Headline.co.id, Semarang ~ (Kemenag) — MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, membuka ruang aktivitas ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta sektor usaha lokal. Aktivitas tersebut berlangsung melalui pameran dan bazar yang menjadi bagian dari rangkaian MTQ Nasional XXXI pada 12–19 September 2026. Kegiatan ini melibatkan ratusan booth dari perwakilan kementerian, 38 provinsi, 35 kabupaten/kota, dan UMKM lokal se-Jawa Tengah. Kehadiran kafilah dan tamu dari berbagai daerah turut menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, perdagangan, serta usaha lainnya di daerah penyelenggara.
Pameran MTQ Nasional XXXI Libatkan Ratusan Booth
Pameran dan bazar tersebut dipusatkan di Gama Plaza atau eks E-Plaza, Semarang. Kegiatan ini menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk kepada peserta dan pengunjung MTQ Nasional XXXI.
Produk yang ditampilkan tidak hanya berasal dari Jawa Tengah sebagai daerah tuan rumah. Pelaku usaha dari berbagai daerah juga mendapat kesempatan memperkenalkan produk khas masing-masing melalui pameran dan bazar.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Kehadiran perwakilan dari kementerian, provinsi, kabupaten/kota, serta UMKM lokal memperluas ruang interaksi dalam kegiatan tersebut. Peserta dan pengunjung dapat mengenal beragam produk yang dibawa oleh pelaku usaha dari berbagai wilayah.
Selain pameran dan bazar, rangkaian side event MTQ Nasional XXXI juga dilengkapi agenda pendukung, termasuk job fair. Agenda tersebut membuka ruang bagi masyarakat untuk memperoleh informasi dan peluang kerja.
Kehadiran Kafilah Gerakkan Sektor Jasa
Penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI tidak hanya berdampak pada aktivitas promosi produk UMKM. Kehadiran ribuan kafilah dan tamu dari berbagai daerah juga meningkatkan kegiatan ekonomi pada sejumlah sektor jasa di wilayah penyelenggara.
Sektor yang ikut terdampak lain perhotelan, transportasi, dan perdagangan. Mobilitas peserta serta tamu mendorong penggunaan layanan akomodasi dan kendaraan sewa selama pelaksanaan kegiatan.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, tingginya mobilitas peserta dan tamu MTQ terlihat dari tingkat keterisian hotel serta penggunaan kendaraan sewa di daerah tersebut.
“Hampir ribuan tamu hadir di Jawa Tengah. Semua hotel penuh dan kendaraan rental terisi. Hal ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan MTQ mampu memberikan efek ganda (multiplier effect) bagi perputaran ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ahmad Luthfi.
Pernyataan tersebut menempatkan penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI bukan hanya sebagai agenda musabaqah, tetapi juga kegiatan yang menggerakkan aktivitas ekonomi di daerah. Perputaran ekonomi tersebut berlangsung melalui interaksi peserta, tamu, pelaku usaha, dan masyarakat.
Ruang Interaksi Pelaku Usaha dan Peserta
Pelibatan UMKM dalam pameran dan bazar membuat rangkaian MTQ Nasional XXXI memiliki ruang interaksi yang lebih luas. Pelaku usaha dapat mempromosikan produknya, sementara peserta dan pengunjung berkesempatan mengenal produk dari berbagai daerah.
Pameran dan bazar UMKM dijadwalkan berlangsung selama delapan hari, yakni 12–19 September 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda pendukung MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang.
Penyelenggaraan kegiatan melibatkan Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, serta Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ). Kolaborasi antarlembaga tersebut mendukung pelaksanaan rangkaian musabaqah sekaligus menyediakan ruang bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Dengan keterlibatan berbagai unsur, MTQ Nasional XXXI menghadirkan rangkaian kegiatan yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah, masyarakat, dan pelaku UMKM. Pameran, bazar, serta job fair menjadi bagian dari aktivitas pendukung yang melengkapi penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI di Semarang.


















