Headline.co.id, Bener Meriah ~ Gunung Bur Ni Telong di Kabupaten Bener Meriah, Aceh, masih berstatus Level II (Waspada) berdasarkan pemantauan Pos Pengamatan Gunung Api Bur Ni Telong dan PVMBG pada 7–8 September 2026. Hingga periode pemantauan tersebut, belum terdapat laporan erupsi Gunung Bur Ni Telong. BPBD Bener Meriah mengimbau masyarakat dan pendaki tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta menjauhi kawah dalam radius dua kilometer. Imbauan itu disampaikan karena aktivitas gunung api masih dipantau setelah terjadi erupsi sejumlah gunung api di Indonesia.
Pemantauan Gunung Bur Ni Telong
Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi visual Gunung Bur Ni Telong terpantau jelas hingga berkabut. Pada periode tersebut, tidak terlihat asap kawah.
Aktivitas kegempaan tercatat terjadi dalam beberapa jenis. Pada 7 September, Pos Pengamatan Gunung Api Bur Ni Telong mencatat empat gempa Vulkanik Dalam. Sehari kemudian, tercatat tiga gempa Vulkanik Dalam dan lima gempa Tektonik Jauh.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Meski terdapat aktivitas kegempaan, hingga periode 7–8 September 2026 belum ada laporan erupsi Gunung Bur Ni Telong. Status gunung masih berada pada Level II atau Waspada.
BPBD Minta Warga Tidak Sebarkan Informasi Belum Terverifikasi
Kepala Pelaksana BPBD Bener Meriah sekaligus Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bener Meriah, Ilham Abdi, meminta masyarakat tidak panik menyikapi informasi mengenai aktivitas gunung api.
Ia juga mengingatkan warga agar memastikan kebenaran informasi sebelum menyebarkannya. Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya erupsi sejumlah gunung api di Indonesia.
“Sehubungan dengan adanya erupsi sejumlah gunung api di Indonesia, kami mengimbau masyarakat Bener Meriah untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Gunung Bur Ni Telong saat ini masih berada pada Level II (Waspada), dan pemantauan terus dilakukan oleh Pos Pengamatan Gunung Api Bur Ni Telong,” ujar Ilham Abdi.
Pendaki Diminta Menjauhi Kawah
BPBD Bener Meriah mengingatkan masyarakat dan pendaki untuk tidak mendekati kawah Gunung Bur Ni Telong dalam radius dua kilometer. Ketentuan itu menjadi bagian dari kewaspadaan selama status gunung masih berada pada Level II.
Masyarakat juga diminta tidak berada di kawasan fumarola dan solfatara, terutama ketika cuaca mendung atau hujan. Kondisi tersebut perlu diperhatikan oleh warga maupun pendaki yang berada di kawasan Gunung Bur Ni Telong.
Informasi Resmi Dipantau dari PVMBG dan BPBD
BPBD Bener Meriah meminta masyarakat mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Bur Ni Telong melalui kanal resmi PVMBG dan BPBD Bener Meriah. Informasi dari kanal resmi diperlukan agar masyarakat memperoleh pembaruan sesuai hasil pemantauan.
Warga juga diminta melaporkan apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan. BPBD Bener Meriah bersama instansi terkait terus memantau aktivitas Gunung Bur Ni Telong dan menyampaikan informasi resmi berdasarkan hasil pemantauan.
Dengan status Level II, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi imbauan terkait radius aman serta kawasan yang tidak boleh didekati.



















