PT Sampoerna Surabaya Tutup Pabrik Pasca 2 Karyawan Meninggal Akibat Covid-19

  • Whatsapp
Sampoerna menutup pabriknya di Rungkut karena dua karyawan terinfeksi virus corona
Sampoerna menutup pabriknya di Rungkut karena dua karyawan terinfeksi virus corona. (dok. Sampoerna)

Headline.co.id (Surabaya) ~ Pasca meninggal nya 2 karyawan akibat terpapar virus corona, Manajemen PT HM Sampoerna Tbk kini menghentikan sementara kegiatan produksi di pabrik Rungkut 2 Surabaya sejak 27 April 2020 hingga waktu yang ditentukan.

baca juga: 34 Tenaga Medis di Puskesmas Long Ikis Reaktif Corona, Puskesmas Ditutup Sementara

Read More

Direktur Sampoerna Elvira Lianita menyampaikan penghentian sementara kegiatan produksi tersebut memiliki tujuan untuk dapat dilaksanakan pembersihan dan sanitasi secara menyeluruh di area pabrik Rungkut 2. Sekaligus menghentikan tingkat penyebaran Covid-19 yang sekarang telah berdampak pada beberapa karyawan. Dengan begitu, penyebaran Covid-19 bisa dicegah.

Elvira mengatakan bahwa penyemprotan disinfektan dilakukan diseluruh fasilitas produksi RUngkut 2 dengan bantuan dari Pemerintah Kota Surabaya.

“Penyemprotan disinfektan di seluruh fasilitas produksi Rungkut 2 telah dilakukan dengan dibantu pemerintah kota Surabaya,” kata Elvira, Jumat (1/5/2020).

baca juga: Update Corona di Indonesia 1 Mei 2020: Menjadi 10.551 Kasus dan 1.591 Pasien Sembuh, Berikut Daftar Kasus per Provinsi!

Menurut Elvira, keputusan pengentian produksi sementara ini juga untuk menempatkan keselamatan dan kesehatan karyawan sebagai prioritas utama, termasuk aturan di Peraturan Gubernur Jatim dan Perwali Surabaya tentang pedoman penanganan Covid-19.

Elvira menambahkan bahwa pihaknya juga telah menyerahkan data dan informasi terkait karyawan terdampak kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya dan Jawa Timur.

Sesuai arahan dan koordinasi dengan Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim, manajemen juga telah menerapkan protokol dianjurkan, antara lain penyemprotan disinfektan di seluruh fasilitas pabrik, melakukan kontak tracing, meminta karyawan karantina mandiri, melakukan rapid test serta bekerja sama dengan rumah sakit setempat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan dukungan kepada karyawan dan bertanggung jawab sosial terhadap komunitas.

baca juga: Bupati Garut Sebut Wilayahnya Akan Terapkan PSBB Parsial Mulai 6 Mei Mendatang

“Yakni, dengan memberikan cuti dan tetap menerima gaji seperti biasa bagi karyawan terdampak. Yakni mereka yang perlu melakukan karantina mandiri dan yang merawat anggota keluarga karena terdampak,” ungkapnya.

Sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim menyampaikan saat ini sedang menangani temuan klaster baru pasien yang terkonfirmasi positif di kawasan Pabrik Rokok Sampoerna di Rungkut Surabaya. Terdapat dua karyawannya yang positif terinfeksi Covid-19 dan sudah dirawat di rumah sakit, namun keduanya telah meninggal dunia.

Menindaklanjuti kasus tersebut, tim Gugus Tugas COVID-19 Jatim melakukan tracing di dalam kompleks pabrik Sampoerna dan teridentifikasi terdapat sembilan orang yang statusnya pasien dalam pengawasan (PDP), lalu mereka dirujuk ke rumah sakit.

baca juga: Update Perkembangan Kasus Corona di Jateng, 750 Positif dan 125 Sembuh

Selain itu, sebanyak 163 orang di perusahaan juga sudah dilakukan swab PCR yang hasilnya akan muncul dalam satu hingga dua hari ke depan. Sementara itu juga dilakukan rapid test dan diketahui sebanyak 63 orang hasilnya reaktif.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *