Headline.co.id, Jakarta ~ Pacu kuda dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia di Aceh Tengah menjadi ajang yang lebih dari sekadar perayaan. Acara ini dimanfaatkan sebagai sarana trauma healing bagi masyarakat yang terdampak bencana. Kegiatan tersebut berlangsung pada bulan Agustus 2026, di mana masyarakat Aceh Tengah berkumpul untuk menyaksikan pacuan kuda tradisional yang sudah menjadi bagian dari budaya lokal.
Kegiatan ini diadakan di Lapangan H. M. Hasan Gayo, Takengon, dan dihadiri oleh ribuan warga. Pacu kuda ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi momen penting untuk memulihkan semangat masyarakat setelah mengalami bencana alam. Pemerintah daerah setempat berharap acara ini dapat membantu mengurangi trauma yang dialami warga, terutama anak-anak, dengan memberikan suasana yang menyenangkan dan penuh kebersamaan.
Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, menyatakan bahwa pacu kuda ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memulihkan kondisi psikologis masyarakat. “Kami ingin masyarakat kembali tersenyum dan melupakan sejenak kesedihan akibat bencana,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa acara ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi antarwarga dan membangkitkan semangat gotong royong.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Selain pacu kuda, acara ini juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan lain seperti bazar dan pertunjukan seni tradisional. Pemerintah daerah berencana untuk menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda tahunan, guna terus mendukung pemulihan psikologis masyarakat dan melestarikan budaya lokal. Dengan demikian, pacu kuda di Aceh Tengah tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga simbol kebangkitan dan pemulihan bagi masyarakat setempat.
















