Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Hukum

Eks Santriwati di Sleman Hamil, Polisi Naikkan Kasus Kekerasan Seksual ke Penyidikan

Hendrawan by Hendrawan
2 months ago
in Hukum
Reading Time: 6 mins read
407 17
A A
0
Kasus Eks Santriwati Sleman Jadi Sorotan, Polisi Dalami Dugaan Kekerasan Seksual

Kasus Eks Santriwati Sleman Jadi Sorotan, Polisi Dalami Dugaan Kekerasan Seksual

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Highlight Berita:

  • Kasus dugaan pemerkosaan santriwati Sleman berawal dari laporan FN, alumni ponpes berusia 21 tahun yang kini tengah mengandung.
  • Kuasa hukum menyebut dugaan kekerasan seksual berlangsung pada Desember 2025 dan Januari 2026.
  • Keluarga mengatakan trauma yang dialami korban turut membuat laporan ke polisi tertunda.
  • Polresta Sleman telah meningkatkan kasus menjadi penyidikan, sementara NH masih berstatus terlapor.
  • Ponpes menyebut NH bukan pengasuh, tetapi staf pengajar sekaligus menantu keluarga pondok.
  • Pihak pondok menyatakan NH diberhentikan pada 6 Juli 2026 setelah investigasi internal.
  • Keterangan keluarga dan ponpes berbeda mengenai keberadaan korban di Magelang dan rencana penanganan setelah kehamilan diketahui.

Headline.co.id, Jakarta ~ Kehamilan seorang alumni pondok pesantren berinisial FN, 21 tahun, menjadi bagian penting dalam pengusutan kasus dugaan pemerkosaan santriwati Sleman yang kini telah masuk tahap penyidikan di Polresta Sleman. Kuasa hukum korban menyebut dugaan kekerasan seksual terjadi dua kali pada Desember 2025 dan Januari 2026 ketika FN sedang menjalani masa pengabdian di pondok pesantren tempat ia sebelumnya belajar sejak SMP hingga SMA. Keluarga baru mengetahui persoalan tersebut setelah korban mengabarkan kehamilannya, sementara polisi memastikan proses hukum terus berjalan dengan NH masih berstatus terlapor.

Contents

  • 1. Highlight Berita:
    • 1.1. Polda DIY Sidik 12 Kasus Kerusuhan Aksi 20 dan 28 Oktober, Minta Asistensi Komnas HAM
    • 1.2. Motor Honda Scoopy Rp28 Juta Hilang di Kos Banguntapan Bantul, Polisi Tangkap Tersangka dan Sita Barang Bukti
  • 2. Korban Menjalani Pengabdian Setelah Lulus dari Ponpes
  • 3. Keluarga Baru Mengetahui Setelah Korban Mengabarkan Kehamilan
  • 4. Polisi Pastikan Perkara Sudah Masuk Penyidikan
  • 5. Ponpes Sampaikan Versi Berbeda Mengenai Penanganan FN

FN disebut telah menjalani pengabdian atau khidmah selama sekitar dua tahun setelah menyelesaikan pendidikan di pondok pesantren tersebut. Menurut kuasa hukum korban Gusti Rian Saputra, pengabdian dilakukan tanpa gaji dengan alasan berkhidmat kepada pondok.

You might also like

Polda DIY Ungkap 12 Kasus Kerusuhan Demo, Anggota Polisi Juga Bisa Diproses Hukum

Polda DIY Sidik 12 Kasus Kerusuhan Aksi 20 dan 28 Oktober, Minta Asistensi Komnas HAM

6 November 2026
Motor Honda Scoopy Rp28 Juta Hilang di Kos Banguntapan Bantul, Pelaku Ditangkap Polisi

Motor Honda Scoopy Rp28 Juta Hilang di Kos Banguntapan Bantul, Polisi Tangkap Tersangka dan Sita Barang Bukti

