Headline.co.id, Kebakaran Lahan Gambut Di Kabupaten Pelalawan ~ Riau, masih menjadi ancaman serius meskipun hanya terlihat asap tipis. Fenomena ini terjadi pada awal September 2026, ketika bara api di bawah permukaan tanah gambut dapat kembali menyala jika tidak ditangani dengan tepat. Hal ini disampaikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau yang terus memantau situasi di lapangan.
Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger, menjelaskan bahwa meskipun permukaan tanah tampak aman, bara api di bawah tanah dapat bertahan lama dan sewaktu-waktu bisa memicu kebakaran baru. “Kita tidak boleh lengah dengan kondisi asap tipis. Ini bisa menjadi indikasi bahwa bara api masih ada di bawah tanah,” ujar Edwar. Oleh karena itu, pihaknya terus melakukan patroli dan pemadaman di titik-titik yang terindikasi masih terdapat bara api.
Upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan gambut ini melibatkan berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, dan masyarakat setempat. Mereka bekerja sama dalam operasi terpadu untuk memastikan bahwa bara api tidak menyebar dan menimbulkan kebakaran yang lebih luas. Selain itu, teknologi pemantauan hotspot juga digunakan untuk mendeteksi potensi kebakaran sejak dini.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di musim kemarau. Edukasi dan sosialisasi mengenai bahaya kebakaran lahan gambut terus digalakkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. “Kita harus bekerja sama untuk menjaga lingkungan dan mencegah bencana yang lebih besar,” tambah Edwar. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan ancaman kebakaran lahan gambut di Pelalawan dapat diminimalisir.



















