Headline.co.id, Bengkulu Utara ~ Polda Bengkulu melakukan autopsi terhadap jenazah tanpa identitas yang ditemukan di pesisir Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, pada Senin (14/9/2026). Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap identitas korban sekaligus mengetahui penyebab kematiannya. Jenazah tersebut sebelumnya ditemukan di kawasan pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, pada Sabtu (12/9/2026).
Autopsi dilakukan Biddokkes Polda Bengkulu di Kota Bengkulu setelah jenazah diterbangkan dari Pulau Enggano menggunakan pesawat Susi Air. Pemeriksaan ini juga menjadi bagian dari penyelidikan untuk memastikan apakah jenazah memiliki keterkaitan dengan delapan orang yang masih dicari setelah hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Autopsi Jenazah untuk Memastikan Identitas
Kabid Humas Polda Bengkulu Kombes Pol Imam Wijayanto mengatakan, pemeriksaan terhadap jenazah sedang dilakukan oleh Biddokkes Polda Bengkulu. Proses tersebut diarahkan untuk memperoleh kepastian mengenai identitas dan penyebab kematian korban.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
“Kami sampaikan pada hari ini sedang dilakukan autopsi dari jenazah yang ditemukan tanpa identitas di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara. Sementara ini untuk jenazah tengah dilakukan autopsi oleh Biddokkes Polda Bengkulu,” kata Imam di Kota Bengkulu, Senin (14/9/2026).
Berdasarkan pemeriksaan sementara, jenazah tersebut bukan warga setempat di Pulau Enggano. Namun, polisi masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui identitas korban secara pasti.
Polisi juga belum dapat memastikan apakah jenazah itu merupakan salah satu dari lima jurnalis dan tiga kru yang masih dalam pencarian. Untuk mengecek kemungkinan keterkaitan tersebut, Polda Bengkulu berkoordinasi dengan kepolisian di wilayah Lampung.
Koordinasi dilakukan untuk memperoleh ciri-ciri atau sampel yang dapat dibandingkan dengan hasil pemeriksaan jenazah. Imam menegaskan, hubungan jenazah yang ditemukan di Enggano dan rombongan yang hilang masih belum dapat dipastikan.
“Kami belum bisa memastikan (apakah jenazah tersebut merupakan jurnalis yang hilang), tapi Dirkrimsus dan Kabid Dokes Polda Bengkulu sudah berkoordinasi dengan Polda Lampung untuk meminta ciri-ciri atau sampel yang ada dari sana,” katanya.
Jenazah Diterbangkan dari Pulau Enggano
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Bengkulu Muslikun Sodik mengatakan, jenazah telah diterbangkan dari Pulau Enggano menuju Kota Bengkulu pada Senin. Pesawat Susi Air yang membawa jenazah lepas landas dari Bandara Enggano menuju Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu pada pukul 07.58 WIB.
Dalam penerbangan tersebut, jenazah didampingi dua petugas kepolisian. Setelah tiba di Kota Bengkulu, jenazah dibawa untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan identitas serta penyebab kematiannya.
Penemuan jenazah tanpa identitas itu dilaporkan Kantor Pencarian dan Pertolongan Bengkulu pada Sabtu (12/9/2026). Lokasi penemuan berada di kawasan pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara.
Operasi Pencarian Delapan Orang Masih Berlangsung
Di sisi lain, operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal masih berlangsung. Mereka hilang kontak ketika melakukan perjalanan untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.
Rombongan tersebut berangkat menggunakan kapal cepat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Setelah komunikasi terputus, tim SAR gabungan melakukan pencarian untuk menemukan seluruh penumpang dan kru kapal.
Hasil autopsi dan pemeriksaan lanjutan diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai identitas jenazah yang ditemukan di pesisir Pulau Enggano. Hingga saat ini, polisi belum menyatakan adanya kepastian bahwa jenazah tersebut merupakan bagian dari rombongan yang hilang di perairan Selat Sunda.



