6 November 2026

Dalam bahan perkara yang disampaikan terdapat perbedaan inisial untuk terduga pelaku. Bagian awal keterangan kuasa hukum menyebut inisial GN, sedangkan keterangan resmi kepolisian serta klarifikasi Pondok Pesantren Ash-Asholihah menggunakan inisial NH. Polisi dalam perkembangan terbaru menyebut NH sebagai terlapor.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

Korban Menjalani Pengabdian Setelah Lulus dari Ponpes

Gusti menuturkan dugaan peristiwa pertama terjadi pada Desember 2025. Menurut keterangan korban yang disampaikan melalui kuasa hukumnya, korban diminta mendatangi ruangan terduga pelaku dengan alasan yang bersangkutan sedang sakit dan membutuhkan bantuan.

Kuasa hukum menyebut setelah FN masuk, pintu ruangan dikunci dan dugaan kekerasan seksual kemudian terjadi. Setelah kejadian tersebut, korban disebut berada dalam kondisi takut, bingung, tertekan, dan mengalami trauma.

Gusti mengatakan korban juga diminta tidak menceritakan peristiwa itu kepada siapa pun. Korban disebut khawatir keluarganya terpukul apabila mengetahui kejadian yang dialaminya. Dugaan peristiwa kemudian disebut kembali terjadi pada Januari 2026.

Korban saat ini tengah mengandung. Berdasarkan keterangan kuasa hukum, hari perkiraan lahir berada pada Oktober 2026. Dalam proses hukum, tim kuasa hukum telah menyerahkan salinan foto ultrasonografi atau USG sebagai bukti tambahan kepada penyidik Polresta Sleman.

“Dalam Undang-Undang TPKS, pengakuan korban itu sudah cukup untuk menjadi alat bukti untuk dilakukan investigasi atau penyidikan lebih lanjut. Apalagi dia bersumpah menjadi alat bukti tambahan. Dan USG ini, USG sudah jelas hasil uji klinis yang memang bisa dipertanggungjawabkan,” kata Gusti di Mapolresta Sleman, Kamis (10/9).

Pernyataan Gusti tersebut merupakan pandangan dari pihak kuasa hukum korban. Penyidik kepolisian masih melakukan proses untuk menguji seluruh keterangan dan bukti dalam perkara ini.

Keluarga Baru Mengetahui Setelah Korban Mengabarkan Kehamilan

Kakak korban, MM, mengatakan kondisi psikis FN mulai membaik setelah sebelumnya mengalami trauma. Menurutnya, trauma tersebut turut menyebabkan korban membutuhkan waktu sebelum perkara dilaporkan kepada kepolisian.

MM yang tinggal di Ngawi mengaku menjadi salah satu keluarga yang lebih awal menerima kabar mengenai kehamilan FN. Setelah mendapat informasi mengenai kondisi adiknya, ia mengetahui FN berada di wilayah Geger, Magelang, dan kemudian memutuskan menjemputnya.

MM mengatakan korban sempat menghubunginya melalui WhatsApp dan bertanya mengenai kemungkinan dirinya dibawa ke Lampung. Dalam pesan yang diceritakan MM, terdapat rencana agar korban melahirkan di Lampung, bayi yang dilahirkan diadopsi, kemudian FN kembali ke rumah.

“(Korban) mengabari saya bahwa lewat WA seperti ini, ‘Mas, kalau saya dibawa ke Lampung bagaimana, Mas? Nanti di sana lahirannya di sana, bayinya nanti setelah lahir diadopsi, terus nanti saya pulang-pulang bersih, Mas.’ Saya bilang, ‘Nggak boleh seperti itu,'” kata MM.

“Itu untuk adik saya bilang seperti itu ada usulan dari pondok seperti itu. Maka sebelum dibawa ke Lampung itu terjadi, saya dari Ngawi langsung menjemput ke tempat persembunyiannya yang disembunyikan di wilayah Geger, Magelang. Saya jemput secara tiba-tiba,” sambungnya.

