Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan angka stunting turun dari sekitar 17 persen menjadi 14 persen dalam dua tahun ke depan. Target tersebut ditempuh melalui penguatan layanan Posyandu dan penerapan Smart Posyandu di seluruh wilayah Jakarta. Hingga kini, sebanyak 3.148 dari 4.469 Posyandu atau 70,44 persen telah menerapkan sistem tersebut. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan target dan penguatan layanan itu saat menghadiri Pemberian Apresiasi Kader pada Jambore Kader Posyandu Bidang Kesehatan Tingkat Provinsi DKI Jakarta Tahun 2026 di The Tavia Heritage, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2026).
Penguatan Smart Posyandu diarahkan untuk mempercepat deteksi dini, pemantauan, edukasi, dan tindak lanjut terhadap masalah kesehatan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap pemanfaatan data dan teknologi dalam layanan Posyandu dapat mempercepat intervensi kesehatan di tingkat keluarga.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Smart Posyandu Perkuat Layanan Kesehatan
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan penerapan Smart Posyandu telah mencakup 70,44 persen dari total Posyandu di Jakarta. Menurut dia, sistem tersebut mendorong layanan kesehatan yang lebih terintegrasi dengan memanfaatkan data dan teknologi.
“Dengan demikian, deteksi dini, pemantauan, edukasi, serta tindak lanjut terhadap masalah kesehatan dapat dilakukan secara lebih cepat dan tepat,” kata Ani.
Pramono mengatakan Posyandu memiliki posisi strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat karena berhubungan langsung dengan keluarga. Peran itu mencakup pemantauan tumbuh kembang anak, edukasi gizi, imunisasi, hingga pendampingan keluarga.
“Smart Posyandu kita sudah 70 persen. Kalau perubahan ini terus dapat dijalankan dengan baik, maka Posyandu tidak hanya mengurus kesehatan ibu dan anak, tetapi bisa menjadi lembaga menyeluruh tentang kesehatan warga,” ujar Pramono.
Kader Diminta Perkuat Pencegahan Stunting
Pramono meminta Dinas Kesehatan bersama kader Posyandu memperkuat pencegahan dan penanganan stunting di seluruh wilayah Jakarta. Ia menilai kader merupakan salah satu unsur penting karena berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Melalui interaksi tersebut, kader dapat mendorong keluarga menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Kader juga berperan mengingatkan pentingnya imunisasi, memberikan edukasi mengenai gizi, serta mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
“Penghargaan ini merupakan pengakuan atas peran penting kader dalam membangun masyarakat Jakarta yang lebih sehat,” kata Pramono.
Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi DKI Jakarta Hani Pramono Anung mengatakan penguatan kapasitas kader diperlukan agar layanan kesehatan semakin dekat dan mudah dijangkau masyarakat.
“Kader tidak hanya menjadi pelaksana kegiatan, tetapi juga penggerak yang membantu keluarga membangun kebiasaan hidup sehat,” ujar Hani.
Jambore Posyandu Jadi Ruang Berbagi Praktik
Pramono berharap Jambore Kader Posyandu tidak berhenti sebagai ajang perlombaan. Menurut dia, kegiatan tersebut perlu menjadi ruang berbagi pengetahuan dan praktik baik yang dapat diterapkan oleh kader di seluruh wilayah Jakarta.
Ia juga mengaitkan kontribusi Posyandu dengan peningkatan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat di tingkat wilayah. Pramono mencontohkan jumlah RW kumuh di Jakarta yang disebut telah menurun dari 445 menjadi 211 RW.
“Ini adalah prestasi yang luar biasa. Salah satu faktornya adalah peran Posyandu terutama untuk kesehatan anak dan ibu,” ujarnya.
Penguatan layanan Posyandu, termasuk penerapan Smart Posyandu, diharapkan mendukung pencapaian target penurunan stunting di Jakarta. Pramono menekankan kolaborasi kader, tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat sebagai bagian penting dalam membangun warga Jakarta yang sehat dan tangguh.
“Kader kuat, Posyandu aktif, tenaga kesehatan responsif, pemerintah hadir, dan masyarakat bergerak bersama. Itulah yang menjadikan Jakarta tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga sehat, tangguh, dan berkualitas manusianya,” tegas Pramono.


















