Headline.co.id, Jakarta ~ (Kemenag) — Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak para santri untuk memanfaatkan peluang pendidikan internasional yang ditawarkan melalui program di Masjid Istiqlal. Dalam kunjungannya bersama santri dan pengasuh Pondok Pesantren Shiddiqiyyah, Menag menekankan pentingnya mempersiapkan santri agar dapat melanjutkan pendidikan dan berkontribusi di kancah internasional tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Menag memperkenalkan program Pendidikan Kader Ulama (PKU) dan Pendidikan Kader Ulama Perempuan (PKUP) yang dikembangkan oleh Masjid Istiqlal. Program ini memberikan kesempatan bagi lulusan strata satu (S1) untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri dengan fasilitas penuh. “Ini adalah kesempatan emas bagi para santri untuk mengembangkan diri dan berkiprah di dunia internasional,” ujar Menag.
Selain itu, Menag juga menyoroti kualitas pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta. Menurutnya, seluruh program studi di PTIQ memiliki predikat unggul, dan lulusannya dijamin dapat berkontribusi dalam berbagai pengabdian strategis di masyarakat. “Lulusan PTIQ siap menghadapi tantangan global dengan bekal ilmu yang mumpuni,” tegasnya.
Konten ini adalah Iklan dari Platform MGID. Headline.co.id tidak terkait dengan materi konten ini.
Dalam kesempatan tersebut, para santri juga diperkenalkan dengan fasilitas modern di kawasan Istiqlal. Menag menjelaskan bahwa Istiqlal kini dilengkapi dengan berbagai fasilitas komprehensif, termasuk Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan masjid dengan Katedral, penginapan gratis, pusat kebugaran, dan pusat kursus bahasa asing. Istiqlal juga memiliki international corner yang bekerja sama dengan sejumlah negara, memungkinkan akses ke jurnal-jurnal perguruan tinggi dari negara mitra melalui e-library dan komputer terintegrasi. Menag berharap para santri dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk memperluas wawasan dan mempersiapkan diri menghadapi lingkungan pendidikan serta pergaulan internasional. “Manfaatkan setiap peluang yang ada untuk masa depan yang lebih baik,” tutup Menag.


