Keluarga selanjutnya mendampingi FN bersama tim kuasa hukum dan meminta polisi mengusut perkara tersebut secara profesional. Selain penegakan hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab, keluarga meminta adanya perlindungan terhadap korban.

Polisi Pastikan Perkara Sudah Masuk Penyidikan

Laporan mengenai dugaan kekerasan seksual tersebut masuk ke Polresta Sleman pada 7 September 2026. Setelah melakukan proses awal, kepolisian kemudian meningkatkan status penanganannya ke tahap penyidikan.

Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro mengatakan peningkatan status perkara dilakukan dalam kasus dugaan tindak pidana kekerasan seksual dengan terlapor NH.

“Untuk perkara dugaan tindak pidana kekerasan seksual dengan terlapor NH, statusnya saat ini telah ditingkatkan ke tahap penyidikan,” kata Argo, Jumat (11/9).

Meski telah masuk tahap penyidikan, polisi belum mengumumkan adanya perubahan status hukum NH. “Statusnya (NH) masih terlapor,” kata Argo.

Polisi juga belum menjelaskan jumlah saksi yang telah dimintai keterangan. Argo hanya memastikan penyidik tetap melanjutkan tahapan penanganan perkara. “Selanjutnya, penyidik masih terus melakukan langkah-langkah penyidikan lebih lanjut,” ujarnya.

Ponpes Sampaikan Versi Berbeda Mengenai Penanganan FN

Pondok Pesantren Ash-Asholihah, Jonggrangan, Mlati, Kabupaten Sleman, turut menyampaikan klarifikasi atas perkara tersebut. Pihak ponpes mengatakan NH bukan pengasuh, melainkan staf pengajar sekaligus menantu keluarga pondok.

Menurut pihak ponpes, NH telah diberhentikan dari jabatannya pada 6 Juli 2026 setelah yayasan melakukan investigasi internal. Ahmad Khairul Anwar, putra pengasuh Ponpes Ash-Asholihah KH Muh Marom, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah pihak pondok menyimpulkan NH melakukan perselingkuhan atau perbuatan zina.

“Pihak pondok tidak tinggal diam. Dengan terjadinya kejadian yang terulang kemudian di bulan Juli, pengurus yayasan setelah melakukan investigasi dan tanggal 6 Juli diputuskan memberhentikan pelaku sebagai pengurus pondok karena terbukti nyata melakukan perselingkuhan/perbuatan zina,” kata Ahmad, Jumat (11/9).

Pihak pondok menyebut FN saat peristiwa terjadi merupakan alumni yang sedang menjalani khidmah, sehingga menurut mereka bukan lagi santriwati aktif. Ponpes juga menyatakan hubungan NH dan FN terjadi pada Desember 2025 serta kembali pada 29 Januari 2026, ketika istri NH sedang melahirkan.

Menurut ponpes, persoalan tersebut baru diketahui pada Juli 2026 setelah FN menceritakannya kepada dua kakak ipar istri NH. Pihak ponpes mengaku kemudian melakukan mediasi secara kekeluargaan dan memfasilitasi pernikahan siri NH dengan FN pada 7 Juli 2026 yang disebut dihadiri keluarga kedua pihak.

Ponpes membantah tudingan bahwa FN disembunyikan di Geger, Magelang. Menurut versi pihak pondok, pemindahan FN dilakukan atas permintaan orang tuanya untuk mengungsikan korban. Sementara terkait dugaan pemaksaan yang menjadi pokok laporan hukum, pihak ponpes menyatakan tidak memberikan komentar karena hal tersebut merupakan ranah perbuatan NH.

Perbedaan keterangan antara keluarga korban dan pihak pondok menjadi bagian dari informasi yang muncul di luar proses penyidikan. Polisi kini melanjutkan penyidikan untuk menentukan fakta hukum berdasarkan keterangan, bukti, serta pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang berkaitan dengan perkara tersebut.

Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media

Add as a preferred source on Google
Gambar dukungan Headline.co.id

Gambar tidak dapat dimuat.

Tags: Ash-AsholihahEks SantriwatiKekerasan SeksualPolresta SlemanPonpes Sleman

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Hendrawan

Hendrawan

Related Stories

Polda DIY Ungkap 12 Kasus Kerusuhan Demo, Anggota Polisi Juga Bisa Diproses Hukum

Polda DIY Sidik 12 Kasus Kerusuhan Aksi 20 dan 28 Oktober, Minta Asistensi Komnas HAM

by Hendrawan
6 November 2026
0

Headline.co.id, Yogyakarta ~ Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Polda DIY) meningkatkan penanganan hukum terhadap sejumlah dugaan tindak pidana yang terjadi dalam...

Motor Honda Scoopy Rp28 Juta Hilang di Kos Banguntapan Bantul, Pelaku Ditangkap Polisi

Motor Honda Scoopy Rp28 Juta Hilang di Kos Banguntapan Bantul, Polisi Tangkap Tersangka dan Sita Barang Bukti

by Hendrawan
6 November 2026
0

Headline.co.id, Bantul ~ Kepolisian Sektor (Polsek) Banguntapan, Polres Bantul, berhasil mengamankan seorang pria yang diduga mencuri sepeda motor Honda Scoopy...

Polisi Selidiki Dugaan Pelemparan Ambulans di Depan UNISA Sleman, Pelaku Masih Misterius

Polisi Selidiki Dugaan Pelemparan Ambulans di Depan UNISA Sleman, Pelaku Masih Misterius

by Hendrawan
6 November 2026
0

Headline.co.id, Sleman ~ Sebuah mobil ambulans milik Yayasan Lazia Pioner LHI diduga menjadi sasaran pelemparan oleh pengendara sepeda motor saat...

Pasien Diduga Lecehkan Perawat di Rumah Sakit Bantul, Polisi Ungkap Kronologinya

Pasien Diduga Lecehkan Perawat di Rumah Sakit Bantul, Polisi Ungkap Kronologinya

by Hendrawan
5 November 2026
0

Headline.co.id, Bantul ~ Seorang perawat di salah satu rumah sakit di Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, diduga menjadi korban pelecehan seksual...

Razia Miras di Bantul, Polisi Temukan Puluhan Galon Fermentasi Nanas dan Alat Produksi

Polisi Temukan 20 Galon Fermentasi Nanas di Kasihan Bantul, Dugaan Produksi Miras Ilegal Diselidiki

by Hendrawan
3 November 2026
0

Headline.co.id, Bantul ~ Kepolisian menyelidiki dugaan aktivitas produksi minuman keras (miras) ilegal setelah menemukan 20 galon berisi cairan fermentasi nanas...

Ilustrasi dugaan penganiayaan bersenjata tajam di kawasan Tegalrejo, Yogyakarta, yang mengakibatkan seorang pemuda 19 tahun terluka pada bagian dahi.

Polresta Yogyakarta Selidiki Penyerangan Bersenjata Tajam di Tegalrejo, Pemuda 19 Tahun Terluka

by Hendrawan
1 November 2026
0

Headline.co.id, Yogyakarta ~ Polresta Yogyakarta tengah menyelidiki kasus dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam yang menimpa seorang pemuda berinisial A (19)...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Kunjungi BNPB, Mahasiswa Unhan Belajar Penanggulangan Bencana

18 January 2022

Dapat Amanah Dari Jasindo, Dompet Dhuafa Berikan Santunan Yatim Piatu di Dayah Nurul Huda Aceh Besar

