demikian, upaya menjaga lingkungan dilakukan melalui sejumlah kegiatan yang berlangsung di kawasan permukiman warga.
Pemkab Bojonegoro menilai keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar pengelolaan lingkungan hidup dapat terus dikembangkan. Partisipasi masyarakat, dukungan pemerintah, serta kolaborasi dengan dunia usaha dan organisasi kemasyarakatan diharapkan memperkuat pelaksanaan konservasi air dan penghijauan di tingkat desa.
















