Headline.co.id, Bogor ~ Pada hari Rabu, 9 September 2026, kegiatan Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) di Universitas Pertahanan RI memasuki hari kelima dengan fokus pada penguatan ketahanan mental, literasi, dan motivasi kebangsaan. Kegiatan dimulai dengan ibadah pagi, senam, dan apel rutin. Para kadet kemudian menerima materi Wawasan Kebangsaan dari Brigjen TNI Wirawan Yanuartono dari Pothan Kemhan. Materi ini menyoroti ancaman cognitive warfare dan pentingnya keberanian generasi muda untuk bersuara secara bertanggung jawab demi menjaga keutuhan bangsa Indonesia.
Selanjutnya, para kadet mengikuti sesi Konseling dan Diskusi bersama Sabrang Mowo Damar dari Dewan Pertahanan Nasional (DPN). Diskusi ini mengajak peserta untuk memahami perspektif kebenaran dan membahas bahaya tawuran serta kenakalan remaja. Selain itu, kapasitas kemandirian peserta ditingkatkan melalui Pelatihan Vokasi Basic Content Creator dan Digital Marketing Dasar yang diselenggarakan oleh tim Balai Pelatihan Kemenaker, yang bertujuan membekali peserta dengan strategi pemanfaatan ekosistem digital secara produktif.
Di sela-sela kegiatan, Kepala Badan Cadangan Nasional (Kabacadnas) Kementerian Pertahanan, Letjen TNI Gabriel Lema, meninjau langsung para peserta KKRI. Dalam kunjungannya, Kabacadnas berdialog dengan para kadet mengenai pengalaman dan perkembangan mental mereka selama lima hari mengikuti pendidikan. Ia memberikan motivasi agar peserta tetap tangguh, disiplin, dan tidak menyerah dalam menyerap ilmu demi masa depan yang lebih baik.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Semangat bela negara para kadet semakin diperkaya melalui sesi Wawasan Kebangsaan dari perspektif Duta Komcad yang menghadirkan Deddy Corbuzier. Dalam sesi interaktif ini, Deddy membagikan kisah inspiratif tentang masa lalunya yang penuh tantangan dan menekankan bahwa kesuksesan memerlukan dedikasi dan kerja keras yang konsisten. Deddy mengingatkan para kadet bahwa meskipun negara tidak sempurna, Indonesia selalu memberikan peluang bagi mereka yang mau berjuang. “Indonesia tidak membutuhkan generasi yang hanya berani berteriak, tetapi generasi yang berani bertanggung jawab,” tegas Deddy, yang disambut dengan antusiasme dan tekad kuat dari para peserta.




