16 May 2020
Pantai Pok tunggal Gunung Kidul Pantai pasir putih jogja

15 Pantai Pasir Putih di Gunungkidul Jogja Yang Hits dan Instagramable

3 July 2023
Bazar Rakyat 2026: Peluang Emas bagi UMKM di Monas

Bazar Rakyat 2026: Peluang Emas bagi UMKM di Monas

31 March 2026
Polri Berikan Dukungan Psikologis di Tiga Kampung Tambrauw

Polri Berikan Dukungan Psikologis di Tiga Kampung Tambrauw

13 April 2026
RUU Sisdiknas jadi Momentum Menata Ulang Visi dan Kelembagaan Pendidikan

Kritik Akademisi Terhadap RUU Sisdiknas: Tantangan Pendidikan di Era Digital

4 August 2026
Penerjunan mahasiswa KKN-T Universitas Alma Ata Tahun 2026 di Padukuhan Sungapan, Kalurahan Argodadi, Sedayu, Bantul, Selasa (27/1/2026). Mahasiswa bersama dosen pembimbing lapangan dan perangkat dukuh berfoto bersama usai penyerahan posko KKN, sebagai simbol dimulainya program pengabdian masyarakat berbasis edukasi CERDIK dan literasi teknologi digital.

Penerjunan KKN Kelompok 1 Universitas Alma Ata di Sungapan Bantul Fokus Literasi Digital dan Edukasi CERDIK

27 January 2026

Artikel Terbaru

Dukung Perjuangan Persib Lawan Java United Lewat Nobar Biru

Nobar Biru PERSIB Digelar Jelang Lawan Java United

7 November 2026
Siaran Pers: Kemenpar Bidik Wisatawan Berdaya Beli Tinggi melalui “Nusantara Luxury Exchange”

Kemenpar Bidik Wisatawan Affluent Lewat Nusantara Luxury Exchange

7 November 2026
Gorontalo Siapkan Arah Kebijakan Ketenagaan Kesehatan 2027

Gorontalo Susun Kebijakan Ketenagaan Kesehatan 2027

7 November 2026
BGN Tidak Wajibkan SPPG Kurangi Relawan, Biaya Operasional Dibatasi Rp3.000 per Penerima Manfaat

BGN Tak Wajibkan SPPG Kurangi Relawan, Pagu Rp3.000

7 November 2026
PSS Siap Hadapi Bhayangkara FC

PSS Sleman Siap Hadapi Bhayangkara FC di Maguwoharjo

7 November 2026
Dua Remaja Kecelakaan N-Max di Jalan Padjajaran Sleman, Satu Korban Patah Kaki

N-Max Diduga Lawan Arus hingga Tabrak Pembatas Jalan di Sleman, Polisi Selidiki Potensi Tilang

7 November 2026
Heboh Link Video Viral Fina-Egar Banyuwangi 4 Part, Ini Fakta yang Terungkap

Link Video Viral Fina-Egar Banyuwangi 4 Part Ramai Dicari, Benarkah Asli?

7 November 2026

Popular Story

Siaran Pers: Kemenpar Bidik Wisatawan Berdaya Beli Tinggi melalui “Nusantara Luxury Exchange”
Wisata & Kuliner

Kemenpar Bidik Wisatawan Affluent Lewat Nusantara Luxury Exchange

by Ari Wibowo muhammad
7 November 2026
0

Headline.co.id ~ Kementerian Pariwisata (Kemenpar) membidik wisatawan domestik berdaya beli tinggi melalui...

Read moreDetails

Best Paper MU’TAMAD 2026 Diraih Peneliti Ma’had Aly Lirboyo

Pintu Kamar Kos Tak Dibuka Sejak Pagi, Pria 47 Tahun Ditemukan Meninggal di Godean Sleman

Marriage Refresh KUA Tanah Abang Dorong Keluarga Terus Harmonis

Motor Honda Scoopy Rp28 Juta Hilang di Kos Banguntapan Bantul, Polisi Tangkap Tersangka dan Sita Barang Bukti

Nyadran Gunung Silurah Disiapkan Jadi Festival Wisata

Pembangunan Pedestrian Jalan PB Sudirman Lumajang Diawasi Kejari

Normalisasi Sungai Aceh Dipercepat untuk Pulihkan Pascabencana

24 Pemain Arema FC untuk I.League Cup 2026/2027

RBI Jadikan Gorontalo Percontohan Nasional

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.