Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Get Started
Headline.co.id
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle
No Result
View All Result
Headline.co.id
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT
Home Berita Nasional

Anak Krakatau Ada di Mana dan Mengapa Kembali Erupsi? Ini Lokasi, Status, Abu Vulkanik hingga Risiko Tsunami

Hendrawan by Hendrawan
2 months ago
in Nasional
Reading Time: 8 mins read
468 5
A A
0
: Aktivitas Gunung Anak Krakatau, Jumat (4/9/2026)/ (Dok. magma.esdm.go.id)

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Meningkat, Masyarakat Diminta Tetap Tenang dan Waspada (Dok. Infopublik)

ADVERTISEMENT
Share on FacebookShare on Twitter

Highlight Berita:

  • anak krakatau ada dimana menjadi fokus utama berita ini; Anak Krakatau ada di mana dapat dijawab dengan lokasinya di kawasan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung.
  • Gunung Anak Krakatau merupakan gunung api aktif yang tumbuh di kawasan Krakatau, lokasi letusan dahsyat Krakatau pada 1883.
  • Aktivitas terbaru menghasilkan erupsi menerus dan semburan merah menyala yang diinterpretasikan sebagai lava fountain.
  • Status Gunung Anak Krakatau hari ini tetap Level III atau Siaga dengan zona larangan aktivitas radius 3 kilometer.
  • BMKG mengidentifikasi sebaran abu vulkanik hingga sebagian DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, Bengkulu, dan perairan sekitarnya.
  • PVMBG menyatakan tubuh Anak Krakatau yang terbentuk kembali setelah 22 Desember 2018 masih relatif kecil dan belum berpotensi runtuh dalam skala pemicu tsunami.
  • Badan Geologi dan BMKG memiliki penilaian berbeda mengenai kemungkinan keterkaitan erupsi dengan dentuman yang dilaporkan di Bandung Raya sehingga kajian masih diperlukan.

Headline.co.id, Lampung Selatan ~ Gunung Anak Krakatau kembali menjadi perhatian setelah mengalami erupsi menerus yang menghasilkan semburan merah menyala menyerupai lava fountain, suara gemuruh, serta sebaran abu vulkanik ke sejumlah wilayah pada awal September 2026. Aktivitas terbaru kembali memunculkan pertanyaan anak krakatau ada dimana, bagaimana kaitannya dengan Krakatau yang meletus pada masa lalu, dan apakah erupsi saat ini berpotensi menimbulkan tsunami. Gunung api tersebut berada di kawasan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, dan saat ini berstatus Level III atau Siaga. Berdasarkan evaluasi PVMBG, masyarakat perlu mewaspadai bahaya erupsi dan mematuhi radius aman 3 kilometer, tetapi tidak perlu panik terhadap isu tsunami yang belum didukung perubahan morfologi gunung dalam skala berbahaya.

Contents

  • 1. Highlight Berita:
  • 2. Anak Krakatau Ada di Mana?
    • 2.1. Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Ikut Blok Militer Mana Pun
    • 2.2. Tantangan Indonesia di Tengah Krisis Global Disoroti Prabowo
  • 3. Kapan Gunung Krakatau Meletus dan Bagaimana Anak Krakatau Terbentuk?
  • 4. Mengapa Anak Krakatau Mengalami Lava Fountain?
  • 5. Apa Arti Status Level III Siaga?
  • 6. Seberapa Jauh Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar?
  • 7. Apakah Erupsi Anak Krakatau Saat Ini Bisa Memicu Tsunami?
  • 8. Mengapa Dentuman Bisa Terdengar Jauh?

Anak Krakatau Ada di Mana?

Gunung Anak Krakatau berada di wilayah Selat Sunda dan secara administratif masuk Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Letaknya di kawasan perairan antara Lampung dan Banten membuat aktivitas gunung api ini dapat berdampak terhadap kawasan di sekitar Selat Sunda, terutama melalui sebaran abu, aktivitas pelayaran di sekitar zona bahaya, dan kekhawatiran masyarakat pesisir.

You might also like

Berita Terkini

Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Ikut Blok Militer Mana Pun

22 October 2026
Berita Terkini

Tantangan Indonesia di Tengah Krisis Global Disoroti Prabowo

22 October 2026

Anak Krakatau merupakan gunung api aktif yang tumbuh di kawasan yang dikenal karena letusan dahsyat Krakatau pada 1883. Dalam perkembangan berikutnya, Anak Krakatau menjadi pusat aktivitas vulkanik yang terus dipantau Badan Geologi dan PVMBG.

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT

Aktivitas terkini menunjukkan gunung masih aktif. Pada Minggu, 6 September 2026 pukul 03.53 WIB, Badan Geologi mencatat erupsi dengan amplitudo maksimum 46 milimeter dan durasi 30 detik. Ketika laporan dibuat, erupsi disebut masih berlangsung dan tinggi kolomnya tidak teramati.

