Headline.co.id, Jakarta ~ Indragiri Hilir, Riau – Kebakaran lahan perkebunan kelapa milik warga di Dusun Sungai Cakah, Desa Sungai Luar, Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), berhasil dipadamkan pada Minggu (13/9/2026) petang. Kebakaran yang diperkirakan melanda area seluas 2 hektare itu ditangani tim gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil, BPBD, TNI, Polri, serta tim pemadam PLTU Tembilahan. Upaya pemadaman terbantu air pasang yang mulai naik sekitar pukul 16.00 WIB karena sumber air di sekitar lokasi terbatas. Api berhasil dikendalikan sekitar pukul 18.00 WIB setelah petugas menjangkau titik-titik api dengan armada dan peralatan pemadam portabel.
Kepala DPKP Kabupaten Inhil Junaidy mengatakan, kebakaran tersebut menghanguskan tanaman kelapa dan pinang yang ditanam secara tumpang sari. Luasan lahan yang terdampak diperkirakan sekitar 2 hektare.
“Sudah padam kemarin sore menjelang magrib. Diperkirakan luasan lahan terbakar dua hektare,” kata Junaidy, Senin (14/9/2026).
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kondisi Gambut Kering Percepat Penjalaran Api
Menurut Junaidy, proses pemadaman berlangsung tidak mudah. Petugas menghadapi kondisi lahan gambut yang kering dan mudah terbakar, sementara sumber air di sekitar lokasi juga minim.
Kondisi tersebut membuat api cepat menjalar ke areal perkebunan kelapa milik warga. Keterbatasan sumber air juga membuat tim harus mengatur pengisian armada pemadam secara bergantian.
“Petugas harus bekerja keras karena sumber air cukup minim. Kondisi lahan gambut yang kering juga membuat api dengan cepat menjalar dan melahap areal perkebunan kelapa milik warga,” ujar Junaidy.
Air pasang yang mulai naik sekitar pukul 16.00 WIB kemudian dimanfaatkan petugas untuk mengisi armada pemadam. Namun, aliran air pasang berada cukup jauh dari titik kebakaran sehingga dua armada harus bergantian mengambil air.
Tim Gabungan Jangkau Titik Api dengan Peralatan Portabel
Selain menggunakan armada pemadam, tim gabungan menerapkan penanganan langsung di area perkebunan. Personel BPBD bersama TNI dan Polri masuk ke lokasi menggunakan peralatan pemadam portabel untuk menjangkau titik api yang tidak dapat dicapai kendaraan.
Setelah api berhasil dikendalikan sekitar pukul 18.00 WIB, petugas melanjutkan proses pendinginan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran kembali.
Penanganan melibatkan DPKP Inhil, BPBD, TNI, Polri, serta tim pemadam dari PLTU Tembilahan. Tim gabungan bekerja hingga kebakaran dinyatakan padam pada Minggu petang.
Petugas Temukan Bangkai Ular dan Telur Gosong
Di lokasi bekas kebakaran, petugas menemukan bangkai ular yang diperkirakan memiliki panjang sekitar tiga meter. Sejumlah telur dalam kondisi gosong juga ditemukan di dekat akar pohon kelapa yang tumbang.
Junaidy mengatakan, petugas menduga telur-telur tersebut berkaitan dengan bangkai ular karena ditemukan dalam lokasi yang berdekatan.
“Ya petugas kita menemukan bangkai ular, di lokasi bekas lahan terbakar, ada juga telurnya. Kita duga memang telurnya karena berdekatan dengan bangkai ular itu,” ungkap Junaidy.



