Kapan Gunung Krakatau Meletus dan Bagaimana Anak Krakatau Terbentuk?

Pertanyaan kapan gunung Krakatau meletus sering muncul bersamaan dengan peningkatan aktivitas Anak Krakatau. Berdasarkan bahan yang tersedia, kawasan Krakatau dikenal karena letusan dahsyat pada 1883. Gunung Anak Krakatau yang aktif saat ini merupakan gunung api yang tumbuh di kawasan tersebut.

Anak Krakatau kemudian mengalami perubahan besar pada 22 Desember 2018. Sebagian tubuh gunung mengalami longsoran yang berkaitan dengan tsunami di sekitar Selat Sunda. Setelah peristiwa itu, tubuh Gunung Anak Krakatau kembali tumbuh dan perkembangan morfologinya terus menjadi salah satu aspek yang dipantau PVMBG.

Badan Geologi menyatakan tubuh gunung yang terbentuk kembali setelah peristiwa 2018 saat ini masih relatif kecil. Fakta tersebut menjadi salah satu dasar evaluasi pemerintah ketika menjawab kekhawatiran masyarakat mengenai kemungkinan tsunami pada rangkaian erupsi terbaru.

Mengapa Anak Krakatau Mengalami Lava Fountain?

Aktivitas terbaru Anak Krakatau disertai fenomena yang diinterpretasikan sebagai lava fountain atau lava air mancur. Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan semburan merah menyala terlihat secara terus-menerus meski tinggi kolom erupsi tidak dapat diamati.

“Tinggi kolom erupsi tidak teramati, akan tetapi warna merah menyala semburan erupsi terlihat jelas secara menerus. Fenomena erupsi ini menyerupai ‘lava fountain’ atau lava air mancur yang menghasilkan aliran lava. Erupsi menerus dalam durasi beberapa jam yang berasosiasi dengan erupsi lava air mancur adalah fenomena umum yang sering terjadi,” kata Lana.

Dalam penjelasan mengenai fenomena tersebut, lava fountain terjadi ketika material lava dan gas menyembur dari pusat erupsi menyerupai air mancur dan menghasilkan aliran lava. Pada Anak Krakatau, fenomena ini terlihat dalam rangkaian erupsi yang berlangsung beberapa jam.

Aktivitas semacam ini tetap berbahaya bagi siapa pun yang berada terlalu dekat karena dapat disertai lontaran material pijar, aliran lava, awan panas, dan abu vulkanik. Kamera CCTV pengamatan di lapangan bahkan dilaporkan tidak beroperasi setelah terkena lontaran material vulkanik.

Apa Arti Status Level III Siaga?

Status Gunung Anak Krakatau hari ini masih berada pada Level III atau Siaga. Status tersebut telah berlaku sejak 2 Juli 2026. Dalam kondisi ini, PVMBG merekomendasikan masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak berada atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

“Radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau harus dikosongkan dari aktivitas masyarakat, pengunjung, wisatawan, maupun pendaki. Ketentuan ini perlu dipatuhi karena potensi aliran lava dan lontaran material pijar masih dapat terjadi,” kata Lana.

Selain aliran lava dan lontaran batu pijar, potensi bahaya juga mencakup awan panas serta hujan abu. Karena itu, larangan radius 3 kilometer tidak hanya berlaku saat semburan terlihat besar, tetapi selama rekomendasi resmi belum diubah oleh otoritas vulkanologi.

Seberapa Jauh Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar?

BMKG mengidentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pada 6 September 2026 pukul 04.00 WIB.

Klaster pertama teramati dari permukaan hingga ketinggian 20.000 kaki dengan arah Timur Laut-selatan. Wilayah yang disebut tercakup meliputi sebagian DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta perairan di sekitarnya.

Klaster berikutnya teramati dari permukaan hingga ketinggian 50.000 kaki dengan arah barat daya-barat laut. Cakupannya meliputi sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten.

Abu vulkanik dapat berpengaruh terhadap jarak pandang dan kesehatan. Badan Geologi meminta masyarakat yang mengalami hujan abu menggunakan pelindung pernapasan serta mengikuti arahan PVMBG dan BPBD setempat.

Apakah Erupsi Anak Krakatau Saat Ini Bisa Memicu Tsunami?

Peristiwa 22 Desember 2018 membuat setiap peningkatan aktivitas Anak Krakatau mudah dikaitkan dengan kekhawatiran tsunami. Namun, evaluasi PVMBG terhadap kondisi gunung saat ini belum menunjukkan potensi keruntuhan tubuh gunung dalam skala yang dapat memicu tsunami.

“Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik. Berdasarkan hasil evaluasi hingga saat ini, pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali pascaerupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil dan tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami,” kata Lana.

Pernyataan tersebut tidak berarti pemantauan dihentikan. PVMBG tetap mengawasi aktivitas vulkanik dan perubahan morfologi secara intensif serta dapat melakukan evaluasi berkala maupun sewaktu-waktu apabila terdapat perubahan signifikan.

Mengapa Dentuman Bisa Terdengar Jauh?

Rangkaian erupsi Anak Krakatau juga bertepatan dengan laporan dentuman dan getaran dari sejumlah wilayah, termasuk Jawa Barat, Banten, dan Lampung. Badan Geologi menduga aktivitas erupsi menjadi salah satu penyebab karena pelepasan gas, gesekan, dan turbulensi aliran lava dapat menghasilkan gelombang suara atau tekanan udara yang merambat melalui atmosfer.

PVMBG juga merujuk pengalaman erupsi Anak Krakatau pada 2020 dan Gunung Kelud pada 2014 untuk menjelaskan bahwa suara erupsi dapat terdengar pada jarak jauh dalam kondisi tertentu.

Namun, BMKG belum memastikan dentuman di Bandung Raya berasal dari Anak Krakatau. Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Suaidi Ahadi menyatakan hasil pemantauan belum dapat menjelaskan sumber fenomena tersebut secara pasti. “Ini memang belum terjawab,” katanya.

Perbedaan penilaian tersebut menunjukkan pentingnya membedakan dugaan awal dengan kesimpulan ilmiah yang telah terverifikasi. Untuk masyarakat, rekomendasi yang berlaku tetap sama: tidak memasuki radius bahaya, mewaspadai abu dan material vulkanik, tidak menyebarkan informasi mengenai tsunami yang belum dikonfirmasi, serta mengikuti perkembangan melalui Badan Geologi, PVMBG, BNPB, BPBD, dan kanal kebencanaan resmi pemerintah.

Dukung jurnalis Headline.co.id secara gratis Atau Berkontribusi Traktir KopiUntuk pengembangan Headline Media

Add as a preferred source on Google
Gambar dukungan Headline.co.id

Gambar tidak dapat dimuat.

Tags: abu vulkanikAnak Krakatau Ada di ManaErupsi GunungGunung Anak KrakatauPVMBGSelat SundaStatus Anak Krakatau

Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.

ADVERTISEMENT
Hendrawan

Hendrawan

Related Stories

Berita Terkini

Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Ikut Blok Militer Mana Pun

by Aditya
22 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak akan berpihak kepada blok kekuatan tertentu maupun bergabung dengan...

Berita Terkini

Tantangan Indonesia di Tengah Krisis Global Disoroti Prabowo

by Aditya
22 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti tantangan Indonesia selama dua tahun pertama pemerintahannya yang dipengaruhi ketidakpastian geopolitik,...

Berita Terkini

Prabowo Tekankan Kerja Sama Kabinet di Dua Tahun Pemerintahan

by Aditya
22 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menekankan pentingnya kerja sama kabinet dalam mendukung keberhasilan pemerintahan. Hal itu disampaikan...

Berita Terkini

Pasar Murah Pemkab Kobar Sediakan Sembako Harga Terjangkau

by Aditya
22 October 2026
0

Headline.co.id, Kotawaringin Barat ~ Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Pemkab Kobar), Kalimantan Tengah, menggelar pasar murah di halaman Kantor Bupati Kotawaringin...

Berita Terkini

Penanganan Karhutla Libatkan 72.303 Personel di 8 Provinsi

by Aditya
22 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah melibatkan 72.303 personel untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di delapan provinsi yang berstatus keadaan...

Berita Terkini

Penegakan Hukum Karhutla: 232 Orang dan 9 Korporasi Jadi Tersangka

by Aditya
21 October 2026
0

Headline.co.id, Jakarta ~ Pemerintah memperkuat penegakan hukum terhadap pelaku kebakaran hutan dan lahan (karhutla), baik perorangan maupun korporasi. Hingga 20...

Headline Media Headline Media Headline Media

Recommended

Imunisasi di Riau Meningkat, Dinkes Ajak Orang Tua Lengkapi Vaksin Anak

Imunisasi di Riau Meningkat, Dinkes Ajak Orang Tua Lengkapi Vaksin Anak

5 July 2026
PBNU Dukung Kapolri Suyudi Berantas Narkoba dan Perkuat Reformasi Polri

PBNU Dukung Kapolri Suyudi Berantas Narkoba dan Reformasi Polri

12 October 2026
Wakapolda NTT Resmi Buka Rakernis Penyusunan Anggaran 2027

Wakapolda NTT Resmi Buka Rakernis Penyusunan Anggaran 2027

13 November 2025
Truk Tabrak JPO Tendean, Ditlantas Polda Metro Jaya Berlakukan Rekayasa Lalin

Truk Pengangkut Ekskavator Tabrak JPO Tendean, Lalu Lintas Dialihkan

5 August 2026

Presiden Jokowi Terima Rombongan Amien Rais Bahas Laporan Komnas HAM

9 March 2021
Mendikdasmen Abdul Mu’ti Jamin Dukungan Pemulihan Usai Ledakan di SMAN 72 Jakarta

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Jamin Dukungan Pemulihan Usai Ledakan di SMAN 72 Jakarta

13 September 2026
Kapolri Perintahkan Polri Gerak Cepat Usut Kasus TPPO

Tindaklanjuti Instruksi Jokowi, Kapolri Perintahkan Divisi HI Polri Usut Kasus TPPO

1 June 2023

Artikel Terbaru

Kisah Santri Dijodohkan Kiai, Berujung di Pelaminan Lewat Nikah Massal Kemenag

Nikah Massal Kemenag Jadi Jalan Santri Menuju Pelaminan

22 October 2026
Hadapi Persik, Pedro Caracoci: Pemain Siap Terapkan Filosofi Pelatih

PSS Sleman Siap Hadapi Persik dengan Filosofi Pieter Huistra

22 October 2026
momentum mengenang perjuangan para ulama dan santri dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia

Kemenag Terbitkan Panduan Hari Santri 2026, Berikut Susunan Upacara dan Teks Doanya

22 October 2026
Meutia Hatta: Pernikahan Harmonis Butuh Pendampingan Berkelanjutan

Meutia Hatta: Pernikahan Harmonis Perlu Pendampingan Berkelanjutan

22 October 2026

Polda Jateng Ungkap Judi Togel, 10 Tersangka Ditangkap

22 October 2026
Hari Santri Nasional 2026

15 Ucapan Hari Santri Nasional 2026 Penuh Makna, Cocok untuk WhatsApp dan Media Sosial

22 October 2026
Menag: Jaga Keamanan dan Privasi Data Adalah Bagian dari Ukhuwah

Keamanan Data Pribadi Jadi Fokus IPLS 2026 di Masjid Istiqlal

22 October 2026

Popular Story

Razgatlioglu to miss remainder of the 2026 season
Sport

Toprak Razgatlioglu Absen hingga Akhir MotoGP 2026

by Saddam
21 October 2026
0

Headline.co.id ~ Toprak Razgatlioglu dipastikan absen pada Grand Prix Australia di Phillip...

Read moreDetails

Sorotan MSCI Uji Kepercayaan Investor di Pasar Saham Indonesia

Polres Purwakarta Salurkan Air Bersih ke SDN 2 Cicadas

KPK Dalami Aliran Dana dalam Dugaan Korupsi Lahan PT SMJ

Pemko Padang Dorong KWT Terdampak Banjir Pasok Dapur MBG

Satgas Damai Cartenz Beri Bantuan ke Panti Asuhan di Mimika

Agus Setiawan Naik Kereta Seorang Diri Demi Dukung PSS Sleman

Identitas Kerangka Manusia di Pajangan Bantul Mulai Terungkap, Keluarga Kenali Ciri Gigi Korban

Strong Point Pagi, Kapolda Riau Cek Pengaturan Lalu Lintas Pekanbaru

Pemetaan Kampung Narkoba Jadi Fokus Penindakan Polri

Prev Next
Headline.co.id


Headline.co.id (Headline Media Indonesia) merupakan situs berita Headline menyediakan berbagai macam informasi yang update dan terpercaya. Izin Kominfo No TDPSE : 007022.01/DJAI.PSE/08/2022 PB-UMKU: 120000073262700000001

  • Kebijakan Editorial
  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik
  • Koreksi Ralat
  • Redaksi
  • Pasang Iklan

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Peristiwa
    • Nasional
  • Ekonomi
  • Kesehatan
  • Pemerintah
  • Religi
    • Doa
    • Sholat
    • Sholawat
  • Teknologi
    • Aplikasi
    • Kamera
    • Laptop
    • PC Desktop
    • Smartphone
  • Wisata & Kuliner
    • Hotel
    • Resep Makanan
    • Wisata Alam
    • Wisata Buatan
    • Wisata Budaya
    • Wisata Kuliner
  • Lainnya
    • Humaniora
    • Hukum
    • Gosip
    • Pendidikan
    • Hiburan
    • Olahraga
    • Transportasi
    • Viral
    • Suara Pembaca
    • Politik
    • Otomatif
    • Inspiration
    • Home Design
    • Lifestyle

© 2025 Headline.co.id - Faktual dan Aktual.